24

247 32 1
                                        


Bible meletakkan biu di tempat tidur lalu mengelus pipinya yang terlihat merah, bible sangat geram melihat itu  tapi dia tidak menunjukkan di depan Biu

"Phi bible , pipi Biu perih" Rengek Biu dia memegang tangan bible mengelusnya di pipinya

"Iya sayang.. Phi ambil obat dulu ya" Biu mengangguk bible berdiri dan mengambil obat, Biu tersenyum pusat melihat bible berpihak padanya.

Biu dan veronika tidak pernah berhenti merebutkan perhatian bible,  veronika selalu berbuat kasar pada Biu bible diam saja karna dia tau Biu pasti melawan, jadi membiarkan Biu dan veronika selalu bersaing walaupun Biu selalu jadi pemenangnya dan veronika selalu kalah dan memendam amarahnya.

Sampai akhirnya dimana kesabaran veronika sudah habis saat melihat keadaan sepi dan semua orang tidak ada di rumah kecuali Biu sedang ada di kamar bible, veronika mengeluarkan ponselnya lalu menelpon seseorang

"Halo"

"Apa yang harus aku lakukan, karna Biu sialan itu aku selalu saja gagal dan aku yakin semua rencana kita pasti gagal" Kata veronika pada orang yang ada di seberang telpon

"Korbankanlah seperti rencana kita" Jawab orang itu lagi, veronika mengelus perutnya

"Tapi aku akan menggunakannya untuk menjebak bible, dan tidak mungkin dia yang harus aku korbankan" Veronika terus mengelus perutnya

"Jangan bodoh,, kalau kamu berfikir seperti itu semua rencana kita pasti berantakan, lakukan saja selagi Biu ada di situ kamu tidak akan bisa menjebak bible, demi kebahagiaan kita sayang lakukan saja, kita masi bisa memilikinya lain kali aku janji"

"Baiklah sayang... " Veronika tersenyum getir, setelah itu dia memutuskan panggilannya

"Maafkan ibu nak, ini semua aku lakukan untuk kebahagiaan ayah dan ibu hikssss... " Lirih veronika, walaupun dia jahat tapi dia tidak tega untuk menghilangkan buah hati yang masi ada di dalam kandungannya dan usainya baru 2 bulan dan perutnya belum terlalu jelas.

Bible pulang dari kantor saat Dia masuk dia melihat Biu sedang duduk di ruang tamu sedang menunggunya, dia tersenyum karna pulang dengan keadaan sepi dan tidak ada pertengkaran Biu dan veronika lagi

"Selamat malam sayang" Bible memeluk Biu yang menghampirinya, dia mengecup bibir Biu

"Selamat malam phi,, Biu sangat merindukanmu, kamu pasti lelah kan ayo kita ke kamar" Biu memeluk lengan bible

"Bible tunggu" Veronika datang dengan wajah pucatnya dan dia langsung terjatuh

"Veronika" Bible sangat kaget dia melepaskan tangan Biu darinya dan langsung membantu veronika

"Biu aku akan membawa veronika ke kamarnya, tunggu aku di kamar" Biu ingin protes tapi bible sudah mengangkat tubuh lemah veronika naik dia pun pasrah dan ikut dari belakang bible dia melihat bible masuk ke kamar veronika dia sangat kesal dia ingin ikut tapi tidak jadi karna veronika langsung menutup pintu kamar itu

"Isshhhh.... Awas aja kamu bible jelek" Biu sangat kesal langsung masuk ke kamar membanting pintu Dengan kuat.

"Istrahat lah veronika, aku mau ke kamar dulu aku tidak mau Biu salah paham" Setelah meletakkan veronika di kasurnya, bible melangkah tapi veronika menahannya

"Hikssss... Bible tunggu dulu, aku ingin mengatakan sesuatu padamu" Melihat veronika menangis bible pun berhenti dan duduk di tepi kasur

"Bible aku ingin jujur tapi kamu jangan marah ya hikssss... "

"Apa veronika cepat katakan" Kata bible, veronika mendekati bible langsung menyandarkan kepalanya di pundak bible

"Hikssss... Bible sebenarnya aku sedang hamil hikssss... " Bible sangat kaget mendengar perkataan veronika, bible ingin berdiri tapi pelukan veronika semakin kuat

biu (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang