KEESOKAN HARINYA.
Wang Yi terbangun terlebih dahulu karena mendengar ponsel Zhou Shiyu berbunyi. Wang Yi mengambil ponsel itu dan menjawab panggilan tersebut. Wang Yi tidak melihat siapa yang sedang menelpon, ia tidak tahu bahwa yang menelpon itu adalah papa Zhou.
Wang Yi: "Halo."
Papa Zhou: "Halo, ini siapa ya?"
Wang Yi: "Ini teman Zhou Shiyu. Nama saya Wang Yi."
Wang Yi masih belum sadar jika yang ia telpon adalah papa Zhou karena masih dalam keadaan mengantuk.
Papa Zhou: "Oh, kamu temannya anak saya ya. Saya papa nya Zhou."
Mendengar itu mata Wang Yi langsung membulat dan segar karena terkejut.
Wang Yi: "Maafkan saya om. Saya tidak tahu jika om, papanya Zhou."
Papa Zhou: "Tidak papa. Bisakah kau mengantarkan Zhou Shiyu kerumah pagi ini?"
Wang Yi: "Iya om, nanti saya antarkan dia kesana."
Papa Zhou: "Terima kasih, Wang Yi."
Wang Yi: "Iya om, sama-sama."
Panggilan pun terputus, Wang Yi meletakkan kembali ponsel Zhou Shiyu lalu menatap Zhou Shiyu yang sedang tertidur pulas. Wang Yi tersenyum saat melihat wajah Zhou Shiyu yang begitu cantik saat tidur.
Wang Yi pun mengusap pipi Zhou Shiyu dengan lembut. "Zhou Zhou, ayo bangun."
Zhou Shiyu bangun lalu menguap panjang dan memeluk Wang Yi dengan erat. "Sebentar lagi, YiYi. Aku sedang ingin bermalas-malasan disini bersama mu." katanya dengan centil, matanya masih tertutup.
"Zhou Zhou, kau sangat centil. Ayo bangun! Kita harus kerumah papamu." Wang Yi ingin melepaskan pelukan nya, tapi Zhou Shiyu semakin erat memeluknya.
"Sebentar saja YiYi." Wang Yi akhirnya pasrah dan membiarkan Zhou Shiyu memeluk nya. Setelah sekian lama berpelukan Zhou Shiyu akhirnya melepaskan pelukannya.
Wang Yi kemudian duduk di tepi ranjang, Zhou Shiyu juga ikut duduk di samping Wang Yi, Wang Yi menatap Zhou Shiyu. "Zhou Zhou, apakah tangan mu masih sakit?" tanya Wang Yi dengan lembut.
Zhou Shiyu tersenyum lalu mengangguk pelan. "Iya YiYi, tangan ku sudah agak baikan."
"Memangnya kenapa? Jika tangan ku masih sakit?" tanya Zhou Shiyu sambil tersenyum jail dan menaikan alisnya.
Wang Yi memutar bola matanya dengan malas. "Aku hanya khawatir padamu. Jangan pikir yang macam-macam, Zhou Shiyu."
"Kalau tangan ku masih sakit, kamu mau kita mandi bareng." kata Zhou Shiyu dengan nada yang bercanda.
Seketika Wajah Wang Yi memerah padam, karena mendengarkan itu dan tidak sengaja mengkhayalkan nya ketika dia mandi bareng sama Zhou Shiyu.
Wang Yi bangkit dengan cepat dan mengambil handuk lalu mandi. Zhou Shiyu pun terkekeh pelan saya melihat itu, sambil menunggu Wang Yi selesai mandi Zhou Shiyu memutuskan untuk merapikan tempat tidur.
Setelah beberapa saat, Wang Yi masuk kedalam kamar dalam kamar. Zhou Shiyu mengambil handuknya untuk mandi, tapi sebelum itu Zhou Shiyu mendekati Wang Yi lalu mencium pipinya dan berlari menuju kamar mandi.
Meninggalkan Wang Yi yang masih terpaku, wajahnya kembali memerah padam. Lalu Wang Yi memegang pipinya yang dicium oleh Zhou Shiyu senyum kecil mulai terukir disudut bibirnya.
Kini Wang Yi sudah memakai pakaian sekolah, Wang Yi pun segera keluar dari kamar dan duduk di ruang TV. Tak lama Diudiu datang dan duduk dipangkuan Wang Yi, Wang Yi mengelus kepala Diudiu dengan lembut.

KAMU SEDANG MEMBACA
Wang yi dan zhou shiyu [SQHY]
Teen FictionWang yi adalah seorang gadis cantik dan tampan ia hidup tidak berkecukupan sampai ia harus bekerja di restoran San yi. Ia juga adalah siswa yang paling populer di sekolahnya sampai dia bertemu dengan zhou shiyu yang merebut kepopuleran nya wang yi h...