Air Mata yang berbeda
Puisi by:@_ansalft
Suara riyuh gemuruh langit seolah menjadi melodi di malam itu yang menemani kesunyian diantara kita.
Kini Empat mata saling bertemu setelah sekian purnama tak jumpa.
Terlihat jelas Bibir manis yang mulai membentuk sabit dengan air mata yang sudah jatuh itu.
Ingin sekali memeluk raganya sekuat tenaga melepas kerinduan yang ada.
Hangat dalam pelukan ditengah angin badai yang melanda.
Membawaku hanyut dalam perasaan yang berlarut.
Rasa ini ingin ku abadikan dalam ingatan dan kebersamaannya ingin kubawa sampai ajal tiba.
Hampir selustrum lamanya ku menunggu hanya untuk dirayakan oleh mu.
Sebahagia itu kini aku sampai lupa rasa lelah menunggumu selama itu.
Terimakasih sudah kembali meski sudah di penghujung waktu,air mata yang jatuh ini berbeda.
KAMU SEDANG MEMBACA
Diary Kata
Poesíakumpulan puisi dan kata-kata mutiara random dan isi curahan hati penulis Lewat sebuah kata-kata yang di ukir sedemikian rupa hingga tercipta sebuah kalimat yang indah ini ingin ku sampaikan bahwa di kesunyian malam terdapat sajak-sajak yang berkuman...
