Pernah berada di posisi menyukai seseorang dan berusaha mengejarnya,mulai dari menyukai makanan kesukaannya dan mencari tahu apapun tentangnya sampai perasaan ini jatuh terlalu dalam padanya.
Menjadi lebih dekat denganya dan lama waktu sudah dihabiskan bersama hal itu menanamkan benih harapan di balas rasa cintanya,namun satu hal yang tidak pernah ku tanyakan selama kedekatan ini berjalan. "Pernahkan kamu menyukai ku " seharusnya kutanyakan dari dahulu sebelum semuanya usai bahkan belum dimulai. Dia telah memilih yang lain untuk dijadikan rumahnya sementara aku hanya tamu yang singgah dihatinya yang kapan saja bisa diusir pergi.
Sakit memang begitu terasa sesak tapi aku tak berdaya,bagaimana mungkin aku akan terus memaksa nya mencintai ku dan selalu bersamaku,disaat hatinya sudah memilih yang lain. Saat itu merasa kecewa pada tuhan merasa semua ini tidak adil,karna cinta yang tulus tak cukup untuk memilikinya,sudah ditinggalkan namun kenangannya tak dibawa sekalian.
Satu,dua tahun terlewatkan tanpa berkomunikasi lagi dengannya,hingga suatu saat datang kepadaku lelaki baik hati dengan rasa cinta yang tulus bahkan mau berjuang untuk mendapatkan ku,dia berada di posisiku dahulu namun bayang-bayang dari dia yang sudah jadi masalalu terus berputar di kepalaku hingga hatiku menjadi tertutup untuk setiap yang akan datang.
Suatu hari Aku merasa bahwa jika bersama orang baru aku bisa melupakan dia yang sudah jadi masalalu ku,namun berjalannya waktu hatiku mulai ragu dan merasa tak ada cinta untuk orang baru,terlalu jahat jika aku terus bertahan denganya namun hatiku untuk yang lain hingga mengakhiri jalan cerita kita adalah keputusan yang kukira sudah tepat,namun dia orang baru berkata padaku bahwa ia terluka dan masih berharap aku mencintainya.
Haruskah menunggu dia yang di cinta kembali atau menerima dia yang mencintai kita??
Sekarang aku paham tidak semua orang bisa membalas perasaan kita,begitupun kita belum tentu bisa menerima perasaan orang.
Jangan pernah ragu untuk memulai sesuatu yang datang dengan baik,jangan perputar arah disaat kamu sudah ditengah perjalanan.
Lupakan dia yang tak pernah menjadi milikmu dan perbaiki dirimu agar kau tidak akan berbalik arah pada dia yang sudah pergi.
Sekian dan terimakasih.
KAMU SEDANG MEMBACA
Diary Kata
Poetrykumpulan puisi dan kata-kata mutiara random dan isi curahan hati penulis Lewat sebuah kata-kata yang di ukir sedemikian rupa hingga tercipta sebuah kalimat yang indah ini ingin ku sampaikan bahwa di kesunyian malam terdapat sajak-sajak yang berkuman...
