Meli klismass🎉

679 58 9
                                        


🏃🏻‍♂______🦖


Pagi ini members Seventeen sedang sedikit kerepotan karena sedang menyiapkan beberapa peralatan yang dibutuhkan untuk menghias dorm juga mereka belum mempersiapkan segalanya dikarenakan jadwal yang sedikit padat

"Ribet juga ya" Mingyu menghela nafas sambil memegang pinggangnya lalu ia kembali menatap beberapa barang yang ada di fi troli yang sudah penuh

"Lelah hyung?" ucap Dino sambil menghampiri Mingyu

"Sangat, punggung dan kakiku sedikit pegal. Apakah mereka masih lama?" Mingyu bertanya dengan mata masih fokus memilah daging yang akan mereka panggang besok

xxxxx

Keesokan paginya. Seungcheol tersenyum sembari masuk ke dalam kamar Mingyu karena Woozi ingin tidur bersamanya semalam. Seungcheol masuk ke kamar dan mendapati tubuh mungil Woozi yang dipeluk erat oleh Mingyu hingga membuatnya semakin mengecil

"Morning baby" ucap Seungcheol sambil mengelus surai hitam Woozi dengan tangannya yang jauh lebih besar dari kepalanya

"Hum.." suara serak menguar begitu saja hingga membuat tubuh yang jauh lebih kecil darinya sedikit tersentak, bukan... suara tersebut bukan berasal dari Woozi melainkan dari Mingyu yang mulai terbangun dari tidurnya

"Morning hyung" Mingyu melepaskan pelukannya pada Woozi lalu meregangkan tangannya

"Mandilah, aku akan membangunkan baby terlebih dahulu"

"Hmm" Mingyu mengangguk lalu pergi keluar dengan masih setengah sadar

Seungcheol mengusap surai Mingyu lalu dia duduk disamping Woozi yang masih memejamkan matanya "Menggemaskan" Seungcheol mengecup pipi tembam Woozi karena merasa gemas dengan pipinya yang bersemburat merah karena dingin

"Nywoo" Woozi mulai membuka matanya lalu tersenyum dengan polos saat melihat wajah Seungcheol yang tersenyum padanya

"Morning baby, bagaimana tidurmu?"

"No no bwy" Woozi menggerakan jari kecilnya sambil menatap ke arah Seungcheol karena dipanggil baby "Thiz iz adek" lanjutnya

Seungcheol terkekeh pelan lalu mulai mengangkat Woozi dan membawanya keluar kamar. Dia mengecup pipi tembamnya berkali-kali karena terlampau gemas karenanya "Kenapa kamu begitu menggemaskan" gumamnya

"Aaa! AaAa! AAAA!" suara Woozi semakin meninggi karena Seungcheol semakin banyak memberinya kecupan juga gigitan pelan pada pipinya

"Uwaahh!"

Mata Woozi langsung berbinar kegirangan bahkan kaki kecilnya mulai menendang-nendang saat melihat pemandangan di depannya

Sebuah pohon natal dengan banyak kotak hadiah dibawahnya serta jejak kaki Santa di lantai menuju pohon natal yang mereka hias semalam! Sangat indah dan menakjubkan, pikirannya

Woozi mencoba turun dari gendongan Seungcheol dan sinyalnya diterima baik oleh Seungcheol yang menurunkannya ke lantai dan Woozi langsung merangkak menuju pohon natal di ruang tengah

"Uwahh uuwaahh...uwahh...waaahh"

Woozi tidak henti-hentinya mengucapkan kata 'Wow' ia sangat takjub melihat semuanya, seperti bayi yang baru pertamakali melihat pohon natal

Tiny Idol || Woozi Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang