Gimana ga syok liat berita kalo mobil yang di tumpangi Woozi tertabrak truk-kun. Trus apa lagi ini ya Tuhan Woozi koma trus amnesia!!!
"Kalian siapa?"
"WOOZI GA KECIL! KAMU JELEK"
"Kamu mau wuji pukul pake gitar hah!!"
"Wooahae wooahae wooahae wooa...
Pagi yang cerah seperti biasanya~ Pagi menjelang siang kali ini setengah dari anggota Seventeen menuju restoran seafood karena beberapa dari mereka ingin memakan hasil tangkapan laut atau lebih tepatnya mereka makan seafood karena rengekan seorang pria mungil yang menginginkan makan ikan besar
Flashback
"Ni kann" Woozi menujuk ke arah ikan yang ada di buku bergambar pemberian Dino setelah pulang dari pusat perbelanjaan
"Iya ikan, lalu ini apa?" tanya Vernon menujuk ke sebuah gambar ikan paus
"Hiuuuw" ucap Woozi sambil memanyunkan bibirnya dan disentil pelan oleh Vernon
"Ini paus, ikan paus bukan hiu" Vernon menatap Woozi dengan raut wajah tidak menyangka jika mulut kecilnya dengan polos mengatakan ikan hiu
"Pauss mam enak?"
"Paus tidak bisa dimakan" jawab Vernon dengan nada sabar
"Mam pausss?" Woozi kembali bertanya
"Adek ikan paus tidak bisa dimakan, adek masih kecil yang ada adek dimakan paus" Vernon mengusap rambut lembut Woozi lalu menekan pelan hidung mungilnya
"Hihihi paus, dek mam pauss" Woozi terkikik menunduk menatap gambar ikan paus sambil ngiler "Mam paus"
Vernon memijit pelan dahinya lalu memalingkan wajahnya ke arah Jeonghan yang duduk di sebelahnya sedang bermain ponsel dan terkikik mendengar suara Woozi "Ada-ada saja kelakuan bayi"
Woozi kembali berdebat dengan Vernon ingin makan ikan paus hingga akhirnya ia menangis dan Vernon menuruti keinginannya
Off_
Duduk berhadapan didampingi dua bodyguard kini mereka mulai memesan makanan, mulai dari minuman hingga beberapa porsi besar makanan karena jumlah mereka yang banyak dengan Joshua sebagai pemesan makanan sementara mereka memilih menu
"Mungkin itu saja pesanan kami untuk saat ini" ucap Joshua sambil tersenyum ramah menatap staff pramusaji yang mencatat pesanan mereka
"Baik, mohon ditunggu" ucap pramusaji tersebut sambil tersenyum. Selang beberapa menit kemudian pramusaji tersebut kembali datang membawa beberapa roti dan menaruhnya diatas meja "Silahkan dinikmati sembari menunggu pesanan dibuat" ucapnya lalu kembali mencatat pesanan pembeli yang lain
"Wah ini rotinya agak keras ya" ujar Dokyeom sambil mencoba membelah roti tersebut dengan tangannya
"Ini tipe roti yang keras" Joshua membelah roti menjadi dua dan memberikan bagian yang besar ke arah Woozi yang sedari tadi hanya diam menatap lainnya
"Tancuu"
Woozi mengambil roti dari Joshua lalu memakannya sambil menatap polos ke arah Seungkwan yang duduk berhadapan dengannya. Seungkwan yang merasa gemas terhadap pria mungil di depannya kini mengulurkan tangannya untuk menarik pipi tembamnya Woozi yang dibalas kerutan dahi dan mata melotot sipit🤏🏻
"Lucu sekali, ayo mam yang banyak biar semakin bulat" ucap Seungkwan sambil masih menarik pelan pipi kiri Woozi
"Natwal!" Woozi berbicara dengan mulut penuh roti dan pipi ditarik Seungkwan
"Gemasnya!" "Pipinya bulat seperti hamster"
Beberapa member bergumam pelan sementara Joshua yang duduk di sebelah Woozi mulai mendekati Woozi lalu dengan tidak berdosanya menggigit kecil pipi tembamnya hingga Woozi terkejut dan memukul wajahnya
Setelah acara menangis dan memukul kini makanan mulai disajikan dan semua orang mulai makan. Semua member sibuk memukul cangkang kepiting sementara itu Woozi masih sibuk memakan jagung di depannya
"Youl pon linging" ucap Woozi sambil menatap polos ke arah ponsel milik Dokyeom yang bergetar
Dokyeom langsung mengangkat telponnya dan ekspresi wajahnya berubah dari main-main ke serius. Beberapa dari mereka yang melihat ekspresinya langsung keheranan lalu setelah Dokyeom selesai menjawab telepon Jeonghan langsung bertanya "Ekspresi wajahmu serius sekali"
"Helloo" Woozi dengan polos mencoba menirukan suara dan mimik wajah Dokyeom yang sedang berbicara dan hal ini membuat semua orang tertawa melihat wajahnya
"Halo" Dokyeom mencoba berekspresi seperti saat ia menjawab telepon dan membuat semua orang tertawa terlebih lagi Woozi yang terkikik sampai tubuhnya bersandar di kursi
..
Selesai makan makan kini mereka hanya duduk sambil berbincang sedikit sambil menikmati waktu luang yang ada lalu setelahnya mereka kembali ke hotel dan beristirahat.
Woozi terbaring di tempat tidurnya sambil menatap polos ke arah Mingyu di sampingnya sambil memeluk sebuah plushie bunny, menghisap dot dan menatap Mingyu yang sedang menceritakan cerita dongeng
"Kelinci sangat menyayangi bayi yang ada di dekatnya bahkan menjaganya saat ia tertidur"
Mingyu perlahan berhenti mendongeng saat melihat Woozi perlahan mulai tertidur bahkan nafasnya mulai teratur "Tidur nyenyak bayi kecilnya Gyu" Mingyu mengecup pipi Woozi lalu tidur di sampingnya sambil memeluknya
. Maaf lama menghilang, beberapa bulan ini jangkrik sibuk di hutan jadi lama update beberapa kali keluar akun gabisa login jadi ga bisa dibuka
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Cerita kali ini agak lain seperti otakku, kalau merasa aneh di bab ini bilang ya biar jangkrik unpublis
Ga tau mau ketik apa lagi, stok cerita masih banyak tapi udah lupa jadi maaf kalau bab cerita ini jelek, buat typo tolong dikasih tanda