Cowoknya cool abis tapi jahil, ceweknya emosian dan keras kepala kira-kira gimana yaa kalo mereka disatuin???
kisah cinta Maba tengil dan senior galak plus dingin yuk ikuti kisah mereka hanya disini...
YANG GAK SUKA BISA LANGSUNG SKIP TANPA HARUS ME...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
" Kita udah sampai" Ujar Arel yang kemudian menoleh kearah Starla tepat saat mobil yang mereka tumpangi berhenti disebuah RS.
Garis-garis kerutan yang terukir pada wajah Starla menimbulkan sebuah pertanyaan bertanya-tanya, kenapa kesini?.
" Bisa turun sendiri kan?" Interupsi Arel seraya melepaskan self belt-nya.
Arel menoleh kearah Starla, melihat gadis berkepang satu itu masih belum juga melakukan pergerakan, Starla masih diam menatap sang kakak yang sudah membukakan pintu dan mengulurkan tangan untuknya. Gadis itu juga bisa melihat kalo Arel sudah memakai masker hitamnya.
Tanpa ragu, Starla meraih uluran tangan Arel. Berpegangan penuh pada genggaman sang kakak, bagaimana pun kondisi badannya kini belum sembuh total, kedua netranya terasa silau, disisi lain ia dibuat beku ketika tangan kanan Arel berusaha memakaikan masker hitam padanya.
" Kalo mau ketemu Mama harus pake masker, tapi...ketemunya cuma bisa dilihat dari pintu aja, ya?"
Deg!.
Air mata kembali lolos ketika mendengar suatu kenyataan dari bibir pemuda yang menjadi lawan bicaranya. Jujur saja hati Starla memang sesensitif itu akhir-akhir ini.
" Mama diruang ICU, dek. Kakak nggak tau kapan Mama dipindahkan ke ruang biasa" Cicitnya pelan dengan mata berkaca-kaca.
" G-gimana bisa terjadi?" Tanya Starla
" Malam itu..." Arel menggantung kaliamatnya menunduk dengan bibir yang ia gigit dibalik masker, mengisyaratkan ia tak sanggup bercerita lebih panjang.
" MALAM ITU KENAPA?! MAMA KENAPA KAK? JANGAN DIEM AJA" Teriak Starla yang langsung ditarik kedalam dekapan Arel."Mama kenapa kak?" Cicitnya samar, ia menggoyangkan bahu Arel menuntut jawaban.
" Malam itu saat denger kamu drop karena terlalu fokus sama kondisi Bintang, Mama bersikeras mau nyusul ke Jogja, Papa udah larang karena hujan begitu deras tapi Mama tetap bersikeras dan nekat pergi sendiri tanpa Papa. Sampai akhirnya diperjalanan menuju bandara taxi yang dinaiki Mama mengalami kecelakaan, kepala bagian belakangnya terbentur keras dan terjadi pendarahan otak akibat pecahan tulang, Mama kritis, dek" Ungkap Arel yang sudah tidak bisa menahan air mata didepan adiknya.
Kakak beradik itu berpelukan, saling menguatkan satu sama lain. Starla menangis, menatap langit dan sesekali merundung batin.
" K-kakak hancur, Dek. Kakak nggak langsung ngasih tau kamu karena Papa yang larang, katanya biar kamu fokus pulihin tenaga kamu. andai warga terlambat panggil ambulans mungkin Mama udah pergi sekarang"
" Kata dokter Mama sering manggil kamu, bukan kakak yang basah kuyup dari bandara nungguin Mama berusaha tegar padahal udah hancur karena tau dua orang yang kakak sayangi masuk RS. Kenapa, bukan kakak aja sih, dek, yang diposisi kamu?" Gerutunya yang sesekali bersembunyi dipundak sang adik."Kakak capek, dek"