Cowoknya cool abis tapi jahil, ceweknya emosian dan keras kepala kira-kira gimana yaa kalo mereka disatuin???
kisah cinta Maba tengil dan senior galak plus dingin yuk ikuti kisah mereka hanya disini...
YANG GAK SUKA BISA LANGSUNG SKIP TANPA HARUS ME...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
" Ini hari terakhir pencarian kita, tamatkan sampai tengah malam, sampai hari ini benar-benar habis"
Dipimpin oleh Kemal, semua personil SAR berangkat selepas melaksanakan sholat isya berjamaah. dipinggir sungai, mengandalkan penerangan senter Kemal melakukan briefing untuk memperluas penyebaran pencarian dari titik utama.
Tidak hanya ada SAR yang dikerahkan melainkan ada juga anggota TNI, polri damkar bahkan Rangga selaku pihak keluarga turut diizinkan untuk ikut dalam pencarian final ini.
" Kita hanya punya waktu 3 jam lagi, lakukan yang terbaik kerahkan semua yang kita miliki malam ini, siap?!"
" SIAP KOMANDAN!"
Cahaya senter menjadi satu-satunya sumber penerangan mereka sebab bulan tak kunjung menampakkan sinarnya terhalang oleh arak-arakan awan. Anjing pelacak juga turut diikut sertakan, gonggongan anjing itu sama sekali tidak membuat mereka gentar atau takut justru menjadi pacuan untuk segera memecahkan telur pencarian ini. Teriakan nama Bintang dari mulut mereka menjadi suara sumbang yang tidak bisa mereka hindari.
Pencarian ini adalah usaha terakhir, sebelum ditutup sesuai kesepakatan satu sama lain. Beberapa buah Hovercraft milik SAR masuk menyusuri sungai terpanjang kedua di Jawa, diterangi oleh lampu cas dan senter para SAR terus berteriak memanggil nama Bintang dan mencari sebuah pertanda yang barangkali mengapung diatas air atau menyangkut dibebatuan serta akar yang menjalar dipinggir sungai.
Sementara pasukan yang menyelam sesekali menyembul kepermukaan hanya untuk berkoordinasi dengan kapten pasukan yang berada diatas Hovercraft terkait situasi sulit yang dialami. Gelapnya malam beradu dengan dasar sungai yang airnya kecoklatan dan banyak sekali halang rintang berupa tumbuhan merambat sukses membuat tim penyelam tidak leluasa meskipun begitu mereka kembali lagi menyelam, mengikuti perintah komandan bahwa pencarian akan berakhir tengah malam nanti.
Rangga yang kala itu mencari dipinggiran sungai terus mengedarkan pandangan ke segala titik, meski udara dingin lebih mengguncang dua kali lipat bahkan Rangga berkali-kali memeluk diri sendiri yang padahal sudah dilapisi jaket tebal tak menyurutkan semangat seorang ayah yang bertekad untuk mencari anaknya. Rangga menabrakkan punggungnya pada pohon yang besar, tubuhnya meluruh kelelahan, dia memejam tapi bayangan Bintang justru berputar kuat. Maka dengan cara itu Rangga berdiri lagi memaksa tubuh untuk terus mencari tak peduli dengan tubuh yang banjir keringat dan kedinginan, seorang ayah itu seperti kesetanan untuk menemukan anaknya.
" Pak, istirahat aja" Salah satu petugas SAR mengingatkan, dia khawatir saat melihat bibir pucat dari laki-laki paruh baya itu.
Rangga menggeleng sambil tersenyum tipis."Saya gapapa, saya harus cepat nemuin anak saya. Kasian dia udah terlalu lama kedinginan"
" Tes..tes.. dicopy! Komandan, ganti" Suara handy talky milik komandan berbunyi.