36

3.3K 221 18
                                        

Cerita ini hanya fiksi tidak ada kaitannya dengan kehidupan idol!! Abaikan typo, selamat membaca!!




**********

Sudah beberapa bulan dari bertemunya winan dengan orang tuanya, jisu menepati janjinya untuk membangun fasilitas di pulau terpencil

Winan juga bertemu dengan keluarga sona, dia banyak berterima kasih karna mereka telah merawat orng tuanya

Pulau terpencil sekarang sudah memiliki kapal laut dan beberapa perahu kecil, memudahkan mereka untuk menyebrang ke antar pulau dan mencari ikan

Itu semua jisu yang memberikannya, dengan bantuan regi tentunya

Saat ini sudah memasuki akhir semester, winan juga teman temannya sedang fokus untuk menghadapi ujian nasional nanti

Winan yang sedang fokus belajar terhenti saat rose memasuki kamarnya dengan membawakan susu coklat

"Makasih bunda sayang" senyum winan saat dia menerima sucok itu

"Sama sama" rose mengusap kepala winan

"Abis belajar langsung tidur yaa, besok kamu harus sekolah"

"Iyaa bunda" winan menyimpan kelas kosong di mejanya

"Oiya bunda mau tanya deh"

"Nanya apa bun?"

"Nanti kamu kuliah mau ambil jurusan apa?"

"Huum.. Rencananya sih aku mau ambil jurusan bisnis, biar bisa bantu perusahaan papa, gapapa kan bun?" senyum winan

"Yaa gapapa dong, bunda gak bakal nuntut kamu harus ambil jurusan apa, semaunya kamu aja bunda pasti dukung" rose mengecup pucuk kepala winan

"Makasih bunda karna udah jadi orang tua yang baik buat winan, winan bersyukur bunda sama papa masi ada disini sama winan" rasa syukur winan ucapkan kepada rose

"Sama sama sayang, bunda juga makasih karna kamu udah jadi anak yang baik walaupun ada bandelnya, tapi gapapa bunda tetep sayang kamu"

"Hehe.. Aku juga sayang bunda, sayang banget" winan memeluk perut rose, rose hanya mengusap kepala winan

Memang semenjak jisu dan rose berhasil di temukan dengan keadaan baik baik saja, winan menjadi orng yang tidak mau jauh dari orang tuanya, dia takut akan di tinggal lagi

"Yaudah lanjut belajarnya, jangan malem malem, abis itu langsung tidur" winan mengangguk

Rose mengecup pipi anaknya, lalu dia pergi ke luar setelah mengambil gelas kosong di meja, winan hanya tersenyum menatap rose yang keluar dari kamarnya

Winan melanjutkan belajarnya, tidak lama dari itu ponsel winan menyala tanda ada yang menghubungi dirinya, dia tersenyum senang saat tau siapa yang menghubungi

Vidio call

"Haii cantik" sapa winan

"Humm.. " rina memasang wajah cemberutnya

Teenage Love - ENDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang