65. Vegetable fried rice

2K 170 7
                                        

Ps....
Ini hanya karangan semata, alur dari anime asli nya hanya secuil...
Characters yang ada itu milik Mr. Masashi Kishimoto.
Dibuat untuk mengisi kegabutan, apalagi terlalu banyak membaca fanfic Naruto Sasuke..

So, let's reading...

#…………….#

Sebelum keluar kamar, satu Bunshin muncul di sampingnya. Tanpa kata, si Bunshin mengangguk pada yang asli dan pergi secepatnya dari sana.

Sampai di depan meja makan, Naruto yang masih menggendong Sasuke, duduk dan membuka tudung penutup diatas meja.

Naruto tersenyum lebar, karena kali ini bentuk makanan di piring datar tersebut tidak aneh-aneh. Tidak tau sih kalau rasanya. Itu adalah nasi goreng kecoklatan yang dicampur banyak sayuran hijau. Dia meringis pelan dan menggelengkan kepala melihat betapa banyaknya makhluk hijau itu di sana, ini sih lebih cocok disebut sayur goreng campur nasi, bukan nasi goreng campur sayur.

"Ku makan ya, Sasu."

"Heum, ya memang harus kau makan. Buat apa aku membuat nya kalau tidak dimakan," sahut Sasuke dengan raut malas.

Naruto bersiap menyuap sesendok ke mulutnya, dan dia tidak berekspektasi jauh pada rasa nasi goreng hijau tersebut. Karena Sasuke biasanya akan dengan sengaja memperbanyak satu penambah rasa, terkadang sangat asin, sangat manis, sangat gurih. Yah, begitulah.

Terkadang si pirang sedikit meringis, skill memasak Sasuke yang lumayan jadi kadang tak terpakai dengan baik, karena si calon bayi selalu membuat Sasuke memasak berbagai masakan yang aneh-aneh. Dan Naruto adalah korban yang harus menghabiskannya.

Benar-benar anak yang baik dan berbakti, bahkan semasa masih dalam kandungan, kan?

"Eh," mata Naruto berkedip-kedip kala nasi goreng banyak daun itu masuk kedalam mulutnya.

"Kenapa? Rasanya tidak enak, ya?" tanya Sasuke, matanya berkaca-kaca.

Naruto tidak langsung menjawab. Dia menyelesaikan dulu suapan itu dan menelannya, "siapa bilang? Ini sangat enak, Sasu," ucap si pirang, mengecup singkat hidung Sasuke.

"Benarkah?"

"Iyaa, benar. Ini enak, aku tidak bohong."

"Kalau begitu habiskan."

"Tentu saja," untuk kali ini, Naruto makan dengan hati senang.

Masakan Sasuke yang ini memang sangat enak. Bukan hanya karena tidak ada bentuk aneh, tapi juga rasanya pas.

'Ini baru makanan normal,' dalam hati Naruto bergumam, 'yah, meskipun terlalu banyak si hijau, mengingatkan ku pada baju Lee yang serba sayur.'

"Kamu mau ke mana, Sasu?" tanya Naruto yang mendapati pergerakan Sasuke turun dari pangkuannya.

"Ke dapur, aku ingin susu," jawabnya pelan.

"Mau ku antar, tidak??"

Sasuke menggeleng, "tidak usah, lagian kan aku hanya ke dapur. Bukan ke luar bumi yang akan langsung hilang."

"Baiklah, tapi hati-hati kalau begitu," peringat nya.

"Heumm," Sasuke mengangguk.

Tiga menit kemudian, Sasuke yang sudah selesai membuat segelas susu hangat kembali ke ruang makan. Tapi baru saja melewati pintu kecil setengah dada yang menjadi penghalang dari kedua ruangan, gelas di tangannya tergelincir, meluncur turun. Isinya berhamburan, gelasnya hancur berkeping-keping, sementara Sasuke menggelengkan kepala. Pandangannya memburam, lututnya terasa lemas.

Sebelum dia benar-benar ikut meluncur dan jatuh ke pecahan beling, Naruto lebih dulu ber-hiraishin dan menggendong Sasuke.

"Sasu," panggil Naruto karena onyx Sasuke separuh terpejam.

"Naruto," lirihnya.

Naruto membawa Sasuke, hendak kembali ke kamar. Dia tidak menghiraukan kakinya yang menginjak pecahan beling, asal bukan Sasuke.

Sebelum mencapai kamar, baru sampai di depan pintu ruang makan, si kloning yang tadi ia kirim muncul, bersama Sakura.

"Ada apa, Naruto?"

"Sasuke," sahut si pirang tanpa panjang lebar. Satu kata itu langsung dipahami oleh gadis pemegang sertifikat iryo-nin tersebut.

Mereka jadinya berjalan ke ruang tengah, bukan langsung ke kamar. Sasuke dibaringkan di sofa panjang, lalu Sakura memeriksanya.

"Sasuke kelelahan. Kan sudah pernah kubilang, semakin kuat calon bayi kalian, semakin lemah juga Sasuke."

"Tolong lakukanlah sesuatu," pinta Naruto.

"Nar, kau kan tahu sendiri. Kasus Sasuke itu spesial. Dia tidak bisa menerima chakra ku atau chakra orang lain kecuali dirimu, karena chakra Indra-nya dan chakra Ashura-mu sudah bercampur. Jadi itu hanya bisa menjadi tugasmu kalau soal persoalan chakra," ucap Sakura panjang lebar.

"Baiklah kalau begitu, arigatou Saki."

"Apapun," Sakura mengibaskan tangan nya tanda itu bukanlah masalah besar.

"Kau masih ada tugas?"

Sakura mengangguk, "maaf harus langsung pergi. Masih ada seorang ibu yang hendak melahirkan di rumah sakit."

"Ya sudah kalau begitu."

Naruto kembali mengangkat Sasuke, dan Sakura pun kembali pergi. Sebagai dokter, gadis itu memang sibuk. Bahkan dia lebih sibuk dari pacarnya yang memang pemalas.

Naruto menidurkan Sasuke di tempat tidur, lantas membentuk dua klon lagi untuk merapikan kekacauan tadi dan membuatkan susu kembali.

Dia kemudian duduk di pinggir ranjang, memijat kepala Sasuke karena dari tadi lelaki berambut emo itu mengeluh pusing.

"Naru, peluk," ucap Sasuke berkaca-kaca.

Naruto ikut berbaring, memeluk Sasuke sambil mengalirkan chakra nya, "istirahat lah."

Tapi mata Sasuke yang tadi hanya berkaca-kaca kini malah mengalirkan air mata.

"Hey, kenapa menangis, hmm?" Naruto bertanya sementara jemarinya menyingkirkan aliran sungai kecil di wajah rupawan Sasuke yang pucat.

"A--aku hanya merepotkan--"

"Shut! Jangan bicara omong kosong!" seru Naruto tak senang dengan ucapan Sasuke.

"Tapi Naru--"

"Tidak tidak, aku tidak dengar," Naruto pura-pura menutup kedua telinganya.

#......#

Vote and comment please 💗

Entar malem pada maen petasan gak??

Please, Stay With Me Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang