hi, guys. apa kabar? author masih hidup kok. happy new year ya, I hope that this year many happy things will happen to u, guys.
happy reading.
Menunggu? Ya, benar. Itulah yang sedang si wanita lakukan sedari tadi. Dia berjalan ke kanan dan ke kiri. Menggigit bibir sesekali dengan memperlihatkan wajah yang gugup juga khawatir.
Bagaimana tidak? Sudah banyak tahun dan zaman pun berubah, dan dia terbangun di waktu yang tak terduga.
Sebetulnya, disebut tak terduga juga bukanlah sesuatu yang benar. Toh, dia sudah diberi tahu sejak dua puluh tahun yang lalu. Dan ternyata memang benar sekarang.
Jisoo, wanita itu bukan mengkhawatirkan kerabatnya, tapi seorang gadis asing yang baru saja dirinya temui. Jisoo khawatir akan keadaan dan nasib gadis itu.
Lagi pula, Jennie benar-benar sudah gila. Bisa-bisanya dia langsung membuat ikatan tanpa menjelaskan semuanya secara detail. Wanita itu benar-benar sudah gila---
“Oh, Chicken, kau masih hidup?”
Suara yang familier itu.... Jisoo sontak berbalik dan menatap Jennie dengan tatapan matanya yang— sedikit biru? Entahlah! Kedatangan Jennie yang tiba-tiba juga sempat membuat Jisoo semakin terkejut.
Pergerakannya lebih cepat. Jauh lebih cepat dari sebelumnya.
Jisoo mengeraskan rahang. “Apa-apaan tindakan mu itu, Jennie? Setidaknya beritahu aku jika kau sudah bangun! Kenapa malah keluyuran dan mengikat seseorang dalam hubungan seperti itu? Kau ingin dihukum lagi?!” ia berteriak keras pada Jennie.
Jennie menghela nafas panjang, “omomo! Kau masih saja berisik seperti biasanya,” acuhnya. Meniup Jisoo dan tiba-tiba saja...
Wanita itu terhempas. Dia tersudut ke tembok hingga tembok itu mengalami retakan-retakan kecil. Ini mengejutkan.
Bukannya memperlihatkan wajah bersalah atau bahkan meminta maaf, Jennie malah tertawa terbahak-bahak. Ia tampak puas sekali dengan apa yang baru saja dirinya lakukan.
“Oi! Serius, Jisoo? Sudah lima ratus tahun berlalu dan tubuhmu masih lemah? Jangan bercanda!” Jennie berteriak di akhir.
Jennie tiba-tiba menghampiri Jisoo dengan kecepatan yang sulit di jelaskan. Mata telanjang siapa pun tak mampu untuk mengetahui apakah ia berjalan, berlari atau yang lainnya. Itu terlalu cepat! Seperti kilat.
Jennie menampar pipi Jisoo, terlihat pelan tapi tubuh si wanita kembali terbang, lagi-lagi menghantam tembok. Cairan merah pekat keluar dari sudut bibir Jisoo, ia bahkan sampai terbatuk darah.
Ketika Jennie hendak melakukannya lagi, Jisoo melarikan diri. Ia bersandar pada dinding lain dan mengusap sudut bibirnya. Ia menatap Jennie yang berjalan normal ke arahnya dan tertawa kecil.
“Sudahlah, Yang Mulia! Sambutan mu juga tak semeriah dulu!” Jisoo berteriak.
Jennie berdecih dengan seringainya dan kemudian, ia memeluk Jisoo. Mereka berbagi kehangatan, melampiaskan rasa rindu yang sudah tertanam dalam hati selama bertahun-tahun lamanya.
Tak ada yang berubah dari Jennie. Wanita itu masih dengan pakaian kunonya yang serba besar.
Berbeda dengan Jisoo. Ia mengikuti zaman. Memakai pakaian yang sedang banyak orang minati yang sebenarnya itu cukup nyentrik.
“Ada apa dengan pakaian mu ini, Chu? Gaya baru?” Tanya Jennie.
Jisoo mengangguk-anggukkan kepalanya, “benar. Luar biasa bukan?” ia memamerkan keindahan pakaiannya pada Jennie.
KAMU SEDANG MEMBACA
ETERNITY [On Going]
Vampiros[JENLISA] Lisa tidak percaya dengan adanya vamphire, dia hanya menganggap bahwa itu semua hanyalah dongeng. namun, seolah Tuhan ingin memperlihatkan kuasanya, Lisa dipertemukan dengan gadis aneh yang meminta pertolongan. akankah Lisa menolongnya...
![ETERNITY [On Going]](https://img.wattpad.com/cover/317220311-64-k195039.jpg)