04. BATTERED

176 35 3
                                        

   “Chaeyoung-ah, seperti apa vampir itu?”

Mendadak serius, kedua orang itu duduk dengan saling berhadapan satu sama lain di sofa.

Lampu ruangan sengaja dimatikan dan keduanya saling bersembunyi dibalik selimut yang sama dan satu cahaya yang berasal dari senter tersimpan di tengah-tengah mereka.

    “Dari apa yang aku lihat di internet, mereka selalu terlihat kedinginan. Itulah kenapa, meskipun pada saat musim panas, mereka selalu memakai pakaian tebal.”

   “Jennie memakai pakaian tebal.” Batin Lisa.

    “Lalu?” ia bertanya pada Chaeyoung, meminta untuk melanjutkan kalimatnya.

    “Mereka tak pernah berani menatap darah, karena saat mereka melihatnya, rasa haus menenggelamkan mereka dan pada saat bersamaan, nafsu mereka meningkat. Mereka memerkosa dan menyedot darah manusia hingga korbannya meninggal. Yah, tapi itu masih rumor saja.”

Keseriusan Chaeyoung menghilang saat dia mengucapkan kalimat terakhirnya dan itu membuat Lisa berdecak sebal. “Yeuu kocak!”

Chaeyoung tertawa beberapa detik dan kemudian. “Akan aku lanjutkan,” katanya dan mereka kembali memasang wajah serius.

    “Saat mereka sudah lama tidak meminum darah, kelopak mata mereka sedikit membengkak dan sedikit kehitaman. Mata mereka menjadi menyeramkan dan mereka mulai menggila.”

Lisa terdiam. Ia kembali mengingat-ingat saat di mana dirinya pertama kali bertemu dengan Jennie. Sebuah ingatan terbesit.

Malam itu, saat dia dan Jennie sama-sama berdiri di bawah lampu jalan yang hampir hilang cahayanya, Lisa melihat sedikit wajah Jennie yang begitu menyedihkan.

Seperti orang yang sedang sekarat dan kelopak bawah matanya hitam.
Mata Lisa lantas menatap Chaeyoung.

   “Mungkin kah, orang yang aku temui itu adalah seorang vampir, Chaeyoung? Dia memiliki ciri-ciri yang kau sebutkan tadi.”

Chaeyoung menatap Lisa dengan begitu serius dan penuh rasa penasaran. “Seperti apa dirinya?” ia bertanya.

Kembali mengingat-ingat, yang Lisa dapatkan adalah kecantikannya, tutur katanya yang lembut dan suaranya yang merdu, juga seksi, dia benar-benar bagaikan seorang Dewi.

    “Apakah dia menyeramkan?” tanya Chaeyoung dan Lisa menggelengkan kepala.

    “Apakah tubuhnya besar dan berotot? Apakah wajahnya suram?” tanyanya lagi dan Lisa masih melakukan hal yang sama; menggelengkan kepala.

Chaeyoung merasa kesal, dia berdecak sebal dan bertanya lagi, “lalu bagaimana sosoknya?!”

Lisa membuka mulut, hendak menjawab. “Dia... Cantik. Dia tidak menyeramkan. Pada saat pertama kali kita bertemu, wajahnya memang suram, tapi itu tidak lagi. Dia benar-benar cantik. Lekukan tubuhnya indah, badannya tidak besar dan tidak berotot. Dia menawan. Suaranya lembut, tetapi selalu terkesan sensual dan seksi. Dia bagai Dewi.”

Semakin dibuat kesal, Chaeyoung menatap Lisa dengan tak percaya. Dia menghela napas panjang dan melepaskan selimut yang menutupi tubuh mereka itu dan mematikan senter.

    “Sudah pasti yang kau temui itu bukan vampir.”

Lisa kembali tersadar, ia menatap Chaeyoung. “Benarkah?” tanyanya.

Si Teman menganggukkan kepala. “Dari ceritamu, dia hanya seperti wanita cantik pada umumnya. Kau hanya menyukainya, ck!”

    “Mungkinkah?” tanyanya dan Chaeyoung tidak mengindahkan pertanyaannya barusan.

ETERNITY [On Going]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang