2 Hari sebelum pernikahan mereka, Shikamaru mengambil cuti, tenang saja, dia sudah terlebih dahulu menyelesaikan apa yang harus dia selesaikan, untuk sisanya dia akan mempercayakan pada sahabat-sahabat nya.
Dan saat ini Dia yang sedang menggendong Shina, ada juga Hinata dan Boruto sedang berdiri di gerbang sekolah Shikadai, mereka sedang menunggu Dai keluar dari gerbang sekolahnya.
"Apa-apaan wajah khawatirmu itu sayang. Haha." Tanya Shika yang merasa lucu memperhatikan wajah lucu Hinata yang sesekali mendongak kan kepalanya berharap Dai muncul dari balik gerbang sekolah.
"Nee.. Shika kun, apakah Dai baik-baik saja? Lihatlah tubuh mereka besar-besar sekali. Bagaimana kalau mereka membully Dai?" Tampang khawatir Hinata membuat Shika tersenyum tipis. Hinata sangat khawatir Dai yang baru berusia 7 tahun tidak menikmati sekolahnya karena keseringan akselerasi.
"Hei..kau lupa kalau ini sekolah milik kakeknya?" Tanya Shikamaru.
"Eh ia..." kekeh Hinata yang baru ingat kalau ini adalah sekolah milik yayasan keluarga Nara. Di tempat ini jugalah dia menghabiskan masa-masa sekolahnya.
"Boruto, jangan lari." Dengan suara tegasnya Shika melarang Boruto yang sedari tadi berlari kesana-kemari mencari keberadaan Dai. Anak itu sangat bersemangat menunggu kakaknya.
Oh ia, Boruto juga telah dimasukkan Shika ke playgroup, mereka kesini setelah menjemput Boruto tadi.
"Aniki....." Boruto langsung berlari kearah Dai, dan memeluk nya sambil melompat-lompat kegirangan.
"Ayo kita pulang Aniki."
"Em." Jawab Dai singkat, namun tangan nya meraih tangan Boruto dan menggenggam erat.
"Hi jagoan..." Sapa Hinata dan Shika berbarengan sambil Hinata mengusap kepala Dai saat Dai dan Boruto telah berdiri didepan mereka. Mereka berjalan beriringan diiringi tawa riang Boruto menuju tempat dimana Shika memarkirkan mobilnya.
"Ayah mau ice cream.." Kata Boruto sambil memasang senyum lebarnya saat Shika kini sudah melajukan mobl nya dengan sangat hati-hati. Ya, Boruto memanggil Shikamaru dengan sebutan 'ayah' sejak Shukamaru bangun dari koma nya dan Shikamaru sama sekali tidak keberatan dengan itu.
"Izin ibu dulu.." Kata Shika sambil fokus nyetir.
"Ibuuuuu" Rengek boruto sambil melibat kearah Hinata.
"Baiklah, tapi satu aja ya." Jawab Hinata sambil menoleh kebelakang. Dia terkekeh dan hatinya menghangat saat melihat tangan Dai dan Boruto masih saling menggenggam.
"Yeyyy..." Sorak Boruto senang.
"Ayah.. berhenti, itu ada cafe ice cream..." teriak Boruto terlalu bersemangat.
"Hahah.." Shika dan Hinata terkekeh melihat keceriaan Boruto.
Shika menepikan mobilnya, namun saat akan membuka sit beltnya Boruto malah berkata.
"Boruto sama aniki saja." Shikamaru menoleh kearah Dai mendengar ucapan Boruto dan Dai mengangguk dengan wajah ngantuknya.
"Baiklah..." ucap Shika sambil kembali mengaitkan sit belt nya.
"Minta duit,, ayah.." kata Boruto namun langsung dipotong Dai.
"Ayo.. Aniki punya banyak duit." Seru Dai sambil menarik tangan Boruto keluar dari mobil. Hinata dan Shika hanya tersenyum memantau Dai dan Boruto yang berjalan sampai memasuki cafe.
"Mereka lucu ya." Kata Shikamaru sambil mengecup tangan Hinata yang baru saja di raih dan digenggamnya.
"Hihihi.. iyah." Jawab Hinata sambil menatap Shika bahagia.
KAMU SEDANG MEMBACA
[End] Its You
Fanfictionhanya tentang hyuga hinata dan nara shikamaru yang bertemu saat mereka sama-sama takut untuk mencintai lagi @credit pada semua pemilik picture yang aku gunakan di book ini tanpa izin.
![[End] Its You](https://img.wattpad.com/cover/365557885-64-k187557.jpg)