Part 25

417 30 3
                                        

"Hei kenapa kau menutup wajahmu"

"Aku malu.."

"Kenapa malu hmmm?"

"Kau menatapku terus."

"Itu karena kau sangat cantik sayang."

"Benarkah?"

"Tentu saja..."

"Kau juga sangat tampan Shika kun."

"Haha, kalau itu memang tidak perlu diragukan lagi.

Hahah, kok aku dicubit."

"Habisnya Shika kun nyebelin."

"Hahah, yaudah maaf."

"Emmm"

"Aku mencintaimu Hinata sayang."

"Aku juga Shika kun."

Hinata merasa geli sendiri dengan percakapannya bersama Shikamaru. Mereka sudah cukup dewasa untuk bertingkah seperti ABG seperti ini.

Setelah sadarkan diri, Shika masih harus dirawat dirumah sakit untuk pemulihan dan observasi.

Mereka baru pulang kerumah keluarga Nara kemaren sore. Dan Shika masih belum melepaskan Hinata sampai pagi ini. Setelah sampai di rumah, Shikamaru langsung memonopoli Hinata, mengurung Hinata bersamanya di dalam kamar setelah menitipkan Dai, Boruto dan Shina ke ayah dan ibunya.

Selama dirumah sakit, Shika tidak mau jauh dari Shina, dia selalu menggendong Shina jika dia tidak sedang istirahat. Tentu saja sambil memperhatikan Dai dan Boruto bermain, terkadang Boruto dan Dai juga naik keatas tempat tidur dan mengganggu Shikamaru dengan celotehan mereka, celotehan Boruto lebih tepatnya, sedangkan Dai malah makin terlihat lebih cool sekarang, sepertinya dia sangat menjaga image nya karena kata Dai dia seorang Big Brother dari 3 orang adik sekarang.

Hinata tidak cemburu kok dinomor sekian kan setelah anak-anak mereka. Karena saat malam tiba, dia adalah satu-satunya yang jadi pusat perhatian Shikamaru karena anak-anak akan pulang bersama kakek nenek mereka.

Shikamaru akan memeluknya sangat erat  sambil mengecup lembut seluruh wajahnya. Mengucapkan kata-kata cinta yang menghanyutkan, menenangkan Hinata dengan semua kata-kata positif saat Hinata menangis hampir setiap malam karena teringat akan rasa takutnya selama menunggui Shikamaru sadar.

Tadi malam saat mereka telah membaringkan tubuh mereka di ranjang milik Shikamaru, seperti biasanya mereka akan saling berpelukan dengan sangat erat.

"Kapan kau menyadari kehamilanmu?" Tanya Shikamaru, ya walaupun mereka sudah bercerita banyak semenjak Shikamaru sadar, namun mereka sama sekali belum pernah membahas kehamilan Hinata. Shikamaru terlalu merasa bersalah untuk bertanya lebih detail.

"Emmm, saat kita masih dikorea." Jawab Hinata sambil mengusap punggung Shikamaru.

"Apakah karena itu kau terlihat sangat pucat dan mood mu seperti gampang berubah?"

"Emm, ia."

"Maafkan aku karena tidak mengingat kapan aku melakukannya padamu."

"Tidak apa-apa Shika kun, aku tidak pernah menyesalinya."

"Apakah aku menyakitimu saat itu?"

"Emm, tapi hanya dibagian kau melakukannnya saat mabuk."

"Maafkan aku sayang."

"Tidak apa Shika kun, asal kau tau malam itu adalah malam yang sangat membahagiakan bagiku. Karena bisa menerima sentuhan dari orang yang sangat aku cintai."

"Benarkah?"

"Hmmm..."

"Kalau begitu mau melakukannya lagi?"

[End] Its YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang