Hinata mondar-mandir di dalam kamar. Dia sedang menunggu Shikamaru yang tak kunjung pulang.
Setelah mereka tiba dirumah tadi, Shikamaru langsung pergi dengan terburu-buru entah kemana dan tidak mengatakan apapun.
Ponsel nya aktif tapi Shika tidak mengangkat telepon darinya yang entah kesekian kali, bahkan pesan darinya pun diabaikan begitu saja.
Hinata telah bertanya pada Ino, dan Ino bilang Shika ada dikantor dan terlihat sangat sibuk. Bukannya Shika udah mengambil cuti?
Hinata sangat gelisah, apalagi dia mengingat kata orang-orang kalau ujian saat akan menikah itu sangat banyak, dia tidak merasakan hal itu saat akan menikah dengan Naruto, tapi kali ini dia merasa memang banyak sekali ujian menjelang pernikahannya dengan Shika.
Dia kembali teringat akan Boruto yang bertemu dengan orang yang mirip Naruto tadi siang. Hinata makin gelisah dan panik. Apakah Naruto benar-benar disini? Apakah Naruto melakukan sesuatu pasa Shika?
Srett..
Hinata mendengar suara pintu kamar didorong, dia berlari kecil sambil tersenyum saat melihat Shika yang muncul dari balik pintu.
"Ada apa?" Resah Hinata dalam hati saat baru saja Shika menahan tangannya yang akan memeluk leher Shika.
Tanpa memperdulikan Hinata, Shika melewatinya begitu saja. Dengan tubuh mematung dan mata berkaca, Hinata hanya memperhatikan setiap kegiatan Shika, dari membuka jam tangan nya dan meletakkan ke nakas, mengganti pakaiannya ke baju rumahan hingga berbaring ditempat tidur membelakangi Hinata.
Hinata mendekati Shikamaru dan duduk disampingnya.
"Shika kun kenapa? Aku ada salah?" Tanya Hinata lembut sambil mengusap punggung Shika. Dia ingin membicarakan semuanya sampai tuntas tentang apa yang membuat Shika menjadi seperti saat ini.
"Aku lelah.." ucap Shika dengan suara pelan sambil menggerakkan badannya seolah ingin mengatakan kalau dia tidak ingin di sentuh Hinata.
"Ayo bicara dulu."
"Tidak ada yang perlu dibicarakan."
"Lalu kenapa kau seperti ini Shika kun." Tanya Hinata lembut.
"Seperti apa maksudmu?" Tanya Shika dengan suara dingin sambil mendudukkan dirinya dan menatap Hinata tajam.
"Ka.. kau kemana aja" Hinata terbata sambil menunduk.
"Apa aku harus melaporkan semuanya padamu?" Hinata menggigit bibirnya, dia sangat bingung kenapa Shika seperti ini.
"Bukan begitu Shika kun, tapi paling tidak kau tidak harus mengabaikanku ku kan? Aku menghubungimu sampai beberapa kali." Hinata masih terus berusaha sekuat tenaga untuk menahan airmatanya untuk tidak mengalir.
"Kau benar-benar ingin tau?" Shika bertanya, memang dia tidak berteriak, tapi dengan suara pelan yang dingin dan tatapan mata yang merah, membuat Hinata menciut ketakutan.
Shika kemudian berdiri, mengambil sesuatu dari saku celana yang dia kenakan tadi yang ternyata merupakan beberapa lembar photo.
"Lihat.." Masih dengan aura gelapnya, Shikamaru melemparkan kumpulan photo itu keatas tempat tidur.
Hinata mematung, tubuhnya bergetar, dia menunduk setunduk-tunduknya, bahkan untuk melihat ujung jari kaki Shika aja Hinata tidak berani. Dia menggigit bibirnya menahan sesak didadanya.
"Hancur.. semuanya akan hancur. Aib yang selama ini kukubur... Hikss, Shika pasti akan sangat membenciku.."
Hinata harus menjelaskan semuanya, tapi mulutnya terasa kaku, dia tidak bisa mengucapkan apapun, bahkan sampai saat Shikamaru keluar kamar meninggalkannya, yang bisa dia lakukan selanjutnya hanya menangis.
KAMU SEDANG MEMBACA
[End] Its You
Hayran Kurguhanya tentang hyuga hinata dan nara shikamaru yang bertemu saat mereka sama-sama takut untuk mencintai lagi @credit pada semua pemilik picture yang aku gunakan di book ini tanpa izin.
![[End] Its You](https://img.wattpad.com/cover/365557885-64-k187557.jpg)