Devil Sister ft. Whitory
Hanya cerita tentang Leona yang menyukai Arthur, kakanya sendiri.
__
⚠️ 17+
⚠️ Hanya fiksi, jangan terlalu diambil hati
⚠️ Dilarang plagiat
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Inget jangan jadi pembaca gelap, wkwkwk
°•°
Libur minggu keempat kkn Leona menemui Genta di cafe milik kakaknya itu. Sekarang, keduanya sudah berada di ruangan khusus milik Genta. Genta yang duduk santai dikursi kerjanya menatap Leona yang sedari datang sampai sekarang hanya diam.
"Kenapa?" tanya Genta akhirnya.
Leona balik menatap kakaknya, "Kak, kalo misalnya gue cuti kuliah dulu, gimana?"
"Lah, tiba-tiba banget. Kenapa lo? Lo udah lagi kkn, tinggal nunggu skripsi aja."
"Gue hamil, kak."
Genta tertawa, "Dih, bercanda lo!"
"Gue serius."
Genta seketika terdiam. Pikirannya mendadak kosong, lelaki itu berusaha mencerna apa yang Leona ucapkan.
"Gue hamil, udah delapan minggu. Bayi nya kembar."
"Arthur?"
"Iya, anak Arthur."
Genta langsung menyandarkan tubuhnya pada kursi, memijit pelipisnya karena kepalanya juga mendadak pusing.
"Lo tau lo hamil, kenapa lo bisa sesantai ini sih!" omelnya.
"Ini ujung dari kebodohan lo, lo ngerugiin diri lo sendiri. Terus Arthur mau tanggung jawab kan?"
"Mau, tapi gue nolak."
"Tolol! Lo bodoh! Kenapa gak mau, Leona! Dulu lo ngejar dia, rela ngasih badan lo secara cuma-cuma, sekarang saat lo hamil kenapa lo gak mau dia nikahin!"
"Karna gue gak mau nikah sama orang yang cinta gue."
"Gak usah mikirin cinta kalo udah kaya gini ceritanya! Pikirin gimana diri lo dulu! Mau lo jadi bahan hinaan karena hamil tanpa suami!"
Leona menunduk, "Gue suruh lo gak terlibat dengan Arthur itu sebelum lo makin jauh sampe hamil begini, kalo sekarang lo udah hamil dan lo baru milih buat jauhin dia, lo emang beneran tolol!"
Setelahnya, Genta berjalan keluar dari ruangannya. Meninggalkan Leona sendirian. Genta takut makin emosi dan mengata-ngatai Leona lebih dari tadi.
Genta memilih untuk mendatangi Arthur ke penthouse. Dan kebetulan, Arthur memang ada disana, Edwin juga sedang datang berkunjung.
"Gue mau bahas ini dari lama, cuma baru sempet sekarang."