Devil Sister ft. Whitory
Hanya cerita tentang Leona yang menyukai Arthur, kakanya sendiri.
__
⚠️ 17+
⚠️ Hanya fiksi, jangan terlalu diambil hati
⚠️ Dilarang plagiat
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Di part sebelumnya, emosi kalian kerasa bgt wkwkwk
°•°
Kejadian sebelum Leona masuk rumah sakit.
Club malam.
Tempat itu benar-benar Leona datangi. Tanpa pikir panjang, perempuan itu masuk ke dalam. Suara berisik dari musik yang dimainkan oleh seorang disc jokey juga lampu kelap-kelip yang seketika membuat kepala pusing adalah hal pertama yang menyambut Leona.
Leona memilih duduk di kursi depan bartender. Memesan segelas wine, Leona langsung menegaknya sampai habis. Tidak cukup satu gelas, Leona meminum minuman itu seperti dia sedang meminum air putih.
Sampai hampir satu jam disana, Leona sudah kehilangan kesadarannya. Dengan ponsel yang terus berdering, Leona abaikan begitu saja. Perempuan itu meracau tidak jelas. Menggumamkan banyak kata bahkan sampai kembali mengeluarkan air mata.
Leona kembali menangis disela kesadaran dirinya yang berangur hilang. Juga, dengan nyeri diperutnya yang semakin lama semakin terasa.
"Mbak!" seorang bartender berusaha menepuk tangan Leona agar perempuan itu sedikit sadar.
"Handphone nya bunyi terus mbak." katanya lagi.
"Lepasin gue, gue gak mau lo sentuh!" Leona menepis tangan bartender itu.
"Gue jijik sama lo, Arthur!"
"Gue benci sama lo, hiks."
"Sakit!" rintih Leona pelan sambil memegang perutnya.
Leona menelungkupkan kepalanya. Dengan ponsel yang kembali berdering, akhirnya bartender itu menjawab panggilan masuk tersebut. Karena Leona datang sendirian, bartender itu takut akan ada yang memanfaatkan kondisi Leona apalagi perempun itu setengah sadar sekarang.
"Hallo, Na, kemana aja? Kenapa baru jawab telepon gue?" tanya orang diseberang telepon yang ternyata James.
Dari suaranya, lelaki itu terdengar sangat panik. Ya bagaimana tidak, Axel malam-malam menghubungi dirinya, menanyakan apakah Leona ada bersamanya atau tidak. Ditambah sedang hujan deras sekarang, James sangat khawatir.
"Maaf mas, saya gak sopan jawab telepon dari mas."
"Loh, ini siapa? Dimana Leona?"
"Saya bartender di Amatera Club. Mbak nya mabuk, mas. Mas bisa dateng jemput kesini, kasian."
"Club malam? Oke nanti saya kesana. Tolong dijagain dulu mas, jangan smpe dia kemana-mana." pinta James.
"Baik mas."
Sambungan diputus. Ponsel Leona kembali diletakkan disamping perempuan itu.
Sambil menunggu James yang akan menjemput Leona. Bartender itu kembali melanjutkan pekerjaannya. Sampai tidak sadar bahwa Leona sudah pergi meninggalkan club malam tanpa sepengetahuan bartender itu.