*****
HAPPY READING
DON'T FORGET TO VOTE
!!!
Raka terbaring dengan pandangan lurus keatas, lampu besar ruang operasi sangat menyilaukan namun entah mengapa rasanya sangat tenang disana. dingin terus menusuk kulit mulus miliknya, Raka tidak pernah mempunyai bekas luka namun bukan berarti Raka tidak merasakan sakitnya luka.
dia bahagia saat tau akan berpindah ke tempat baru namun bohong juga jika Raka tidak sedih.
Raka tau jika keputusan yang di ambilnya ini membuat banyak orang kecewa terutama reja jika remaja itu tau dan itu alasan Raka tidak menemui reja sejak seminggu lalu.
memikirkan reja membuat Raka tersenyum kecil, 'eja nyariin aka ga yaa?'
telinga Raka mendengar suara langkah mendekat, tanpa menoleh Raka melirik sebentar.
itu Wildhan.
lelaki paruh baya itu berjalan kearah Raka yang terbaring, senyum kecil Raka berikan padanya sebagai sambutan.
"gimana perasaan kamu Raka?" ujar Wildhan yang sudah berdiri di samping branker Raka, "kamu menyesal dengan keputusan kamu?"
senyuman Raka masih terpatri disana, Wildhan tau walau bibir itu tersenyum namun ada kesedihan mendalam di matanya yang terpancar jelas.
"saya tidak menyesal pak Wildhan, saya bahagia"
bahagia? benarkah itu kebahagiaan?
"sebentar lagi saya akan bertemu ibu" Raka menghela nafas sebentar sebelum melanjutkan ucapan nya.
"saya berterimakasih sama bapak udah mau baik bantu saya ketemu ibu, ini waktu yang saya tunggu sejak 11 tahun lalu pak. ibu janji bakal jemput saya dan saya tunggu ibu, tapi sepertinya ibu terlalu sibuk diatas sana jadi biar saya aja yang dateng ke ibu" lanjut raka yang kini kembali meluruskan pandangan nya kearah lampu besar diatas sana, seolah objek yang di bicarakan ada di depan nya.
"saya juga mau berterimakasih sama bapak udah rawat kakak dengan baik, kakak sekarang udah jadi orang hebat dan saya bangga. bapak orang paling baik yang saya kenal setelah Bu Sofiah dan reja. mungkin tanpa bapak kakak dan ibu akan mengalami kesulitan seumur hidup"
"terimakasih juga bapak sudah setuju untuk menjadi donatur tetap panti Bu Sofiah, semoga bapak bisa menepati janji bapak seperti saya menepati janji saya pada bapak"
"setelah ini mata saya tidak akan terbuka lagi, saya minta tolong untuk carikan seseorang yang bisa menggantikan saya melihat. saya ingin mata saya tetap bisa digunakan oleh orang yang membutuhkan"
"ginjal saya masih bersih kan dari hasil pengecekan Minggu lalu, tolong berikan juga bagi orang yang membutuhkan. saya ingin bisa bermanfaat untuk orang lain walau saya sudah tidak ada di dunia ini pak"
helaan nafas kembali Raka hembuskan, merasakan sisa sisa waktu terakhirnya. entah kenapa kesedihan mulai merayap dalam hatinya, beberapa kenangan tiba-tiba berputar di otaknya.
kenangan tentang apa yang sudah di lakukan bersama reja, waktu yang di habiskan bersama remaja itu adalah waktu yang panjang.
kenangan tentang Bu Sofiah yang menjadi figur ibu untuknya, kenangan bersama anak-anak di panti serta kenangan bersama teman-teman sekolahnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
RAKA [ENDING]✓
Historia CortaWARNING!!! SHORT STORY BROMANCE A LITTLE BIT TO BXB, LOKAL AREA! JANGAN BACA JIKA TIDAK SUKA ATAU BUKAN GENRE YANG ANDA INGINKAN. CERITA MURNI MILIK SAYA, PLAGIAT DIHARAPKAN MENJAUH. Yang Raka tahu ibunya menitipkan nya di panti asuhan, yang Raka...
![RAKA [ENDING]✓](https://img.wattpad.com/cover/348635845-64-k139860.jpg)