Informasi yang di dapat dari om Ian membuat semua anak anak terkejut pasti nya.
Mereka panik, sekaligus takut.
Dan sekarang mereka sedang di perjalan menuju ke rumah sakit yang di bilang Om Ian.
Hanya ada suara isak tangis Wilson yang duduk di sebelah Tian.
Gak ada yang berbicara, muka mereka juga menunjukkan ekspresi takut.
Takut akan kehilangan lagi.
"Bang, Wilson takut" Ucap nya pelan namun masih bisa terdengar oleh Tian.
"Gapapa, ayah pasti gapapa" Ucap Tian sembari memeluk Wilson.
"Ayah kuat kan bang?" Tanya Wilson.
"Iya ayah kuat, ayah bakal sehat lagi dan main sama kita" Jawab Tian.
Samuel pun tak tau harus bagaimana, ia ingin menangis juga sekarang.
Samuel sama sekali tak tau harus berbicara apa, untung menenangkan Wilson pun rasa nya tak bisa.
Ia juga takut.
Leon yang duduk di sebelah Julian juga tampak khawatir akan kakak nya itu.
Tatapan nya kosong.
Entah apa yang ia pikirkan sekarang.
"Kak lian, kakak gapapa?" Tanya Leon.
Tak ada respon dari Julian ia hanya diam menghadap ke depan.
Leon yang melihat itu hanya bisa pasrah. Tak mau mencoba lagi ia takut malah memperburuk suasana.
"Bang Chad, masih lama?" Tanya Tian.
"Sebentar lagi sampai" Jawab Richard.
Tak lama mereka datang di sebuah gedung besar.
Rumah sakit.
Mereka jarang ke sini, Dan tak berharap akan kesini karena berita buruk seperti ini.
Richard memarkirkan mobilnya.
"Ayo turun" Ucap Richard.
Mereka turun dari mobil dan memasuki Rumah sakit itu.
Disana sudah ada om Ian yang menunggu di luar.
"Om Ian" Panggil Samuel.
"Akhir nya sampai kalian, ayo keruangan ayah kalian, Ayah kalian masih di urus sama Dokter" Ajak Om Ian, William Aldian Om dari keluarga Ayah.
"Om, kenapa bisa Ayah kecelakaan? Bukan kah ayah di antar supir?" Tanya Tian.
"Saingan bisnis ayah kalian yang membuat kecelakaan itu" Jawab Om Ian.
"Mereka ingin menghancurkan Perusahaan ayah kalian tetapi itu sangat susah jadi mereka berniat untuk menyingkirkan ayah kalian saja" Jelas Om Ian.
"Sialan" Umpat Richard pelan sembari mengepalkan tangan nya guna untuk menahan emosi nya.
"Kenapa.. Kenapa ada orang yang sejahat itu om?" Tanya Wilson sembari menatap ke arah lantai dan suara nya yang sedikit bergetar.
"Banyak orang seperti itu Wilson, mereka begitu karena iri dan lama lama rasa iri itu semakin besar dan membuat mereka kehilangan akal" Jawab Om Ian.
Mereka sudah sampai di depan ruangan Zayan.
"Duduk dulu, kita tunggu apa kata dokter nanti" Ucap Om Ian.
Mereka duduk di kursi yang ada sembari berdoa dalam hati meminta keselamatan bagi sang Ayah.
"Julian izin keluar sebentar" Ucap Julian.

KAMU SEDANG MEMBACA
Alkaezar daily life
Randommenceritakan tentang keseharian Zayan Alkaezar dan anak manusia bin biadab yang mulut kalo ngomong suka asbun dan gak tau malu. "eh kalo di pikir pikir, emak lo pada nikah sama bapak lo Kenapa yak?" ucap Julian "gue juga heran bang, Bokap pendek, s...