36.

995 161 20
                                    

1 BULAN BERLALU....



Freen dibuat pusing oleh michelle yang terus mencari celah untuk mendekatinya lagi dan paling membuatnya semakin tambah pusing lagi becky merengek meminta untuk program hamil, dia ingin sekali punya bayi terlebih dia selalu mengirim artikel tentang program Fertilisasi In Vitro (IVF) timbal balik dengan cara melakukan sperma donor dan artikel-artikel lainnya bahkan video-video bayi begitu juga cara melakukan program hamilnya seperti apa juga dikirim semuanyaaa, freen sebenarnya tau semua artikel itu karena dia juga ingin sekali punya keturunan, becky ingin hamil dan dia mantap sekali untuk dirinya saja yang mengandung karena peran ayah disini memang dominan di free yang tegas, bertanggung jawab bahkan mencari nafkah, ada ketakutan tersendiri didalam freen dia tidak ingin becky merasakan sakit dan tidak enaknya hamil, itu yang membuatnya dilema,

Seperti malam ini sebelum tidur becky sedang merayu freen untuk segera melakukan program dengan cepat, mungkin biayanya memang tidak murah tapi apa sih yang tidak mungkin untuk freen kalau hanya mengeluarkan uang ratusan juta juga tidak masalah kalau itu membuat becky bahagia, toh uangnya juga tidak akan habis.

"Ayolah kak" rengek becky memeluk tubuh freen dari samping

"Nanti ajalah dek, kita nikah juga masih hitungan baru emang gamau happy-happy nikmati masa-masa berdua dulu"

"Tapi adek mau punya anak kak!!!!"

"Yaaa sabar sayang pasti kok itu, tapi nanti dulu"

"Kakak gamau punya anak sama aku... iya!"

"Bukan begitu sayang... itu impian terbesar kakak, punya anak dari adek cuma nanti dulu... prosesnya panjang sayang terus hamil juga tidak semudah itu"

"Adek udah siap!" Ucap becky mantap

'Gue yang belum siap anjir! Hadepin satu bocil ini aja bikin pala gue mau meledak! Ini mau ditambah bocil lagi! Sumpah tua mendadak yang ada gue!' Gumam freen menjerit dalam hatinya

"Nanti kita bahas lagi yaaa sayang, kakak mau manja-manjaan sama adek"

Becky menjauh dan memunggungi freen karena permintaannya tidak disetujui, freen menghela nafas panjang karena dia tau kalau becky sedang ngambek,

"Sayang" ucap freen memegang bahu becky

"Gamau! Aku mau tidur"

"Dek... kakak bukannya gamau, cuma kakak tuh gamau adek capek, kerepotan gitu loh"

"Kan aku udah bilang kalo siap! Mau secapek apapun dan serepot apapun bakalan aku jalani! Itu anak aku! Anak kamu juga!"

"Bahasnya nanti lagi yaa sayang"

"Tau!" Ucap becky ngegas

Becky benar-benar keras kepala sekali dan kali ini freen tidak bisa berbuat apapun, nantilah dia cari dokter terbaik disini yang bisa melakukan program hamil,


Saat freen mulai terlelap becky tiba-tiba saja terbangun dan memang dia tidak akan tidur nyenyak kalau tanpa memeluk freen, dia pun membuang gengsinya dan perlahan medekat menempel ketubuh freen yang tengah terlentang dengan tangan keatas, becky memeluk perut freen dan mendusel ke ketiak mencari kenyamanan disana,

Freen terbangun dan tersenyum melihat becky yang seperti anak kucing, becky merebahkan kepalanya dilengan freen kemudian si pemilik tubuh pun menghadap kesamping dan memeluknya,

"Maafin adek" desis becky

"Stttt... udah, bobo yaa sayang" ucap freen mengusap punggung becky lembut

"Adek gabisa bobo kalo gak diusap sama dipeluk kakak"

"Iyaaa sayang... ini kakak usap sama kakak peluk, jadi sekarang bobo yaaa sayangku"

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: 4 days ago ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

My Bocil🤍Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang