20

3.8K 304 32
                                        

vote 300 baru lanjut











































































di keadaan William yang masih merasakan kekesalan karna bergulat dengan pikirannya sendiri, ia mencoba menahan emosinya,saat ia akan melangkahkan kakinya untuk kembali ke kamar ia menangkap sosok Kei yang tengah menangis dengan samar.

"mengapa kei menangis" batin William.

William berjalan mendekat kearah kei dengan jalan yang begitu tenang, ia menyentuh rambut Kei yang berantakan

"kenapa menangis? apa kau bermimpi buruk lagi?" seru William yang tak di jawab oleh Kei, Kei benar-benar merasa lelah dengan segalanya

apakah ia tak pantas mendapatkan kebahagiaan? apakah salah bila ia sedikit egois? kei bergulat dengan pikirannya tanpa memperdulikan William yang kini duduk berhadapan dengan kei yang tengah menutup mukanya

sedari kecil hingga sedewasa ini Kei tidak pernah benar-benar merasa ia mendapatkan kebahagiaan, justru kebaikan yang ia lakukan selalu diremehkan, tidak pernah ada yang namanya penjahat didunia ini, segalanya tergantung oleh pemikiran dan lingkungan,bolehkah kali ini ia memilih menyerah dengan melepaskan William yang sudah membuat hatinya terluka?

kei mendongak menatap William, Kei mencermati wajah William, bahkan setelah apa yang dilakukan oleh William kepada Kei baik dimasa kini atau lampau William seolah tak merasakan penyesalan, yang Kei dapati hanya sebuah mata penuh akan emosi dan kobaran api, William hanya pandai membuat ekspresi bukan berarti mata tak membohongi

kei menangkup wajah William dengan tangan kecilnya, ia menyatukan dahinya dan dahi milik William, ia tersenyum dengan air mata yang kini perlahan kembali mengalir

"aku sudah lelah liam, ayo akhiri ini semua.." ucap Kei dengan perasaan campur aduk, apakah ia memilih jalan yang benar? atau justru jalan menuju kesalahan yang fatal?

William terdiam, sedari tadi ia sudah emosi dan kini ucapan Kei makin membuatnya emosi

William menampar pipi Kei dengan keras hingga sudut bibir kei mengeluarkan darah

"sudah? biar ku jelaskan di detik ini juga Kei, entah berapa meter kau mencoba lari dariku aku akan mengejar mu, entah seberapa pindai dirimu bersembunyi dariku aku juga kuat apabila harus mencari mu, entah seberapa gigih pendirianmu yang mencoba untuk meninggalkanku maka aku juga akan gigih dengan pendirianku untuk tak melepaskan mu, paham?"

sekali lagi Kei hanya bisa tersenyum dan menunduk, ia tahu apa konsekuensi bila ia menentang omongan William

"William pernahkah kau memahami ku?"

"dan Kei pernahkah kau memahami ku?"

kei terdiam, sesaat ia mencerna kalimat yang dilontarkan William, apa yang harus dipahami dari sikap William yang selama ini jahat kepadanya??

The begin of everything
POV William

kali pertama aku melihat sosok kecil dengan paras yang manis tengah menangis dibawah pohon Cemara di taman bermain saat itu, ia adalah kei

diusia sedini ini William mulai mengenal apa arti cinta karna sosok Kei, anak yang dilihatnya di taman yang tengah menangis seorang diri.

William kecil berjalan mendekat ke arah kei kecil yang tengah menangis dalam diam, William menepuk bahu kurus kei

"apa kamu baik-baik saja? apa kamu diganggu anak yang lainnya??" ucap William kepada kei, kei mendongak menatap orang dihadapannya, ia tak mengenal nya, kei benci dengan orang yang seolah akrab dengannya

"tidak, tolong pergi dari hadapanku, aku ingin sendirian" ucap kei dengan mata memerah
William yang memang sedari kecil memiliki sifat yang pemaksa ia tanpa ragu memaksa mengambil tangan kecil kei yang kei gunakan untuk menumpu kepalanya.

William memberi permen rasa melon kepada kei, melihat permen itu kei tersenyum dengan ceria

"apa ini untukku!!" ucap kei dengan begitu gembira seolah ia telah mendapatkan sebuah harta Karun

"tidak" ucap William yang langsung membuat kei kembali murung

"aku akan memberikan permen ini kepada mu jika kamu mau berteman denganku dan memberi tahu kenapa kamu menangis!!" ucap William dengan spontan yang langsung di angguki oleh kei

"aku keii!! akuu keii!! kamu siapaa??"

"aku William,panggil aku William tampan! maka aku akan memberikanmu permen!"

"Liam tampan ayo berikan permen yang tadi kamu janjikan!!!"

alis William berkerut seolah kebingungan

"siapa Liam? aku menyuruhmu memanggilku William bukan Liam!!" ucap William tak terima

"wleoliam weliam, entah apa itu!! itu nama yang rumit, aku akan memanggilmu Liam itu lebih bagus" seru kei yang membuat William mematung ia semakin suka dengan cara tingkah laku kei yang dimatanya begitu menggemaskan

"oke oke, aku akan memberikan mu permen, tapi masih ada satu lagi yang harus kamu jawap ingatt"

"yaa! yaa!! aku akan menjawabnya apa ituu"

"kenapa kamu menangis??"

kei tersenyum kecil

"beberapa hari yang lalu saat aku pulang sekolah aku menemukan seekor kucing yang begitu cantik, aku membawanya pulang, namun ia memecahkan vas bunga yang mahal milik ibu, ibu begitu marah dan memarahi pelayan yang disana, aku mencoba membela para pelayan itu namun ibu malah berfikir jika aku yang memecahkannya, aku mencoba membela diri dengan mengatakan yang sebenarnya, jika kucing putih itu yang memecahkannya tapi ibu tidak percaya dan kini aku diusir dari rumah" ucap kei panjang lebar dengan menggaruk rambutnya yang yang tak gatal

William hanya bisa terdiam dengan cerita milik kei.

"oke, ini permen milikmu jangan menangis lagi okee??"

"okee!!"

POV William end

semenjak kejadian itu, pikiran kei terguncang, ia merasa takut akan kehilangan dan rasa trauma yang melekat pada kenangan pahit dimasa kecilnya

faktanya Deon dan Orang orang yang terlibat dalam ruang imajinasi kei hanya lah imajinasi kei yang merasa takut jika William akan meninggalkannya, walaupun William begitu keras kepala, posesif dan begitu angkuh, ia tak akan tega melukai kei yang ia cintai sedari dulu,tak peduli bagaimana orang lain memandang kei, William akan tetap mencintai Kei, karna baginya kei adalah segalanya.

Namun akhir-akhir ini kondisi Kei semakin tak terkontrol bahkan, sering kali kei mencoba melaporkan William ke kepolisian dengan laporan yang tak masuk akal. namun William tetap bertahan karna tak ingin kehilangan keinya.

TBC.

Vote plisjh, vote 300 baru maw lanjut🤭🤭🤭, see u next time all💫💫

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Mar 09, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

tired [BL]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang