19 | The Salvation

1.1K 112 101
                                        


/music that plays
in this part/

◇.◇.◇
_________________________

19. THE SALVATION

Ereki bersama dua orang yang mengawasi Sarada sebelumnya terkejut mendengar suara tembakan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Ereki bersama dua orang yang mengawasi Sarada sebelumnya terkejut mendengar suara tembakan. Tubuhnya membatu selama beberapa saat, mencoba memahami situasi yang terdengar buruk sampai suara tembakan selanjutnya kembali menarik Ereki pada kesadaraannya.

Tangan Ereki terkepal kuat. Kerutan dalam wajahnya semakin terlihat, terutama diantara lekuk matanya. Pria tua itu menggeram marah. "Sarada!"

Sialan.

Suara tembakan itu pasti berasal dari kamar Sarada. Hanya dia yang mampu melakukan hal-hal nekat di tempat ini. Jalang yang Ereki besarkan sudah menjadi seorang pemberontak keras kepala. Tidak ada gadis kecil bodoh yang selalu menurut padanya.

Andai saja saat itu Karin tidak melarikan diri dari penjara. Andai saja Ereki membunuh Karin lebih awal. Sarada tentunya tidak akan pernah bertemu dengan wanita itu dan menjalankan alur kehidupan yang sudah Ereki buat. 

"Pergi, pastikan perempuan itu kembali ke kamarnya!" Dua orang di dekatnya sedikit membungkuk dan pergi dari ruang pribadi Ereki menuju sumber dari kekacauan yang terjadi.

Ereki kembali ke tempat duduknya. Ia tidak berniat mendatangi Sarada. Meskipun perempuan itu berhasil ke luar dari kamarnya. Melarikan diri dari bungker ini adalah hal yang mustahil. Sarada hanya akan berakhir terjebak disalah satu ruangan dan bersembunyi dari pengawal yang mencarinya. Dia seorang diri walaupun memiliki senjata ditangannya, melawan pengawal terlatih bukan pilihan yang bagus.

Saat keheningan  berlanjut diruangannya, ada sebuah perasaan aneh. Ereki melirik jarum jam yang bergerak tiap detik. Semakin mengamatinya, terdengar suara jentikan jarum jam yang terasa mendominasi di ruangan ini. Ereki bergerak gusar dalam duduknya.

"Ada yang tidak beres," gumam Ereki. Merasa gelisah seperti ini, Ereki menarik laci mejanya dan mengeluarkan pistol.

Pria tua itu memutuskan berdiri. Tepat saat tangannya menarik knop pintu, sebuah benda kecil mendarat di hadapannya. Belum sempat Ereki berpikir, benda kecil itu meledak mengeluarkan asap tebal yang menggangu indera Ereki.

Keributan lebih besar terjadi dalam bunker itu. Bom asap menyebar di sepanjang lorong, menutupi indera penglihatan. Para pengawal Ereki langsung bersiap begitu mendengar suara derap langkah asing mendekati mereka.

"Penyu---"

Belum selesai pengawal itu berbicara, tubuhnya sudah terbujur kaku di lantai dengan darah yang terus keluar dari kepalanya. Lusinan peluru pun mulai menyerang mereka satu persatu, membuat suara tembakan bergema di lorong itu berkali-kali. Karena pandangan terbatas, orang-orang Ereki itu dengan asal menembak ruang kosong sebagai sedikit perlawanan.

My Lady Voice [Boruto x Sarada]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang