20 | Ruthless

1.7K 111 129
                                        

🎵Chris Grey - Make the Angels Cry🎵
. . .

/music that plays
in this part/

___________________________

20. RUTHLESS

 RUTHLESS

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

◇.◇.◇
_________________________

Sulit dipercaya Boruto membawa Sarada pulang ke apartemennya. Mengingat beberapa bulan yang lalu pria itu berusaha menahan Sarada di pulau miliknya. Meski terdengar  terlalu percaya diri, Sarada yakin Boruto tidak akan melepaskannya begitu saja. Entah apa yang membuat  pria itu tertarik mendekatinya, menurut Sarada tidak ada sisi mana pun yang spesial darinya.

"Buatkan aku minum."

Sarada mendelik pada seseorang yang baru saja duduk di sofa. Ingin sekali  Sarada mengusir pria gila ini. Namun, tidak Sarada pungkiri jika Boruto kembali menyelamatkannya dari Ereki. Walaupun hanya sebatas membawanya keluar dari tempat itu, karena dari awal Sarada sudah bisa membebaskan diri.

Tanpa berdebat maupun bertanya, Sarada memasuki dapur. Membuatkan pria itu secangkir kopi secara instan, ia sedang malas meracik dan ingin secepatnya Boruto pergi dari sini.

"Kenapa buru-buru sekali?"

Sial.

Sarada hampir saja menumpahkan air panas, terlalu terkejut dengan kedatangan Boruto.

Suara langkah di belakangnya semakin mendekat. Sampai Sarada merasakan sedikit suhu panas pada punggungnya.

"Buatkan kopi tanpa gula." Bisikan Boruto terdengar jelas di telinga kanan Sarada.

Sarada bergeser ke samping, cukup canggung. Ia ingat hal apa yang terjadi saat Boruto dan dirinya bertemu terakhir kali di dapur, mereka berakhir masuk ke dalam kamarnya. Boruto yang menggendong Sarada, mencumbu Sarada dengan kasar dan berbagai sentuhan liar lain dibuat oleh Boruto. Mengingat semua itu cukup membuat Sarada meremang sekaligus malu.

"Kau mendengar ku?" Sebuah suara rendah menginterupsi perhatian Sarada sehingga bahunya sedikit tersentak.

Ia melirik Boruto yang berada di sampingnya dan mengangguk. Gadis itu mengambil gelas kembali, kemudian membuka lemari rak diatas. Sedangkan Boruto kembali ke ruang tamu.

"Apa masalahnya?"

Bukan karena peduli dengan Boruto, namun Sarada merasa aneh dengan sikap Boruto sejak mereka dalam perjalanan. Maksudnya, sikap pria itu tumben-tumbenan sekali menjadi sangat tenang, tidak berbuat macam-macam. Jika tidak suka ikut ke apartemennya, Boruto bisa menyuruh anak buahnya untuk pergi ke tempat yang dia inginkan. Tidak ada juga yang menyuruh pria itu menyelamatkannya jika tidak ingin.

My Lady Voice [Boruto x Sarada]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang