Selama lima tahun ini, hidup Sarada telah mengalami perubahan karena kejadian-kejiadian traumatis dimasa lalu. Kehidupan mewah sebelumnya ternyata hanya topeng yang sedang mencoba memperbudak nalarnya. Sarada berusaha keluar dari lingkaran itu dan m...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Hujan masih turun dengan deras pada malam ini, mendera pepohonan tinggi dan rumput-rumput liar. Udara semakin dingin tak kala angin berhembus kencang. Meskipun cuaca dalam kondisi buruk, gubuk kayu dengan atap dari jerami berdiri di tengah-tengah hutan terlihat tidak goyah.
Gubuk itu cukup besar untuk seukuran bangunan yang berada di kedalaman hutan. Akses jalan yang terbatas dan jalur berbahaya untuk sampai ke tempat ini menjadi sebuah keajaiban berdirinya gubuk itu.
Sisi misterius gubuk itu pun terasa begitu pekat, terkesan menakutkan bagi orang yang mempercayai cerita hantu akan menganggap jika penghuni gubuk itu adalah sosok tak kasat mata. Namun saat petir menyambar langit, bayangan-bayangan hitam terlihat sekilas berjalan mendekati gubuk itu.
Jelas bukan hantu atau sosok gaib lainnya. Karena mereka menghidupkan pencahayaan pada senjata api yang telah terpasang setelah berada dekat dengan gubuk itu membuat bayangan-bayangan hitam sebelumnya terlihat jelas. Seseorang berpakaian serba hitam lainnya keluar dari dalam gubuk untuk menghadap pada orang yang paling disegani sekaligus ditakuti dalam kelompoknya.
Dia hanya bicara beberapa kata sambil menyesuaikan kecepatan langkah atasannya yang tidak berniat berhenti atau sekedar mendengarkan informasi yang ia berikan.
Sudah ada beberapa orang yang menyambutnya di dalam. Mereka memasang pencahayaan walaupun tidak banyak, sehingga terlihat remang-remang.
Pria dengan aura kesombongan dan ketampanan tidak terbantahkan itu hanya terfokus pada tubuh ringkih yang tengah tengkurap ditanah. Ia tidak peduli meski slim fit hitam berlengan panjang miliknya basah. Yomu-bawahan setia Ereki berhasil tertangkap setelah perlarian yang cukup menyita waktunya sampai ia harus turun tangan untuk menangkap anjing Ereki itu.
"Wow, you're the best survivor, right?" Sudut bibir Boruto sedikit tertarik ke atas, ada sisa noda darah yang luntur diwajahnya.
Dalam pengejaran ini, Yomu tidak bergerak sendiri. Ia bersama anak buah Ereki lain yang berhasil kabur dari pengepungan dalam bungker terus-terusan menghadang Boruto dan kelompoknya. Meskipun begitu Yomu berhasil ditangkap oleh anak buahnya yang berpencar. Sedangkan Boruto harus melenyapkan setiap orang yang menyerangnya, karena itu Boruto sedikit terlambat datang ke gubuk ini.
"Aku penasaran, tempat apa yang ingin kau datangi sampai masuk ke dalam hutan." Boruto menarik senjata api pada harness yang melingkar di dadanya, ia mengganti magasin yang kosong dengan magasin baru.
"Mencari tempat perlindungan?" Slide pada senjata apinya pun ia tarik sampai terdengar suara peluru masuk ke dalam larasnya. Suara itu membuat suasana disekitar semakin tegang.