A/N : Versi PDF Under His Control (full sampai ending) bisa kalian pesan di WA : +62 858‑6347‑4083. Selain itu, bisa dibeli juga di Google Play Books dan dukungan Karya Karsa (@iamtillyd)
***
Lima bulan kemudian...
"You good?"
Alessio menatap bayangan dirinya di cermin dan membalas senyuman istrinya, Perlita Gattani, di balik bayangan wanita itu. "Yeah, i'm good. Sangat lelah, tapi sedikit."
"Bagaimana bayi kita hari ini?" kekeh Alessio seraya mengusap perut Perlita. "Seharusnya aku memaksamu untuk tetap duduk."
Perlita tertawa kecil. "Alex, aku harus menyapa mereka. Terutama keluargamu, sahabatmu juga, mereka harus mengenalku sebagai istrimu."
Alessio tersenyum miring. "Mereka tahu kau adalah istriku, Perry."
Alessio melepaskan tuksedonya. Ia melihat Perlita telah berganti pakaian dengan piyama dan duduk di pinggiran ranjang. Perlita tersenyum, tapi Alessio hanya mengusap pipinya. Setelah mengecup kening wanita itu, Alessio memutuskan untuk izin keluar beberapa saat untuk merokok.
Tidak di balkon. Itu bisa saja dia lakukan, tapi Alessio membutuhkan tempat yang cukup jauh dari Perlita, demi bayi mereka—usia kandungan Perlita telah memasuki nyaris lima bulan. Alessio menyusuri lorong kediaman keluarga kakaknya, Silvestre Gattani dan berniat untuk duduk di taman bawah. Namun pandangan Alessio terpaku pada kamar keponakannya dan ia akhirnya melangkah masuk ke sana.
Harum vanilla memenuhi hidung Alessio, tapi nyatanya hal itu hanyalah ilusi. Tidak ada lagi harum itu; tawa yang terdengar, senyuman yang terlukis, decak kegirangan dan tubuh mungil yang berlari ke arahnya. Kamar itu tampak dingin. Seluruhnya senyap dan tidak ada kehangatan yang membuktikan bahwa kamar itu berpenghuni.
"Uncle Alex, uncle mau menikah denganku 'kan?"
"Gia, itu tidak mungkin terjadi. Kau harus menemukan pangeranmu, okay?"
"Tapi uncle Alex seperti pangeranku. Seperti Annie, dia punya pangerannya juga. Kita sama-sama suka dengan cerita pangeran..."
"...Uncle menikah denganku, ya?"
"Oke, untuk lima menit saja."
Alessio mengusap pelan sisi ranjang Gianna yang terasa dingin. Tanpa sadar pandangannya berubah sendu. Sentuhan Alessio lalu turun pada sisi lain dan tiba-tiba ia menangkap sebuah kotak yang mencuat di bawah ranjang. Kening Alessio berkerut, ia lalu menarik benda itu mendekat dan membukanya.
Diary milik Gia.
"Gia?" bisik Alessio tanpa sadar.
Alessio membuka halaman pertama, kosong. Jemarinya yang bergerak terlalu cepat membawanya ke halaman tengah dan sesuatu terjatuh di balik halaman itu—tepat di kakinya.
"Dear diary...
Seandainya dia ingat dan dia sadar, tapi aku tidak akan memaksanya untuk melihatku jika dia memiliki kebahagiaannya sendiri.
Aku akan menjadi pemeran jahat, bukan putri yang akan memberikannya kebahagiaan jika aku mengatakannya. Tampaknya, awalnya aku ingin egois ... aku ingin memilikinya untuk diriku, dan ketika kami ... well, aku malu mengatakannya—tapi dia tidak sadar kala itu kan?
Satu bulan, aku menghitung dengan jari. Kukira aku hanya berkhayal, tapi yeah garis dua itu tidak berbohong. Tapi aku yang berbohong sekarang.
Jika aku memiliki kesempatan, dan dia bukan milik orang lain, aku akan berkata; "Uncle Alex, aku hamil." Aku tidak akan peduli siapa yang dia cintai dan siapa yang mengejarnya, jika dia belum terikat—aku akan membiarkan egoku untuk memilikinya.
Love,
Gianna."
Bait kata terakhir. Tanpa sadar air mata Alessio menetes melewati sudut matanya. Pria itu kemudian tersentak dari tidurnya. Menatap sekeliling dengan bingung dan tubuhnya terasa tidak dapat digerakkan.
"Alessio?"
"Dia sudah sadar! Dia sudah sadar!"
"Alessio Gattani, lihat jariku, apa kau bisa menggerakkan matamu?"
"Alessio, apa kau ingat namamu Alessio Gattani?"
TBC
KAMU SEDANG MEMBACA
Under His Control (END)
RomanceSUDAH PERNAH TAMAT DI WATTPAD DAN TELAH DITERBITKAN DI GOOGLE PLAY BOOKS. Sejak remaja, Gianna Gattani selalu mengagumi pamannya-Alessio Gattani-dan menganggap perhatian lembut Alessio sebagai bentuk perasaan mereka yang sama. Tak peduli Gianna adal...
