SUDAH PERNAH TAMAT DI WATTPAD DAN TELAH DITERBITKAN DI GOOGLE PLAY BOOKS.
Sejak remaja, Gianna Gattani selalu mengagumi pamannya-Alessio Gattani-dan menganggap perhatian lembut Alessio sebagai bentuk perasaan mereka yang sama. Tak peduli Gianna adal...
A/N : Versi PDF Under His Control (full sampai ending) bisa kalian pesan di WA : +62 858‑6347‑4083. Selain itu, bisa dibeli juga di Google Play Books dan dukungan Karya Karsa (@iamtillyd)
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
***
Tujuh tahun kemudian...
Di bawah derasnya hujan yang mengguyur kota Berlin sore itu, Gianna Gattani setengah berlari menghampiri mobilnya yang terparkir di pinggir jalan apartemen. Kedua tangan Gianna mendekap erat dokumen yang dia selipkan dari balik mantel, berusaha untuk melindunginya karena kecerobohannya yang tidak memakai payung.
Tidak ada waktu, Gianna juga lupa di mana payungnya berada.
Selama delapan bulan menjabat sebagai CEO di Oratree—perusahaan cabang milik Ayahnya Silvestre Gattani yang berlokasi di Berlin—Gianna tidak pernah melakukan kecerobohan apalagi melupakan berkas penting yang seharusnya dia bawa.
Namun, sore itu salah satu direksi meminta rapat mendadak dan Gianna memberikan persetujuan. Tanpa Gia sadari, berkas yang dia perlukan ia simpan di apartemen di dalam brankasnya.
Senyuman di bibir Gianna terlukis lega saat ia melirik arloji di tangan, waktu masih tersisa sekitar delapan menit. Tampaknya ia melajukan mobilnya melebihi rekor. Wanita berusia duapuluh empat tahun itu diam-diam berbisik dalam hati; berjanji untuk tidak mengulanginya.
Alondra bergegas membantu Gianna melepaskan mantelnya yang basah. Alondra meraih berkas di tangan Gianna lalu mengambil pakaian bersih dari lemari.
"Anda seharusnya memerintahkan saya untuk mengambil berkasnya, Miss. Anda harus menjaga kesehatan Anda—di luar hujan turun sangat deras," ujar Alondra terdengar cemas.
Gianna tersenyum tipis, "aku bisa melakukannya sendiri."
Alondra menggelengkan kepalanya. Wanita itu telah bekerja untuk Ayahnya sejak sepuluh tahun yang lalu. Gianna tidak mengenalnya satu kali saja ketika dia memasuki lingkup Oratree, tapi saat Alondra masih bekerja bersama Ayahnya di cabang Gattani Milan.
"Lihatlah," gerutu Alondra, sifat asli wanita tigapuluh enam tahun yang keibu-ibuan itu mulai menampakan diri. "Rambutmu menjadi lepek karena basah, make upmu juga sedikit luntur. Bersyukur Miss Gianna adalah wanita yang cantik meskipun tanpa riasan."
Gianna terkekeh pelan. Alondra membantu mengusap rambut Gia yang basah dengan handuk. Sedangkan Gianna mengancingkan kemeja.
"Apa Miss Gia sudah lupa aku memiliki kecepatan super? Aku sangat bisa diandalkan—aku dibayar untuk melakukan tugasku. Aku tidak mau dipecat sekarang, Miss Gia. Ayah Anda tidak akan menyukainya jika dia mendengar Anda kehujanan sebelum rapat."