Satu hari yang lalu...
Alessio berusaha untuk bangkit. Namun, Silvestre kembali melayangkan pukulan padanya. Membuat Alessio tersungkur ke lantai dan merasakan cairan merah dari hidung. Ketika bangkit, Alessio mengusap darah di hidungnya dengan tenang.
"Aku tidak peduli kau adalah adikku. Aku lebih suka melawan hukum jika itu diperlukan selama aku bisa menghabisimu," desis Silvestre tajam.
"Lakukan jika itu bisa membuat pikiranmu menjadi lebih jernih," balas Alessio datar.
Tatapan Silvestre kian membara. Alessio melihat dengan baik bagaimana pria itu mengepalkan telapak tangannya, tapi menahan diri untuk tidak melayangkan pukulan lagi.
"Ketika kau menyentuh tubuh anakku, apa kau bahkan memiliki pikiran yang jernih?" desis Silvestre tersenyum sinis, "aku mempercayaimu, Alex. Tapi kau memanfaatkan kepolosannya untuk memuaskan dirimu. Apa kau bahkan memiliki hati?"
Alessio tahu dia akan mendapatkan seluruh amarah Silvestre. Gianna adalah anak angkat Silvestre dan Arabella, tapi walaupun demikian mereka menyayanginya sepenuh hati. Gianna telah dianggap sebagai anak tunggal di keluarga kecil Silvestre.
Kemarahan seorang Ayah yang sebesar ini pada Alessio ... Alessio seharusnya mendapatkan lebih dari sekadar pukulan. Ia sadar akan hal itu.
"Aku mencintainya," bisik Alessio. "Aku mencintainya, Silve. Gia tahu aku mencintainya."
"Aku tidak pernah memanfaatkan kepolosan Gia. Selama ini ... aku menahan diri untuk mengabaikan perasaanku sebagai seorang pria, tapi aku tidak bisa. Aku benar-benar mencintainya."
"Sebelumnya aku berniat mengatakan hal ini kepadamu; aku ingin menikahi Gianna. Ketika dia sudah lulus ... aku akan segera menikahinya." Alessio melanjutkan, "Aku akan menjamin kehidupan Gianna dan masa depannya. Dia tidak akan kehilangan pendidikan dan aku akan mendukung apa yang Gianna inginkan."
Alessio menelan ludah. Ia sudah memutuskan untuk menjelaskan segalanya pada Silvestre sekarang. Cepat atau lambat, hubungan mereka akan segera diketahui. Dan Alessio tidak ingin membiarkan waktu terus berjalan selama itu. Ia tidak ingin menyembunyikan hubungannya dengan Gianna—Alessio ingin menikahi Gia dan menjadikan gadis itu sebagai miliknya.
"Kau sudah gila!" Silvestre mencekal kerah kemeja Alessio dengan kasar, "menikahi anakku? Kau sudah gila, Alessio! Aku tidak akan pernah membiarkan Gianna jatuh ke dalam pelukan pria brengsek sepertimu."
"Kau tidak mengerti. Aku telah melamarnya dan Gianna setuju untuk menikah denganku—"
"Jangan membawa namanya seakan-akan Gianna menginginkan hal yang sama denganmu. Kau bisa saja mencuci pikiran Gia atau mengancamnya." Silvestre mendengus kasar, "dengar Alex, alasanmu yang terus kaubuat bisa membawamu pada jurang paling dalam."
"Tidak sulit bagiku untuk menghancurkanmu dalam satu kedipan mata. Gianna masih di bawah umur dan hal ini akan kubawa ke ranah hukum!"
"Apa kau berniat mempermalukan Gia?" desis Alessio tajam.
Alessio mendadak sangat marah mendengarnya. Ia menggertakkan gigi saat berkata, "kau tidak akan pernah membuat Gia menjadi saksi, aku yang akan melawanmu jika kau berniat melakukannya."
"Kenapa Alessio? Sekarang terlihat bahwa kau memanfaatkan Gianna—anakku. Kau takut karena itu membahayakan karirmu, bukan?"
"Aku tidak peduli. Aku akan mengambil resiko sebesar apapun untuk Gianna." Tatapan Alessio meredup perlahan. Ia setengah berbisik, "Gia memiliki perasaan yang sama. Jika aku memang berniat memanfaatkan tubuhnya sejak awal, aku tidak akan menjaganya selama ini, kenapa aku harus menunggu?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Under His Control (END)
RomanceSUDAH PERNAH TAMAT DI WATTPAD DAN TELAH DITERBITKAN DI GOOGLE PLAY BOOKS. Sejak remaja, Gianna Gattani selalu mengagumi pamannya-Alessio Gattani-dan menganggap perhatian lembut Alessio sebagai bentuk perasaan mereka yang sama. Tak peduli Gianna adal...
