A/N : Versi PDF Under His Control (full sampai ending) bisa kalian pesan di WA : +62 858‑6347‑4083. Selain itu, bisa dibeli juga di Google Play Books dan dukungan Karya Karsa (@iamtillyd)
***
Sejak Alessio pergi untuk memenuhi panggilan Silvestre, saat itu juga perasaan Gianna berkecamuk. Jantungnya berdebar lebih kencang, keringat dingin terus mengaliri telapak tangannya—hingga rasanya Gia tidak memiliki tenaga untuk menggoreskan pena di atas buku Biologinya.
Cemas, takut, gelisah ... Gianna tidak berhenti melirik ke arah pintu kamarnya yang tertutup. Mengharapkan sebuah kabar baik yang akan terlontar dari bibir Alessio. Tapi tiga puluh menit berlalu, waktu yang sebenarnya selalu dianggap wajar ketika Ayahnya dan Alessio berdiskusi, terasa begitu lama bagi Gia. Alessio yang tidak juga kembali membuat perasaan gelisahnya kian menggebu-gebu.
Gianna : Apa yang terjadi?
Gianna : Beritahu aku bahwa Papa tidak marah, aku khawatir sekarang.
Gianna : Kau akan kembali ke kamarku? Aku harus memastikan bahwa tidak ada masalah.
Setelah pesan itu dikirim, jawaban yang Gianna dapatkan adalah deruman mobil Alessio yang keluar dari pekarangan mansion. Refleks Gianna bergegas menuju balkon dan melihat mobil pria itu menghilang dari pandangan.
Gianna menggulir tombol panggilan. Ia melangkah ke sana kemari dengan gelisah. Hanya dalam dua detik, ponsel Alessio berubah menjadi tidak dapat dihubungi.
"Sayang, apa kau di dalam?" panggil Arabella—Ibunya dari balik pintu. "Gianna?"
Gianna seketika menyimpan ponselnya ke dalam nakas. Ia juga memasukan cincinnya ikut serta. Meskipun Gianna dilanda rasa khawatir. Namun, ia berusaha memaksakan sebuah senyuman di hadapan Ibunya.
"Mama," bisik Gianna dengan senyuman yang tak sampai ke matanya.
"Hai," bisik Arabella lembut. "Bagaimana kabarmu G? Apa kau baik-baik saja selama ini?"
"Mama, aku baik-baik saja. Bagaimana denganmu?"
Arabella mengusap puncak kepala Gianna. Menepuk pundaknya pelan dan menjawab, "sangat melelahkan. Persiapan Fashion Week, pekerjaan lain—membuatku kurang tidur."
"Maafkan aku, G. Aku meninggalkanmu terlalu lama. Kau tahu—aku seharusnya tidak melakukan hal seperti ini di saat Ayahmu juga harus terbang ke Berlin kemarin." Ibunya terdengar menghembuskan napas gusar, "kami adalah orangtua yang jahat—"
"Jangan katakan itu," potong Gianna. "Aku menyayangimu. Kalian sibuk, aku mengerti."
"Aku sudah cukup dewasa untuk menjaga diriku sendiri." Gianna menggeleng, "aku senang melihatmu kembali dengan selamat."
Arabella memeluk Gianna sekilas. Wanita itu mengecup puncak kepala Gianna dengan sayang. Lalu pandangan matanya jatuh pada wajah Gianna, raut wajah Ibunya seketika berubah cemas.
"Apa kau makan dengan baik? Kau terlihat pucat."
Gianna mengerjap, "aku baik-baik saja. Hanya tidak memakai lipstik—"
"Tidak. Apa kau baik-baik saja? Kau yakin? Apa aku perlu mengurangi salah satu guru lesmu?" Arabella berdeham, "kau terlihat pucat, sayang. Kantung matamu juga tampak sangat jelas."
"Mama..." Gianna berbisik, "aku baik-baik saja," ulangnya.
"A-aku mungkin hanya kurang tidur," cicit Gianna.
Ya, dia memang kurang tidur. Alessio membuatnya terjaga di beberapa malam, bisik Gianna dalam hati. Dan dia merasa sangat berdosa menyimpan kebohongannya serapat ini. Sementara Ibunya begitu khawatir sekarang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Under His Control (END)
RomansaSUDAH PERNAH TAMAT DI WATTPAD DAN TELAH DITERBITKAN DI GOOGLE PLAY BOOKS. Sejak remaja, Gianna Gattani selalu mengagumi pamannya-Alessio Gattani-dan menganggap perhatian lembut Alessio sebagai bentuk perasaan mereka yang sama. Tak peduli Gianna adal...
