"Mungkin ini sudah sangat berlalu tapi aku sungguh-sungguh minta maaf, kamu sudah menderita sendirian sedangkan aku tidak tahu apapun"
-✿-
IGNOSCE kalian mungkin merasa asing dengan kata ini namun sebenarnya kata ini adalah kata yang memiliki sifat sakral bagi yang sungguh-sungguh melakukan nya dari dalam hatinya yaitu MAAF satu kata yang sulit untuk di ucapkan bagi sebagian orang entah karena rasa takut, gengsi atau yang lainnya.
-✿-✿-
"Maaf"
Yang lebih muda tertegun mendengar kata yang keluar dari lisan Dika. Tiba-tiba saja Nadi menjadi sangat emosional semua tembok yang ia bangun selama bertahun-tahun akhirnya runtuh.
Tetes demi tetes air mata jatuh menyentuh lantai gudang, dengan kepala yang tertunduk Nadi menumpahkan semuanya saat itu tanpa suara.
Nadi yang kita tahu sebagai pemuda yang memiliki sedikit ekspresi itu melepaskan nya hari itu.
Selama ini dia berubah menjadi pemuda yang dingin, dan terlihat tidak mempunyai hati. Tatapan nya yang tajam membuat semua orang menghindari untuk dekat dengan nya. Namun hanya satu orang yang tetap mendekat dan bersedia untuk selalu menjadi teman bicara nya yaitu Avyan.
Sebelum semua kejadian buruk nya, sebelum Dika pergi menjauh untuk melanjutkan pendidikan nya, Nadi adalah pemuda manis, yang sering menunjukkan wajah antusiasnya pada banyak hal.
Namun semua kebahagiaan yang dulu dan semua kejadian buruk kemarin sudah berlalu, mulai hari ini di depan sepupu kesayangan nya Nadi bertekad untuk lebih terbuka, dan melepaskan semua lukanya.
"Bang Dika ga perlu minta maaf, bang Dika ga salah, yang jahat bukan bang Dika, kita baikan ya?" Ucap Nadi sambil membawa tangan nya menggantung di depan nya menanti tangan Dika untuk menggenggamnya.
"Haaahh... Sini, iya kita baikan" Dika menyambut tangan Nadi lalu menarik adik nya ke pelukannya, melepas rindu kepada raga yang sudah lama ia tinggalkan sendiri.
Namun kini Dika berjanji akan membuat semua orang disekitarnya bahagia terutama laki-laki bermata bulat di pelukannya ini.
-✿-
Sinar mentari pagi menyirami rumah yang dihuni oleh 5 manusia yang sibuk dengan kegiatannya masing-masing, suasana nya terasa lebih ringan apalagi sekarang Avyan melihat Nadi sedang membuat sarapan bersama Dika saat menuruni tangga.
"Curang, gua yang nemenin lu susah tapi senyum nya ke bang Dika duluan" batin Avyan sambil tersenyum lega melihat bahwa rekan nya itu sudah kembali normal.
"Woy jangan bengong di tangga" Gyan mengejutkan Avyan dari belakang.
"Anj- kampret lu bang kalau gua jatoh gimana" Avyang mengelus dadanya lantaran terkejut.
"Pffttt kkhkhkh" terdengar suara menahan tawa dari arah dapur, semua orang bahkan Aga yang baru masuk terkejut melihat Nadi berusaha menahan tawanya namun gagal.
Merasa diperhatikan Nadi menghentikan tawanya dan melihat empat pasang mata sedang menatap nya dengan tatapan bangga, terlihat senyuman di mata mereka, lalu Nadi membalas mereka dengan senyuman manisnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
IGNOSCE (Tahap Revisi)
Fiksi Penggemar"Maaf" Tentang dendam seseorang. Dan target yang tidak tau kejadian yang sebenarnya. Kode-kode aneh mulai bermunculan setelah 1 tahun membuat mereka berlima saling mencurigai satu sama lain. Dapatkah mereka mengungkap siapa si pengirim kode dan mena...
