4

1 0 0
                                        

Hari yang di tunggu tunggu akhirnya tiba
Annisa dan keluarga akhirnya berangkat menuju bandung menggunakan mobil yang di sewa dari paman annisa.

Setelah dua jam perjalanan akhirnya kami sampai di bandung dan menginap di vila terdekat dari tempat acara kakak ku

Aku baru ingat sebagian besar teman teman kelas ku berada di bandung untuk melanjutkan study mereka

Wah sangat kebetulan sekali

" Icaaa , hobi lo akhir akhir ini ngelamun mulu dan perasaan , awas kesambet noh " ucap adek ku yang pertama

Dia adek ku yang pertama dia masih sekolah dan sekarang berada di bangku kelas XII Sma negeri di desa ku
Dia sangat berbanding terbalik denganku , dia sangat mengerti fassiond ,  mempunyai skil di bidang seni , mengerti brand dalam dan luar negeri dan lumayan bergaul di media sosial nya

" Apa sih ica ica , gue kakak lo tahu " jawabku sambil menoyor kepalanya pelan

" ish kak lo ga sopan sama gue yah " balas adek ku yg ingin mencubitku namun aku langsung menghindar
Dan terjadilah aksi kejar kejaran

" Sudah sudah , kenapa malah berantem , kalian itu sudah dewasa tapi kelakuan masih kaya anak kecil begitu " lerai kakak tina

" Sudah ayo masuk " ucap ibu

Setelah masuk kedalam vila kami langsung beristirahat sejenak sambil menunggu jadwal makan siang

-----

Pov Gibran

" Mau kemana kak ? " tanya bunda ketika melihatku yang sudah bersiap akan pergi

" mau ketemu temen di luar bun " jawabku

" kakak engga lihat bunda sudah masak 1 meja terus kakak mau pergi" ucap bunda dengan nada rendah dan itu sangat berbahaya " Serius " lanjutnya sambil mencekal sendok " beneran " sendok yang dipegang bunda mulai naik. Dan

" Engg bunda ya ampun , bunda ku yang cantik , yang baik , love you " ucap ku dengan nada cepat sambil berlalu Lalu memeluk dan mencium pipi bunda.
" Aku mau makan , nih makan aku ambil nasi , ayam ,tempe dan sambal yang selalu enak jika bunda yang memasak " lanjut ku kembali membalik piring menuang nasi dan lauk nya.

Baru akan memulai suapan tapi terhenti karena pertanyaan bunda yang sangat menohok

" kasian engga punya istri , engga ada yang ngurusin , jadi kurus , jelek gitu ih " gerutu bunda sambil mengambil makanan untuk ayah

" Bunda kenapa bilang nya gitu sih , aku sakit hati loh " ucap ku sambil menyimpan kembali sendok yang sudah di pegang

" Yang bunda bilang kenyataan kok , kapan sih punya istri kak , bunda sakit mata liat dapur kakak yang warna nya kaya dalem kuburan gelap gitu " ucap bunda

" Bulan depan " Jawabku cepat karena terlalu kesal selalu ditanya kapan menikah

" Apanya ? " ayahku yang diam langsung menegakkan badan dan bertanya

" Nikah " jawabku cepat dan langsung menyiapkan nasi kedalam mulut dengan sedikit kesal

" Wah , AYAH KITA BAKAL CEPET PUNYA MENANTU. Kak enak loh kalo sudah menikah , ada yang ngurusin kamu dan rumah " ucap bunda Tiara mencoba menguji keseriusan anak nya 

" Aku bukan cari pembantu bun" ucap nya tambah kesal dan semakin cemberut

" Mau kaya Ariel Tatum , maudy ayunda yang pintar atau prily atau e "

" Bunda aku mau cewe biasa aja yang imut lucu yang seluruh waktunya buat aku bukan buat orang lain " potong semakin tidak nafsu makan

" cieee siapa nih , ayah bicara dong , ayah kayanya gamau banget punya menantu " ucap bunda sambil menunjuk ku dan mengerlingkan mata kemudian menyenggol lengan ayah

My CreatorTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang