8

2 0 0
                                        

Setelah selesai sholat aku menghampiri mobil. Tapi yang kudengar tangisan kencang seorang anak kecil. Sayup sayup ku dengar

" Aku mau papa sama mamah "
" Huaaa om siapa "
" aku dimana huaaa"

Lalu ku hampiri suara itu dan ternyata suara mila yang sedang nangis di pelukan ka Ditya

" Kak kenapa jadi nangis gini. Ya ampun kasian " ujarku sambil menghampiri kak Ditya dan meminta untuk memindahkan nya ke gendonganku

" Sayang kenapa nangis cup cup cup sama kakak yu kita jajan. Atau mau susu " ucap ku mengambil alih mila ke gendonganku. Aku usap punggung nya , kepala nya , dadanya.

" Sudah sudah. Nanti sesak jangan nangis lagi ya anak cantik , anak baik , anak solehah. Nanti kalo nangis terus jadi jelek loh  " ucapku sembari berjalan ke kiri ke kanan

Akhirnya mila sedikit tenang setelah beberapa menit ku tenangkan. Kak Ditya mengkode untuk memindahkan mila ke pangkuannya tapi aku tolak takut nangis lagi. Akhirnya kak Ditya membuka pintu mobil dan menyuruhku untuk duduk dulu dan dia pergi.

" Kamu duduk dulu, nanti pegal , saya pergi sebentar beli minum dan cemilan untuk mila. pintu nya mobil nya biarin terbuka saja supaya ada udara  " ucap nya yang memastikan aku sudah duduk nyaman di dalam mobil dan berlalu pergi

Keadaan cukup hening. Yang kudengar hanya sesenggukan nya mila. Aku terus mengelus kepalanya dan dadanya supaya tidak sesak karena tadi ketika mila nangis kejer sekali aku jadi kasian aku mencium kepalanya pelan. Setelah beberapa saat aku mendengat suara pelan yang ternyata dari mila

" Tante siapa? Kenapa aku disini ? Aku di culik ya ? " cicit mila

" em panggil kaka aja , kaka masih muda ko hehe. Nama kakak Annisa nur mala kamu bisa panggil ka nisa atau boleh deh panggil apa aja senyaman kamu. Kamu disini  karna kita mau jalan jalan sama om ditya. Kakak orang baik ko. Meskipun sholat nya kadang di qodho tapi kaka Rajin menabung, baik hati , tidak sombong dan senyum kakak manis. Nihh manis ga " ucap ku panjang lebar sembari ku tegakkan badan mila sehingga kami berhadapan secara tidak langsung

" Kakak lucu " ucap nya pelan

" Aduh masyallah makasi anak cantik " ucap ku sambil mencium keningnya

Sembari menunggu ka ditya yang katanya sebentar ,Aku mencoba menghiburnya sedikit dengan mengajak mila ngobrol.

" Kita kenalan dulu deh. Kakak kan udah. sekarang giliran kamu. Kamu namanya siapa cantik ? " ucapku menatapnya. Ternyata milanlucu juga. Alis tebal bibir tipis hidung yang sedikit mancung dan juga rambut yang di kucir dua menambah kesan lucu dalam diri mila.

" Nama ku mila putri azizah. Kata papah aku orang tercantik , terlucu , dan terimut. umur ku 4 tahun. Dan tahun depan aku sekolah yeay " ucap nya sambil mengangkat tangan nya yang mengepal dan menggoyangkannya

" Yeay. Ternyata mila sudah besar ya. Sudah mau sekolah. Nanti banyak temen baru loh di sekolah " ucapku dengan mengelus rambutnya gemas. Mila itu sangat fasih dalam berbicara tapi itu menambah kesan lucu nya

" Tante " panggil nya membuyarkan lamunan ku

" Kenapa " jawabku dengan nada lembut

" Kak Ditya itu siapa " wah ternyata dia ingat saat tadi aku mengucapkan nama ka ditya. Rasanya aku ingin mencubit pipinya karena gemas. Ingatannya lumayan juga

" Kak Ditya it-u" ucapan ku terjeda ketika melihat siluet seseorang di kaca spion mobil " Tu kak ditya. Mila kenal tidak ? " tanyaku pada mila

" tidak tau mila lupa " ucap nya dengan sedikit cemberut

Kak Ditya menghampiri kami dan mengacak gemas rambut mila

" Sudah nangis nya anak cengeng " ucap nya mengacak rambut mila pelan

" Kak jangan gitu nanti nangis lagi " ucapku pelan sambil memelototinya.

" Dia kan emang cengeng dek " jawab nya santai

Mila mengangkat kepalanya dan melirikan matanya dari atas ke bawah. Lalu meneliti muka kak Ditya. Dan aku cukup kaget dengan panggilan nya kepada kak Ditya

" Om gendut " pekik nya senang dan langsung minta di gendong

" Ish om sekarang udah gak gendut liat nih sudah langsing dan ganteng" narsis nya mengambil alih mila. Aku cukup lega mila yang berisi membuatku sedikit pegal

" kan dulu om gendut tapi tetep ganteng om. Mila Kangen om. om kemana saja  ? " ucap nya setelah berada di gendongan kak Ditya. Mila mengalungkan lengannya di leher kak Ditya dan memeluk kak Ditya.

Mereka berbincang dan tertawa bersama seakan ayah dan anak habis LDR. Aku yang melihat itu cukup sedikit em kagum dengan kak ditya. Ingat ya sedikit. Aku tersadar dari lamunanku ketika mendengar nada semangat yang keluarkan mila

" Ayooo " ucap mila dengan semangat

" Ayo kemana ? " tanyaku

" Kakak lucu melamun ya. Kita kan mau jalan jalan " ucap nya dengan polos

" Oh iya ayo. Eh kita naik mobil kak " tanyaku pada ka Ditya

" Kita naik mobil dulu. Nanti mobil nya kaka titip ke temen yang rumahnya dekat vila supaya nanti tinggal ambil " ucapnya

" Kita gak papa kan jalan kaki " tanya nya pada mila

" Ga papa aku kan digendong om gendut " Ucap mila sambil terkekeh

"Kamu anak Cengeng " timpal kak Ditya

" om gendut " timpal mila lagi

" kamu cengeng " jawab kak Ditya

" om gendut " jawab mila lagi

" tukang nangis" timpal kak Ditya

" om gendut wle" jawab mila lagi sambil menjulurkan lidah

" om tidak gendut mila" jawabnya agak kesal

Aku yang hanya menyaksikan perdebatan itu seketika terkekeh pelan dan mengalihkan sejenak kepalaku ke atas. Langit yang sudah menandakan hari mulai sore.
" Ini jam berapa " ucapku dalam hati
Aku mengambil ponsel dan menyalakan nya

" Hah jam setengah 5 " ucapan ku mengalihkan sepasang anak dan lelaki yang sedang asik berdebat.

" kenapa dek " tanya kak Ditya

" kak ini sudah sore kapan kita survey tempat nya nanti keburu magrib loh " ucapku sedikit panik

" sudah tenang , yuk kita jalan " ucap nya
" Mila duduk di belakang ya " lanjut ka Ditya

" gamau aku mau duduk sama kakak lucu aja " jawab mila dengan kesal

" Yaudah ga papa , yuk cepet nanti makin sore " ucapku mengambil mila dari gendongan ka Ditya lalu masuk kedalam mobil dan menutupnya. Kak ditya langsung mengitari mobil dan masuk lalu menyalakan mesin dan pergi dari sana.

Setelah kami sampai kak Ditya menyuruhku dan mila untuk menunggu sebentar.
Beberapa menit kemudian kak Ditya sudah berada di depan aku dan mila setelah menitip kan mobil pada temannya.

" Yuk " ajaknya pada kami

" yuk kemana ? Ini udah jam 5 sore kak ga bakal ke magriban beneran ? " tanyaku menghentikan pergerakan kak Ditya

" engga , tempat nya dekat . kan katanya mau cari tempat yang dekat aja. Kita ke tempat yang kata kamu tempa bagus itu loh. disana juga ada tempat bermain juga. Sekalian ajak mila main sebentar ga papa kan? " Ucap nya santai

" iya ga papa" jawabku

" setelah itu kita hunting makanan. Oke mila " Ucap nya dengan kepala menunduk lalu menepuk kepala mila pelan.

" Oke om gendut" jawab mila membuat aku menahan senyum gemas

My CreatorTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang