6

0 0 0
                                        

Padahal cuaca bandung siang ini sedang sangat panas. Namun gadis itu tidak merasa kepanasan atau pun takut terkena sinar matahari. Dia malah bersenandung ria sambil memasukan kembali ponsel nya ke saku baju nya setelah memmotret pemandangan bandung yang sangat terik  dan melanjutkan perjalanan nya. Tapi dia terlonjak kaget ketika tiba tiba ada yang bertanya tepat dibelakangnya.

" Dek, gimana suasana vila nya ? " ucap seseorang tiba tiba di belakang nya

Dia menoleh sekilas dan kaget melihat seorang laki laki yang berdiri tepat di belakangnya dengan menggunakan setelah hitam lengkap dengan kaca mata hitam, masker putih dan jangan lupa jam tangan yang selalu melingkar di tangannya.

Lalu gadis itu malah tidak peduli dan kembali berjalan sambil berucap pelan
" mungkin salah orang kali ya "

" Saya nanya sama kamu , saya tidak salah orang kok " ucap lelaki itu dan sekarang malah berdiri di disamping gadis itu

" jadi kakak ini nanya sama saya " ucap gadis itu

" iya. Gimana dengan pertanyaan saya tadi " jawab laki laki itu

" Bagus kok , pelayanan nya bagus , vila nya juga sejuk , orang nya ramah ramah , makanan nya enak en"
Ucapan nya terhenti kala dia teringat sedang berbicara dengan orang asing dengan panjang lebar

Gadis itu terdiam. Tidak melanjutkan langkah kaki nya. Dia heran karena dia jarang berinteraksi dengan seorang laki laki dan juga dia orang nya susah menerima orang asing di sekitar nya
" Ko aku bisa langsung akrab sama ni orang. Aneh, mana serem gitu badan gitu kaya bodyguard presiden. Jangan jangan ni orang copet " Dialog nya dalam hati

Sadar dengan keterdiaman gadis di samping nya dan seakan mengerti dengan apa yang pikirkan gadis itu. Lelaki itu langsung berbicara

" Tenang dek , saya baik ko , uang saya juga banyak , saya itu temen yang punya vila. Dia nitip pesan ke saya jika ada pengunjung vila tolong tanyain bagaimana pendapat orang orang tentang vila ini " ucap nya menjelaskan . padahal modus pengen kenalan
" nah kebetulan kamu menginap disini kan ? " lanjutnya seraya bertanya

Dengan polos nya gadis itu mengangguk dan berkata

" E-em sudah dijawab kan kak ,kebetulan saya mau sholat dzuhur saya duluan permisi Assalamu-" ucapan nya terhenti kala orang itu malah menyodorkan sebuah kartu nama

" Jika ada komplain atau pertanyaan seputar vila bisa hubungi nomor yang ada disini." ucap lelaki itu

" Eh gausah kak , vila**** semuanya bagus kok , saya juga tidak akan lama disini. Saya permi- " ucapan nya kembali terhenti kala orang itu memaksa menerima kartu nama tersebut

" saya maksa loh , semua orang disini sudah menerima kartu nya , keluarga kamu belum kan menerima kan. Ini juga amanah dari temen saya. Katanya jika ada keperluan mendadak hubungi saja no ini " ucap nya dengan sedikit memaksa dan sedikit berbohong. Wkwk
" Ayo diterima , tangan saya pegal nih , saya juga mau sholat dzuhur berjamaah ini udah adzan, kamu gak kasian dengan saya yang nanti nya akan tertinggal berjaam di masjid "

Dengan segala sifat tidak enakan nya akhirnya gadis itu menerima dengan terpaksa

" Yasudah saya terima , permisi Assalamualaikum " ucap nya dan berlalu pergi dari sana dengn jalan yang sedikit cepat.
" Maksa banget sih , mana gue terima lagi ni kartu , kenapa lagi sama gue , biasa nya gue agak takut sama laki-laki tapi yang ini rasanya beda. Dada gue juga kenapa nih baperan amat perasaan gak punya penyakit jantung dah " gerutu nya sepanjang jalan

Sedangkan laki laki itu belum juga beranjak dari sana. Masih melihat perempuan yang yang sedang berjalan ke dalam vila
" gemes banget " ucapnya sambil menggelengkan kepala
" dia denger suara jantung gue ga ya " ucap nya lagi sembari memegang dada nya dan tersenyum
" Astagfirullah kenapa jadi kayak orang baru jatuh cinta sih " ucap nya dan pergi dari sana.

My CreatorTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang