Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
༺🆁🅽🆂🅴༺ ⋇⋆✦⋆⋇ Massion itoshi
!!Penulisan tidak di edit, harap bijak dalam membaca!!
___________________________________________
Ayah dan ibu pulang ke massion pada pagi hari, mereka memeluk kedua anak kesayangan nya dengan sangat gembira karena sangat merindukan kedua anak itu.
untuk merayakan kepulangannya mereka semua mengadakan sarapan keluarga dengan hidangan yang lebih banyak dan lebih mewah
Di meja makan sae duduk di samping rin sementara ibu duduk di samping ayah
Melihat sae yang makan hanya dengan satu mangkok nasi dan kari, membuat ibunya mulai khawatir
"Sae, ambil tempura nya, makanlah lebih banyak sayang"-ibu
Ibu menyodorkan piring tempura goreng ke dekat sae
" Tidak apa apa ibu, aku cukup dengan kari saja"-sae Sae tersenyum lembut pada ibunya agar dia tidak khawatir lagi
"Sebum pulang ibu dan ayah membelikan beberapa setel baju untuk mu dan rin, pilihlah dulu mana yang kamu suka sae, setelah itu kamu bisa memberikan sisanya pada rin"-ibu
Ibunya berbicara dengan sangat lembut padanya, perhatian dan ketulusan nya terdengar sangat jelas bergitu mencintai sae
"Rin bisa membeli baju kapan pun dia mau, sementara kamu selalu sibuk dengan karir mu. Jangankan berbelanja pakaian, kamu juga jarang punya waktu dengan ibu"-ibu
Meskipun sae yatim piatu, kasih sayang nyonya ithosi padanya begitu nyata, menganggap sae seperti anak kandung nya sendiri bahkan terkadang selalu mendahulukan sae dari pada rin
Kehangatan ini membuat sae begitu nyaman sampai terhanyut
" Baik ibu, aku akan lebih meluangkan waktu"-sae
Ucap sae sambil tersenyum tulus sebelum seseorang menempatkan satu tempura udang di atas mangkuk nasinya, menyadari itu dari siapa membuat sae berhenti tersenyum
"Luangkan waktu juga dengan ku kakak~"-rin
"........."-sae
Sae tak menjawab dan hanya memalingkan wajah lalu melanjutkan makan nya
"Sae, berapa umurmu sekarang"-ayah
Ayahnya tiba tiba bertanya
" 26 tahun ayah"-sae
"Umur yang pas untuk menikah"-ayah
"......... " Sae terdiam karena kaget
"Apa maksud ayah? "
"Sae apa kamu sudah punya pacar di luar sana? Segera bawa ke rumah saja"-ayah
Sae merasa ada tangan yang sedang meremas pahanya di bawah meja dengan kuat
" Ahk-T.... Tidak ayah, tidak ada"-sae Sae menahan sakit sambil berusaha meyakinkan ayahnya
"Ibu punya beberapa daftar alfha yang sepertinya cocok untuk mu, mau ibu pilihkan???? "-ibu
"........ Ibu.... Itu.... "-sae
Tangan rin terus meremas remas pahanya di bawah sana, dia bergerak lebih agresif saat ibunya mengajukan pertanyaan pada sae
"Ah... Aku akan memilihnya sendiri bu"-sae
" Baiklah"-ibu
Setelah itu tangan rin melepaskan paha sae dan sae mulai merasa lega, jika dia salah sedikit bicara rin pasti akan melakukan hal hal di luar kendalinya lagi
___________________________________________
Setelah makan bersama selesai sae membantu ibunya mencuci piring, di sela sela itu kepala sae mendadak pusing lagi
"Sayang! Kamu kenapa? Kamu sakit? "-ibu
" Kamu pucat sekali nak"-ibu
"Tidak ibu aku baik baik saja"-sae Sae memegang kepalanya yang sakit dengan satu tangan
Ibunya baru menyadari bahwa sejak tadi sae berkeringat dan juga memakai baju lengan panjang dengan kerah
" Kenapa kamu memakai baju panjang? Ini musim panas sayang"-ibu
"Tidak ibu tidak apa apa... Aku nyaman dengan ini"-sae
Sae berbohong, dia sebenarnya menggunakan itu untuk menutupi bekas bekas rin yang ada di tubuhnya
" Kamu mau ibu panggilkan dokter? "-ibu
" Tidak bu"-sae Sae mengelengkan kepalanya lembut, menolak
Tapi ibunya memeluk sae dengan khawatir, sae terlihat tidak baik baik saja baginya
"Rin!"-ibu
"Rin!! Kesini! "-ibu
Merasa di panggil rin dengan cepat pergi ke arah dapur dan melihat sae yang sedang bersandar sedikit pada ibu
"Iya ibu? "-rin
"Bantu kakak mu kembali ke kamarnya! dia sepertinya tidak enak badan"-sae
"Baik, ayok kak"-rin Saat rin mengulurkan kedua tangan nya pada sae, sae mundur dan menatap ibunya
" Tidak bu, aku akan pergi latihan"-sae
"Apa apaan kamu! Tidak sehat begini masih mau latihan?! utamakan kesehatan mu dulu! "-ibu
" Rin, cepat bawa kakak mu ke kamar"-ibu
"Hari ini kamu libur kantor kan? Jaga sae saja"-ibu
Rin menarik sae ke dalam pelukannya dengan agak kasar, dia lalu memapah sae menaiki tangga menuju kamar
Ibunya memperhatikan sae ketika menaiki tangga, dia terlihat kesusahan dan sesekali seperti menyergit sakit saat menggerakkan kakinya, ibu mereka benar benar khawatir
Sesampainya di kamar sae langsung duduk di kasur, semua tubuhnya sakit dan berdenyut
KLIK! /suara pintu di kunci
"Apa yang sedang kau lakukan?"-sae
" Membicarakan pernikahan mu dengan alfha lain di depan ku, apa kakak pikir aku tak akan marah?! "-rin
Dia maju ke arah sae, tubuhnya yang tinggi menjulang di atas tubuh sae yang lebih kecil. Tangan rin mengepal di sisi tubuhnya, gemetar karena amarah yang hampir tak tertahan.
Dia menunduk sedikit untuk berbisik di telinga sae
" Kau milikku, sialan! Aku membelimu, melatihmu, dan mengisimu dengan spermaku! Kau milikku dalam semua bidang"-rin
Suaranya berubah menjadi bisikan mengancam, dan napasnya terasa panas
. . . . . . . .
Baru nyadar aku banting alur, karena lupa, pas ku baca balik, lahh kok hahaha lupa alur buatan sendiri😭😭 Entar aku revisi aku mau rebahan dulu