bab-8🔞

1.9K 61 28
                                        

༺🆁🅽🆂🅴༺⋇⋆✦⋆⋇Massion itoshi

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

༺🆁🅽🆂🅴༺
⋇⋆✦⋆⋇
Massion itoshi

!!Penulisan tidak di edit, harap bijak dalam membaca!!

___________________________________________

Rin menarik sae keluar dari kursi penumpang dan menyeret nya yang sempoyongan melintasi halaman menuju depan pintu kamarnya

Ia menendang pintu itu hingga terbuka, lalu melemparkan sae ke kasur seperti boneka kain. Kepala sae yang sakit terpental dari bantal saat dia mendarat,

"Kau orang yang membuatku marah jadi kau juga yang harus meredakan nya sae"-rin

Dengan itu, dia menerkam, menempelkan bibirnya ke bibir sae dalam ciuman brutal. Lidahnya memaksa masuk ke mulutnya, mengklaim setiap inci dan rongga. Pada saat yang sama, tangannya menjelajahi tubuh mungil nya yang lemah, meraba-raba dan meremas dengan niat kejam.

"Aku akan mengambil apa yang aku inginkan"-rin

"Tidak! "-sae

"Tidak? "-rin

"Kau belum sadar juga? Tidak ada ruang untuk mu protes! "-rin

"Kau bertanggung jawab untuk menyenangkan ku malam ini, dan jika itu sama sekali tidak menghibur, lihat...apa yang akan aku lakukan pada karir sepak bola mu"-rin

Rin mengancam sae.
Dia menarik kepala sae ke belakang untuk memperlihatkan lehernya ke mulut rin yang lapar.

Dia menjilati garis panas di leher mulus sae sebelum menancapkan giginya ke kulit yang lembut, menandai sae sebagai miliknya.



"Tidak Rin..... Jangan.... "-sae

Jangan hancurkan karir sepakbola nya.....itu satu satunya yang bisa membuat sae merasa hidup dan bahagia meski hanya sebentar, sae memohon agar Rin tidak mengambil itu darinya




"Kalau begitu mulai gunakan mulutmu untuk hal yang lebih berguna dari pada sekedar mengoceh"-rin

Sae bingung dengan sikap kasarnya, dia tidak mengerti....Rin selalu saja seperti ini, selalu memaksanya




"Rin......kakak tidak bisa, besok ada latihan-"-sae


"Diam!! "-rin
Rin mencekram leher sae dengan sangat kuat

"Kalau kakak protes lagi"-rin

[𝐑𝐢𝐧𝐱𝐬𝐚𝐞]: 𝙑𝙞𝙡𝙡𝙖𝙞𝙣 𝓥𝓲𝓸𝓵𝓮𝓷𝓬𝓮Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang