SISI LAIN DUNIA YAZAN

357 39 7
                                        

PART TERAKHIR


HAPPY READING 💙💛

HAPPY READING 💙💛

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

***

"HELLO EVERYBODY!"

Yudhis merentangkan kedua tangannya lebar-lebar sambil membawa tanaman hasil belanjaannya di pasar malam. Dia datang dengan wajah sumringah, rambut yang sudah gondrong itu menambah kesan muka yang sulit untuk dipercaya tingkahnya. Ada Onyet disana –berada dipundak Yudhis.

"Onyet!" Teriak Yazan dia berlari, membuang satu tusuk sosis yang masih sisa separo, berlari dengan cara yang dramatis, seakan dunia yang ia pijak kini memiliki efek slow motion. Begitu pula dengan Onyet, mata dan mulutnya membentuk bulat, lalu kedua tangannya ia tempelkan di pipinya Seperti sebuah emoji kuning.

Keduanya dipertemukan ditengah-tengah halaman luas papi, lalu saling berpelukan. "Onyet.... Onyet..."

"Uuu... Aaa..." Dengan nada yang sama.

Saat berpelukkan keduanya saling berputar, persis seperti film India. Teman-temannya melihat dengan melongo. Nono menyipitkan matanya, bingung. Lalu mengambil dua lembar uang merah, kemudian ia gulung, menjadikannya teropong untuk memperjelas tontonan langka dihadapannya.

Begitu pula dengan Nana yang menggunakan daun. Sedangkan Ale, dia menyalakan kamera Iphone terbarunya untuk membuat konten lucu antara Yazan dan Onyet. Sedangkan Lati –teman Iyel, dia ikut berputar didekat Yazan dan Onyet sambil bertepuk tangan dengan senyum yang sangat melengkung.

Yudhis yang merasa perhatiannya teralihkan karena dua makhluk itu, dia mendengus. Selalu kalah dengan Yazan. Terus dia berjalan sombong meninggalkan keduanya.

"Dasar payah!" Gerutu Yudhis.

Malam semakin larut, tapi ketujuh kurcaci itu matanya masih menyala, Onyet yang sedari tadi bermain dengan Yazan pun kini terlelap. Dia tidak kuat untuk mengikuti energi ketujuh anak tuyul warna-warni itu. "Nggak sanggup aku tuh." Kata Onyet.

"Njan tidur cepat." Pinta abang, dia sudah berkali-kali meminta Yazan tidur.

"Tenapa Njan haruth tidur, abang?" Anak itu meneleng, menatap abang yang mendesah frustasi.

"Kalo kelewatan jam tidur nanti kagak tumbuh-tumbuh tuh badan."

Anak itu berpikir keras. "Hmm... Cepertinya Njan nda perlu tumbub-tumbuh, abang." Mendengar itu Abang mengernyit bingung. "Coalnya tumbuh-tumbuh itu, Nana yang mahan."

Abang memutar bola matanya, dia hampir tidak bisa berucap. Abang benar-benar lelah sekali menghadapi anak itu.

"Abang Yupi." Kemudian Nono bersuara.

"Apa?"

"Kata Abang Gala..." Dia menunjuk Gala. "Benalkah kalo Nono itu sudah tua?

Zayan mengerjap, lalu menatap Gala sinis. Sedangkan Gala dia hanya senyum-senyum saja dan menyahut pertanyaan Nono.

Dunia Yazan [SUDAH TERBIT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang