10

302 34 3
                                        

saat ini seorang pria tampak bersiap siap, kesana kemari menyiapkan segala keperluannya. Ditengah kesibukannya terdengar ketukan pintu.

"Ni-ki, sudah siap?" Tanya orang dibalik pintu.

Mendengar itu Ni-ki segera buru buru, tak lupa ia menyemprotkan parfum sebagai tanda ia akan selesai "bentar kak" akhirnya ia berjalan membuka pintu kamarnya dan melihat suaminya sudah menunggunya.

Sunghoon yang melihat Ni-ki keluar dibuat diam, wangi manis yang tercium, setelan kasualnya dan bibir peach yang mengalihkannya. Ia bukan lebay, tapi istrinya ini memang cantik.

Ni-ki yang melihat sunghoon hanya diam'pun membuyarkan lamunannya "kak? ayo"

Sunghoon yang tersadar'pun mengerjapkan  matanya dan mengangguk "ayo"


"Malam ma"  salam sunghoon kepada wanita paruh baya yang tengah menuruni tangga dari lantai dua rumahnya. Wanita yang sudah menginjak kepala lima itu pun berjalan mendengkat.

"Malam nak, baru sampai?"

Sunghoon mengangguk "iya ma, kami baru sampai. Papa mana ma?"

"Sepertinya papa sudah menunggu di meja makan, ayo nak" ajak wanita itu kepada putranya tanpa memperdulikan sosok lain disana, Ni-ki hanya memperhatikan interaksi antara ibu dan anak itu.

Ni-ki berjalan dibelakang sunghoon, mengikuti langkah pria itu pergi.

"Malam pa" peluk sunghoon setelah melihat seorang pria paruh baya yang tengah duduk seorang diri dimeja makan. Pria itu'pun membalas pelukan putranya, tersirat rindu diwajahnya.

"Nak Ni-ki, kemari jangan hanya diam" kata sang kepala keluarga, ia memeluk sang menantu.
"Papa rindu sama kalian"

Ni-ki membalas pelukan sang papa mertua, ia jadi lupa kapan terakhir kali ia memeluk ayahnya.
"Kami juga kangen sama papa"

"Sudah dramanya, ayo makan keburu dingin" cibir sang ibu mertua memecah suasana. Mendengar perkataan sang istri, sang kepala keluarga itu melepaskan pelukannya, ia sedikit menghela nafas melihat kelakuan istrinya dan segera menyuruh anak dan menantunya untuk duduk.

Ditengah ditengah sela makan, tuan park selaku ayah sunghoon'pun membuka suara.
" Hasil meeting kemarin gimana, lancar? " tanya sang papa, ia mendengar bahwa putranya itu ada meeting mendadak di Paris. Sekaligus ingin memantau perusahaan yang ia sudah bangun kini berpindah ke anak sulungnya.

"Lancar kok pa" jawab sunghoon seadanya.

" Tapi, mama denger denger kamu pulang mendadak? " Tanya sang mama.

Mendengar itu sunghoon menghentikan pergerakannya. Ia memandang sang mama yang berada di depannya, dari mana mamanya tau ia pulang mendadak?.

" Tau dari mana ma? "

Mendengar pertanyaan dari sang anak, membuat ibu dua anak itu menjadi gugup.  " d-dengar dari papa, iya'kan pa? " ucapnya menyenggol sang suami dari balik meja.

Mengerti maksud sang istri, kepala keluarga itu'pun mengangguk. Menghela nafas kesekian kalinya, entah apa yang direncanakan istrinya itu.

 Menghela nafas kesekian kalinya, entah apa yang direncanakan istrinya itu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
CHASE YOU | HOONKITempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang