SUNGHOON x NI-KI
Park Sunghoon berusaha meraih Ni-ki yang hendak pergi dari hidupnya.
Masalah masalah yang terungkap membuat hubungan dekat mereka menjadi renggang. akankah Sunghoon mampu mengembalikan keadaan seperti semula?
"Bisakah aku mengejar m...
Ni-ki membuka pintu rumah, ia melihat sekeliling tampak sepi. Bibi Kim tadi menghubunginya, ia meminta izin beberapa hari kedepan karena anaknya baru saja pulang dari perantauan.
Ni-ki berjalan perlahan menuju lantai atas kamarnya, kali ini ia sendiri sebab jungwon dihubungi oleh keluarganya untuk pulang.
Ni-ki membuka handle pintu dan menaruh barang bawaannya. membuka Hoodie nya, ia ingin segera mandi, badannya sudah terasa lengket karena keringat.
• •
Selesai mandi, Ni-ki turun kebawah, ia ingin makan sesuatu karena perutnya sudah sangat terasa lapar.
"Masak apa ya?" tanyanya pada dirinya sendiri. Ia membuka kulkas melihat bahan bahan yang ada. Setelah berpikir akhirnya Ni-ki mengambil sosis dan nuget.
"simpel aja, yang penting kenyang" pikirnya
Sembari menggoreng, Ni-ki mengecek ponselnya, takutnya sunghoon menghubunginya. Tapi, ternyata tidak. akhirnya ia meletakkan kembali ponselnya dan mengangkat sosis dan nugetnya lalu segera makan.
• •
Pukul 00:16 Ni-ki tengah berkutat dengan buku bukunya. Ujian semester sebentar lagi akan segera berlangsung, ia sebagai anak kelas 12 tak boleh berleha leha lagi, waktu ia sudah tak banyak.
Prak..
Ni-ki yang terkejut reflek mematikan musik yang sedang berputar di ponselnya. Menoleh pada pintu kamarnya yang tertutup. Seperti ada barang jatuh dibawah, pikirnya.
Ni-ki akhirnya berdiri dari kursi belajarnya dan perlahan berjalan menggapai handle pintu, tapi ia berpikir sejenak. "Bagaimana kalo maling?" "Tapi kayak mana maling masuk, didepan aja ada security?" Tanya Ni-ki pada dirinya sendiri
'apa kucing? Tapi dirumah ini tak ada kucing. Apa angin? Rumah sebesarnya ini bagaimana ada angin masuk?' pertanyaan demi pertanyaan yang ada berputar dikepalanya.
Duk!..
Mendengar hal tersebut Ni-ki reflek melepaskan genggamannya pada handle, mundur perlahan dan mengambil ponselnya, saat sedang mencari nomor yang bisa dihubungi, pintu kamarnya terbuka dan...
"AKH!?"
"aduh..kenapa teriak, bikin kaget"
"Kak sunghoon yang bikin kaget, aku kira ada maling tau ga" Ni-ki sedikit lega, mengetahui bahwa yang datang sunghoon bukan maling, ia kira ia bakal mati seperti di film film.
"Lagian ga ada maling yang seganteng ini Ni-ki" kata sunghoon tersenyum dan mendekati Ni-ki
" Mana temanmu itu?"
"Udah pulang, kok kakak ga ngabarin kalo pulang?" Tanya Ni-ki sedikit kesal, ia kesal karena sunghoon datang tanpa memberitahu dan sudah membuatnya berpikir macam macam.
"Mau surprise" jawab sunghoon santai dengan diiringi senyum tanpa rasa bersalah.
"Huft.." Ni-ki membuang nafasnya dan kembali duduk dimeja belajarnya
"Kok gitu si responnya, suaminya baru pulang loh ini" kata sunghoon dengan nada sedih yang dibuat buat.
"Hmm..selamat datang dirumah" kata Ni-ki dengan cuek dan kembali fokus pada buku bukunya.
"ishhh, kok cuek gitu...ini aku bawain coklat" ucap sunghoon menaruh coklat Jacques Genin khas Paris itu
"kamu tu ngapain coba belajar, orang udah jadi istrinya Park Sunghoon" katanya dengan nada sedikit sombong.
"Bukannya sepupu?"
"Ha?"
"Engga, kakak sana mandi, bau" kata Ni-ki mendorong sunghoon keluar dari kamarnya dan segera menutup pintu, sebelum itu ia mengucapkan terima kasih atas coklat pemberian sunghoon.
Sunghoon yang masih berdiri didepan pintu, bingung apa maksud Ni-ki.
"Sepupu?"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Maaf lama ga update, authornya sibuk, jadi updatenya setahun sekali ;( tp untuk chap selanjutnya diusahakan secepatnya. <( ̄︶ ̄)>