SUNGHOON x NI-KI
Park Sunghoon berusaha meraih Ni-ki yang hendak pergi dari hidupnya.
Masalah masalah yang terungkap membuat hubungan dekat mereka menjadi renggang. akankah Sunghoon mampu mengembalikan keadaan seperti semula?
"Bisakah aku mengejar m...
Kali ini, dua pria tengah diselimuti rasa canggung menatap kasur berukuran king size. Usai makan malam, kedua orang tua Sunghoon meminta sang anak dan menantu untuk menginap, karena waktu sudah hampir tengah malam.
Sunghoon selaku suami menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Kenapa ia jadi seperti orang tolol saja?. " em..nanti aku tidur di sofa, kamu mandi aja dulu " instruksi sunghoon, ia paham bahwa Ni-ki belum nyaman tidur dengannya.
Mendengar itu ni-ki menjadi tak enak hati, ini'kan rumah sunghoon, kamar sunghoon juga, kenapa jadi sang suami yang tidur di sofa?
" Kak sunghoon aja yang tidur kasur, biar aku yang di sofa "
Mendengar itu, sunghoon menggeleng tak setuju. Mengapa jadi istrinya di sofa?
" Nanti kamu pegal pegal pas bangun "
Ni-ki menghela nafas, kalau diteruskan perdebatannya tak akan selesai. Bisa bisa mereka ga tidur sampai pagi.
" Kalau begitu, kak sunghoon tidur di kasur bareng aku " final Ni-ki.
" Aku bersih bersih dulu ya kak " lanjut Ni-ki meninggalkan sunghoon yang diam berdiri. Ni-ki tak tau saja dibalik diamnya sunghoon, ada hati yang berbunga bunga.
. .
Ni-ki terdiam sejenak, menyadari bahwa ia tak membawa pakaian ganti. Ia tadi terburu buru masuk ke kamar mandi karena tak tahan dengan atmosfer canggung bersama sunghoon.
Niat dia'kan mau membersihkan badan dia yang lengket karena keringat, tapi malah tak membawa baju ganti. Ia juga menyadari bahwa ia tak membawa ganti dari rumah! Percuma dong?! ck, Ni-ki menghela nafas dan memakai pakaian yang ia kenakan tadi.
Saat keluar dari kamar mandi, Ni-ki tak melihat keberadaan sunghoon, tapi ia menyadari ada kaos putih dan celana panjang abu abu di atas kasur. Sepertinya sunghoon meninggalkan untuknya.
Ni-ki mengambil pakaian itu dan segera menggantinya. usai mengganti pakaiannya, Ni-ki menyadari kalau suaminya tak kunjung kembali, padahal jam sudah menunjukkan pukul dua belas lewat lima menit, tengah malam.
Akhirnya Ni-ki menaiki kasurnya, bersandar pada head board. Membuka ponselnya, ada notifikasi dari sahabatnya, jungwon. Disana, jungwon menanyakan keberadaan Ni-ki, ia juga diberitahu pak seto—satpam rumah sunghoon, bahwa Ni-ki dan sunghoon tak berada dirumah.
Ni-ki'pun membalas pesan jungwon, mengatakan bahwa ia sedang berada di rumah Tuan Park dan Nyonya Park—mertuanya.
Saat asik berbalas pesan dengan jungwon, Ni-ki dikagetkan dengan suara sunghoon.
" Sedang apa? " Tanya sunghoon, ia bertanya bukan tanpa alasan. Ia sudah masuk dari tadi malah, ia juga sudah mandi. tapi, Ni-ki tak menyadari keberadaannya karena asik dengan ponselnya.
" Kak sunghoon ngagetin aku aja " kata ni-ki memegang dadanya, ia beneran kaget tanpa menyadari suaminya itu sudah berganti pakaian.
" Ini aku lagi chatan sama jungwon, kak " kata ni-ki memberi tau.
" Mana, coba liat " pinta sunghoon yang sudah naik ke atas kasur, duduk di sebelah Ni-ki. Sunghoon membaca pesan antara istrinya dengan jungwon. Sunghoon tak tau rupa asli si jungwon ini, ia cuma pernah melihat fotonya dari orang suruhan sunghoon.
" Ngapain dia dateng ke rumah?" Tanya sunghoon usai membaca isi pesan Ni-ki dan jungwon. Ia tak merasa mengundang si jungwon jungwon itu untuk datang kerumahnya.
" Mau main kali, kak " jawab Ni-ki seadanya, ia juga tak tau mengapa temannya itu datang ke rumah, buat apa coba kalau ga main?.
" Udah kayak jalangkung aja, datang tak diundang, pulang tak diantar" sindir sunghoon, merebahkan tubuhnya di samping Ni-ki, tak lupa menarik selimut menutupi setengah badannya.
Ni-ki tak membalas perkataan sunghoon, ia juga ikut berbaring membelakangi sunghoon. Tapi, dapat Ni-ki rasakan bahwa sunghoon menyelimuti tubuhnya, Ni-ki hanya diam dan memejamkan matanya, membiarkan suaminya itu.
. .
Perlahan Ni-ki membuka matanya, cahaya menusuk matanya memaksa agar ia bangun dari tidurnya. merasakan ada tangan memeluk pinggangnya, Ni-ki menoleh, ternyata itu sunghoon tidur tanpa sadar memeluknya.
Ni-ki melamun sebentar, mengumpulkan nyawanya. Perlahan ia mulai sadar dan menyadari bahwa ia berada di kamar yang asing? Memperhatikan sekeliling dan menyadari bahwa ia sedang berada di rumah mertuanya! Buru buru Ni-ki melepaskan pelukan sunghoon dan bangkit berdiri, jam sudah menunjukan pukul delapan pagi, ia segera pergi mandi, bisa bisanya nanti ia dicap istri tak becus.
•
Ni-ki keluar dengan Hoodie kebesaran milik sunghoon, ia sudah seperti tertelan.
Ni-ki segera pergi ke dapur, terlihat ibu mertuanya itu sudah sibuk dengan dengan peralatan masaknya.
Menyadari keberadaan Ni-ki, sang ibu mertua mendengus kesal. " Sudah bangun nyonya?" Sarkas nya.
"Maaf ma, Ni-ki tidur larut malam " jawab Ni-ki mengambil sayur, segera mencuci dan memotongnya.
" Memangnya kau ngapain sampai tidur larut malam, hah! " Marah sang mertua.
Ni-ki hanya diam, menunduk takut.
" Aduh..ma, memangnya pasutri muda ngapain lagi, tidur larut malam? main togel? Kata seorang wanita tiba tiba datang, wanita itu santai berucap sambil melahap sebuah apel. Menatap santai sang mama yang sudah menukik wajah marah.
" Mana sopan santun mu Park Jiye " bentak nyonya park.
" Lagi ku simpen di kamar " balas Jiye pergi.
" YAA! punya anak ga ada yang bener " bentak sang ibu mertua, tapi Ni-ki jadi mengetahui bahwa gadis tadi adiknya sunghoon, adik iparnya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
ce'ilah, update long text ini. w(°o°)w janlup vote and komen yahh. (◍•ᴗ•◍)