Chapter 13

378 53 5
                                        

Sudah satu tahun zee menetap di kampung halaman sang ayah, bahkan ia sudah bersekolah dan kerja part time

Kali ini zee berencana akan pergi bersama temen masa kecil nya yaitu lio, meraka bertemu di sini karna dulu setelah dirinya berpisah dengan lio,lio beserta keluarganya pindah ke surabaya dan menetap disini

Flashback

Brukk

"Maaf mas" ucap zee sambil mengambil barang nya yang jatuh

Laki laki yang ditabrak zee membantu mengemasi barang zee yang berjatuhan, namun ia fokus pada satu kertas foto yang sangat familiar

"Zeera" ucap nya lirih sambil mengambil foto tersebut

"Maaf, maksud nya apa ya?" Tanya zee

Tanpa membalas ucapan zee, pria tersebut mengeluarkan kertas foto yang ia punya juga dari kantong nya, dan menunjukkan nya ke zee

"Kamu lio?" Tanya nya ragu

Bukan nya menjawab, laki laki tersebut malah memeluk zee

"Maafin lio zeera" ucap nya lirih

"Waktu itu lio salah udah bikin zeera ngambek, dan pergi ninggalin lio" lanjut nya sambil melepaskan pelukan nya

Zee tersenyum, ia sangat merindukan sahabat nya ini

"Zeera gak ngambek kok, tapi zeera emang harus pergi waktu itu" jawab nya

Flashback off

Kini zee berada di danau bersama lio yang terus terusan mengodanya

"Jangan ngambek dong zeera, masak gitu aja ngambek sih" ucap lio sambil tertawa

"Nyebelin" ucap zee sambil memajukan bibir nya

Setelah obrolan itu mereka diam tapi tetap ada suara tawa lio yang bergema

Zee memperhatikan lio, tawa nya masih sama seperti mereka kecil dulu, dan tawa itu membuat hatinya hangat

"Lio" panggil nya

"Iya kenapa zeera" jawab lio sambil menatap zee lembut

"Kalau misal suatu saat nanti kita pisah, kamu masih anggap aku sahabat gak?" Tanya zeera

"Emang kamu mau kemana lagi zeera?" Tanya balik lio

"Mereka pasti bakalan nemuin aku secepatnya lio, entah hari ini atau nanti aku gak tau, yang aku yakin mereka gak mungkin ngelepasin aku gitu aja" ucap zee panjang lebar

"Aku gak bakalan biarin mereka bawa pergi kamu lagi zeera" jawab lio penuh kenyakinan

Zee menggenggam tangan lio

"Makasih lio, tapi aku gak mau kamu kenapa kenapa hanya karna ngelindungi aku, cukup ayah dan ibu aku aja, kamu jangan" ucap zee dengan air mata yang sudah jatuh

Melihat air mata zee lio membawa zee kepelukan nya

"Jangan nangis zeera" ucap lio lirih sambil mengelus punggung zee

"Aku janji bakalan jaga kamu semampu aku zeera" batin lio

Setelah saling diam cukup dengan posisi yang saling berpulakan, mereka melepaskan pelukan nga

"Karna lio udah bikin zeera nangis, sekarang lio belikan zeera es krim" suruh nya sambil menghapus sisa air matanya

"Dih mana ada gitu" jawab lio

"Oh lio gak mau, cukup tau sih aku" ucap zee pura pura ngambek

"Dasar bocil dikit dikit ngambek" ucap nya sambil mengacak rambut zeera dan pergi juga menuruti kemauan zeera

JOUSKA [HIATUS]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang