Chapter 14

205 48 11
                                        

Setelah menempuh perjalanan cukup jauh, kini mereka sudah berada di pulau terpencil milik keluarga nya

“Hikss U-dah sakit” parau zee

Tapi gracia seakan tuli, ia terus mencambuk zee dengan brutal, emosinya terus meningkat mengingat sikap zee yang tidak sopan itu

“Udah ge” ucap shani menghentikan aktivitas gracia

“Stop halangi aku shan, anak kayak dia gak pantas dikasih ampun” ucap nya dengan emosi

“Iya aku tau, tapi lihat tangan kamu udah merah” jawab shani sambil mengambil cambuk dari tangan gracia

“Giliran kamu njel” ucap shani sambil menyerahkan cambuk nya ke christy

Christy awalnya ragu untuk menerima, tapi mengingat rasa kesal nya terhadap zee ia segera mengambil cambuk tersebut dari tangan shani

“Hikss, ja-ngan” lirih zee sambil menatap mata christy memohon

Mereka saling tatap, christy bisa melihat mata penuh harap zee yang seolah olah berkata “aku tau kamu gak bakalan lakuin itu” tapi lagi lagi christy menyingkirkan rasa iba nya, ia sudah terlanjur kesal

Ctarrrrrr

“Aghrr” teriak zee kaget saat satu cambukan keras melayang dipunggung nya

Zee menatap christy dengan mata berkaca kaca, ia terus memandangi christy yang masih terus terusan mencambuk dirinya

Kali ini ga ada tangisan ataupun ringisan yang keluar dari mulut zee, dirinya terus menatap mata christy dengan tatapan kecewa dan tak percaya nya bahwa christy akan melakukan hal yang sangat ia benci dari dulu

Christy yang udah dikuasi rasa kesal terus mencambuk zee dengan bringas, bahkan shani dan chika tidak dapat bagian menghukum zee karna zee terlebih dahulu pingsan dengan darah yang mengalir dari punggung nya

“MAID” teriak shani

Tak lama dari itu, tiga maid yang dipanggil shani datang

“Tolong bersihkan, dan pindah ke kamar atas” ucap shani

***

Kini diruangan lain christy meremat botol minum yang telah ia minum, dikepalanya masih berputar bagaimana bringas nya ia saat mencambuk zee tadi

“Hikss” tangis christy pecah mengingat kondisi zee yang pingsan dengan tubuh yang penuh darah dan lebam karna dirinya

Bahkan christy mengingat jelas sorot mata zee yang memohon untuk tidak melakukan itu dan  tatapan kecewa nya setelah apa yang ia harapkan tak sesuai , ia yakin zee pasti akan membencinya

“Sorry zizi” lirih christy

***

“Uhuk uhuk”

Zee langsung bangun dari tidur nya setelah ada yang siram air dimuka nya, bahkan ada air yang masuk kehidung nya menyebabkan ia kesulitan bernafas

“Enak aja jam segini masih tidur lo, bangun” ucap chika

Ya chika yang menyiram zee disaat anak itu sedang enak tidur, lebih tepat nya pingsan setelah kejadian semalam

“M-aaf kak” jawab zee terbata bata

“Mandi habis itu turun ” ucap nya lagi dengan ketus

“Jangan lama atau lo mau kita hukum lagi” tambahnya dan kemudian keluar dari ruangan zee

Melihat kepergian chika, air mata zee keluar, jujur ia tak sanggup untuk jalan, bahkan berdiri dari duduk nya ia tak kuat

“Hikss, sakit” lirih nya mencoba bangun dari ranjang

Setelah susah payah berjalan, ia sampai dikamar mandi, ia mengamati wajah nya yang sangat malang, rambut acakan acakan, pipi penuh lebam bekas tamparan, bahkan matanya sudah bengkak kebanyakan menangis

“Hikss, ayah ibu zizi gakuat” tangis zee pecah

***

"duduk" ucap shani dingin

mendengar itu zee langsung duduk, ia masih berusaha menahan rasa sakit di tubuh nya

"hari ini gaada jatah makan buat lo" ucap chika saat melihat zee ingin mengambil nasi

"anggap aja itu hukuman dari gue buat lo"lanjutnya

zee yang mendengar itu segera mengurungkan niat nya

"oh iya shan, tadi malam oma telfon kita disuruh pulang sekarang, ada hal penting yang mau diomongin" ucap gracia di tengah tengah sarapan

"kita langsung berangkat sekarang"jawab shani datar

"kalian ada acara apa?" tanya gracia sambil menatap chika dan christy bergantian

"aku harus ke bali sih sekarang, restoran di bali lagi ada masalah, jadi mau gak mau harus aku sendiri yang handle, mungkin lusa selesai" ucap chika menimpali

"aku ada ujian, lusa terakhir" jawab christy singkat

"so, berhubung kita semua ada acara yang jagain dia siapa?" ucap gracia sambil menatap zee yang sedang menunduk

"pulau ini aman kak ge, dia gabakalan bisa kabur" ucap chika

"kalian yang disini, jangan coba coba kasih makan atau pun minum ke dia sampai saya suruh, kalau ada yang kasih tidak segan segan saya bunuh kalian sekarang juga paham?" tambah chika

para maid yang emang sedang berdiri di seberang meja makan hanya menunduk hormat tanda mengerti

setelah melihat itu chika langsung pergi begitu saja dan disusul gracia

"gue tunggu di mobil shan" teriak gracia

"dua hari kedepan kamu aman zeera, tapi tunggu kita datang, saya masih belum hukum kamu" ucap shani datar dan segera pergi

christy yang sedari tadi melihat itu ikut beranjak, tapi ada tanga dingin yang menahan tangan nya

"a-aku haus, boleh aku minta minum?" tanya zee terbata bata tanpa menatap mata christy

"lo gak denger yang diomongin kak chika tadi" jawab christy datar sambil menghempaskan tangan zee kasar dan berlalu pergi

zee menatap kepergian mereka dengan air mata yang sudah menetes

ia beralih menatap para maid berharap ada yang berbaik hati memberinya minum walau hanya sekali teguk

"maaf nona" ucap salah satu maid merasa kasihan terhadap nona muda nya itu

mendengar itu zee tersenyum

"gapapa, tapi bisa tolong bantu aku ke kamar?" tanya nya pelan dan langsung di bantu oleh dua maid

"terimakasih" ucap nya pelan

                          TBC...

Hai readers!!!!!
Author comeback nihhhh
Jangan lupa vote yaw hitung hitung bikin semangat menjalani masa pemulihan setelah operasi
See you next chapter!!!

JOUSKA [HIATUS]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang