EXTRA CHAP III (HAPPY ENDING!)

73 6 0
                                        

Hallo Darling, selamat malam!

Ah sudah lama sekali tidak menyapa kalian. Bagaimana kabarnya? Saya harap kalian selalu baik-baik saja di mana pun kalian berada.

Siapa nih di sini yang masih gamon sama cerita satu ini? Tolong komen di sini ya! 👉

Anw saya tiba-tiba sekali kepikiran buat bikin ceritanya happy ending. Jadi saya iseng saja buat extra chapter yang semisal ceritanya happy end. Tapi tetap saja ya, ending aslinya itu yang Valerio jadi ubi xixixi. Extra chapter ini hanya keisengan saya doang. Jadi tidak akan merubah ending sebenarnya😉

Sebagai penghilang ke-gamonan kalian, saya buatlah extra chapter ini. Happy reading!

Note: If Valerio were still alive!


👀

"Hello from the other side."

Hello—Adele

👀


Pagi sekali, gedoran pintu terdengar kencang memekakan telinga sepasang kekasih yang masih bergulung di bawah selimut. Saling memeluk, menyalurkan kehangatan satu sama lain. Apalagi dengan tubuh mereka yang shirtless sehingga kulit antara kulit saling bergesekan. Merasa terganggu, mereka mulai membuka mata dan menggeliat. Bahkan helaan napas kasar terdengar, seolah tengah mengutarakan kekesalannya di pagi hari.

"Mom! Dad! Wake up! Buka pintunya!" teriak seorang anak lali-laki yang masih berusia 4 tahun dengan tangan mungilnya yang terus menggedor pintu kamar orang tuanya.

"Oh shit! Masih pagi sudah mengganggu." umpat seorang pria yang sudah membuka mata sepenuhnya. Tapi bukannya bangkit, pria itu semakin mengeratkan pelukannya pada tubuh istrinya.

"Valerio, lepaslah. Aku harus mengenakan baju," kata wanita itu dengan wajah yang terlihat cemas. Pasalnya, ia takut jika anak kecil itu tiba-tiba masuk ke dalam dan melihat mereka yang tidak mengenakan sehelai benang apa pun pada tubuhnya.

"Bagaimana jika Abraham tiba-tiba masuk?"

"Tenanglah, Lavie. Pintunya terkunci. Lagipula, anak itu pasti tidak bisa menjangkau kenop pintunya." Pria yang di panggil Valerio itu meresponnya tanpa berniat untuk bangkit.

"Tetap saja, kita harus bergegas bangun atau Abraham akan terus berteriak."

"Mom! Dad! Ayolah, buka pintunya!"

"See? Dia sungguh pantang menyerah."

Valerio berdecak dan mau tak mau harus bangun kemudian berjalan untuk membuka pintu kamarnya. Pun dengan Lavender yang langsung memakai baju tidurnya yang tergeletak di lantai.

"What's going on, boy? Kenapa kau menggedor-gedor pintu?" Valerio bertanya kepada anak kecil yang di panggil Abraham itu dengan berjongkok di depannya.

"Kau bilang kita akan pergi ke Jepang hari ini untuk merasakan musim winter di sana. Lihatlah, aku sudah siap, Dad! Bibi Samantha membantuku bersiap karena Mom lama sekali datang ke kamarku!" bibir Abraham mengerucut karena kesal melihat orang tuanya yang belum bersiap-siap. Ditambah, lama sekali mereka membuka pintunya. Padahal, Abraham sudah membayangkan bermain salju di Jepang. Pasti akan sangat menyenangkan dan vibesnya berbeda dengan di negara asalnya.

Dan Valerio yang mendengar itu jadi merasa bersalah. Ia lupa kalau dirinya sudah berjanji akan membawa keluarga kecilnya ke Jepang untuk liburan winter di sana dan ternyata anak kecil itu sungguh excited sekali. Padahal Valerio melupakan janji itu. Hah tentu saja lupa, karena Valerio mengatakannya dua bulan lalu-kalau tidak salah.

SAVE YOU [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang