—SAVE YOU—
Genre : Dark Romance, Adult.
Rating : 18+
⚠️Saya tidak akan lelah mengingatkan kalian untuk vote dan komen karena itu memberi semangat pada Author.
Typo? Tandai⚠️
⚠️Terdapat kata-kata kasar dan adegan berdarah. Bijaklah dalam memilih bacaan⚠️
Happy reading!!!
~♤~
Dentingan sendok dan piring yang terdengar menandakan bahwa di ruangan tersebut mereka sedang melakukan sarapan. Hidangan-hidangan di atas meja terlihat sangat lezat membuat siapa pun yang melihatnya akan tergiur oleh aroma yang dihasilkan. Tapi seolah saling berhadapan dengan patung, kumpulan orang di meja makan hanya saling diam tanpa melontarkan candaan. Sungguh suasana sarapan yang canggung dan serius. Tapi begitulah mereka, jika tak ada yang perlu dibicarakan, semuanya akan diam membisu.
"Sir, saya izin menyampaikan informasi yang Tuan Sergio sampaikan."
Kegiatan sarapan seorang pria paruh baya terhenti saat pengawal berbicara kepadanya.
"Apa yang Sergio katakan?"
"Oh apakah Sergio sudah pulang? Apakah anakku baik-baik saja?" celetuk seorang wanita yang duduk di seberangnya dengan wajah penasaran.
"Apakah dia membawa kabar baik atau buruk?" tanya pria paruh baya itu lagi dengan wajah serius. Meski umurnya sudah memasuki kepala lima, tapi wajah tegas dan berwibawanya masih terasa. Seperti halnya pebisnis pada umumnya.
"Ya, beliau sudah pulang dan kedua wanita itu sudah beliau amankan."
Mendengar perkataan tersebut, semua orang yang berada di sana mematung dengan perasaan yang campur aduk.
"Dan beliau juga mengamankan kedua wanita tersebut di tempat seperti biasanya."
Seorang wanita yang duduk di samping pria paruh baya itu meremas sendok cukup kuat dengan pandangan yang menatap tajam ke arah piring. Lalu dengan gigi yang menggertak, ia bangkit dari duduknya dengan cukup kasar sampai terdengar gesekan antara kaki kursi dan lantai, yang membuat orang di sana terkejut.
"Honey? Ada apa?" tanya pria baya itu yang diyakini suaminya.
"Aku akan membunuh kedua wanita sialan itu," jawabnya dengan amarah yang membuncah. Lalu saat dirinya hendak pergi, langkahnya terhenti saat suaminya memegangi lengannya.
"Tidak perlu terburu-buru."
"Lepaskan aku, Syam."
"Tidak, aku tidak akan melepaskanmu. Jangan membuat hal gegabah. Kita akan menunggu sampai Valerio datang."
"Lepaskan. Aku sudah muak menunggu kedua wanita itu. Aku akan membalas perbuatan mereka pada anakku," katanya dengan tegas sambil menatap ke arah suaminya dengan mata yang sudah memerah.
"Aku tahu. Tapi, kita tidak perlu terburu-buru."
"Kakak ipar, kau harus menahan amarahmu sedikit." wanita yang diseberang ikut menimbrung dengan wajah yang tak kalah marah tapi ada sedikit kekhawatiran tergambar di wajahnya.
"Aku tidak bisa menunggu lagi."
"Nala, dengarkan aku. Aku tahu kau masih tidak terima atas kepergian Anak kita. Tapi kau perlu bersabar dan tenangkan dirimu." Syam mencoba menenangkan istrinya dan membawa Nala kepelukannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
SAVE YOU [END]
Romance⚠️Warning : Harsh word, Toxicity, Blood, Rude behavior and Gore⚠️ Tidak direkomendasikan untuk anak di bawah umur❗ Bijaklah dalam memilih bacaan! Jika tidak suka, skip saja❗ Menikah di usia muda setelah lulus SHS tidak pernah terbayang dalam pikiran...
![SAVE YOU [END]](https://img.wattpad.com/cover/367000441-64-k61331.jpg)