—SAVE YOU—
Genre : Dark Romance, Adult.
Rating : 18+
⚠️Saya tidak akan lelah mengingatkan kalian untuk vote dan komen karena itu memberi semangat pada Author.
Typo? Tandai⚠️
⚠️Disarankan untuk membaca secara perlahan dan tidak terburu-buru agar dapat feel-nya⚠️
Apa yang ingin kalian katakan pada karakter-karakter di cerita SAVE YOU?
Kepada Lavender?👉
Kepada Valerio?👉
Kepada Author?👉
Happy reading!!
~♤~
6 bulan kemudian.
Pagi itu, sinar matahari menerobos masuk ke sela-sela jendela kayu rapuh yang masih tertutup.
Seorang gadis terbangun dari tidurnya saat mendengar jam weker yang berbunyi. Mematikan benda tersebut, lantas ia bangkit duduk dengan kesusahan akibat perutnya yang besar. Meski begitu, ia selalu bersyukur bahwa ia bisa bertemu dengan pagi lagi.
Lavender Maelys Konan. Gadis cantik yang murah hati dan begitu polos. Akibat kepolosannya, terkadang gadis itu dimanfaatkan dan mudah termanifulasi. Meski begitu, kerendahan hatinya selalu membuat seseorang kagum padanya. Yaitu suaminya sendiri. Valerio Asher Konan.
"Morning, baby." Lavender berucap sembari mengelus perut buncitnya.
Sudah enam bulan berlalu dan tentu saja perut gadis itu sudah membesar. Lavender sampai tidak menyangka ia akan bisa sampai di titik ini, meski dirinya hidup sendirian.
Ya, Lavender kini hidup sendirian di sebuah rumah yang terbilang kecil—tapi masih layak untuk dirinya tinggali. Enam bulan lalu, setelah Nala mengatakan bahwa Lavender bisa pergi tanpa anaknya setelah melahirkan, tentu saja Lavender tidak akan tinggal diam. Kali ini Lavender tidak akan pasrah begitu saja. Lavender tidak akan menyerahkan anaknya pada siapa pun, sekali pun itu pada keluarga suaminya. Lavender akan mengurusnya sendirian. Bayi inilah yang sekarang menjadi tujuan hidupnya.
Lavender pergi tanpa memberitahu siapa pun, bahkan Marmara sekali pun. Lavender pergi secara diam-diam di malam hari. Untung saja, Stella lagi-lagi ingin membantunya jadi tidak terlalu sulit untuk meninggalkan rumah besar ini.
Dan di sinilah Lavender sekarang tinggal. Sebuah rumah kecil yang terletak di kota lain—jauh dari kota München. Karena Lavender tidak ingin terlibat lagi dengan keluarga suaminya, sehingga Lavender memilih kota yang jauh dari rumahnya. Lavender berharap kalau di sini dirinya aman.
Lavender membuka jendela sehingga cahaya matahari menerobos masuk sepenuhnya. Di tambah angin sepoi-sepoi yang memanjakan kulit mulusnya membuat udara terasa sejuk pegi ini. Ah, inilah yang Lavender sukai dari kampung halamannya sekarang. Udaranya tidak terlalu tercemar oleh polusi.
Beberapa saat Lavender hanya menikmati udaranya sebelum mendengar hendphone-nya berdering dan ternyata itu adalah Stella. Omong-omong soal handphone, Lavender juga membuang kartu SIM sebelumnya agar tidak bisa dilacak oleh siapa pun. Setelah sampai di sini, Lavender langsung membeli kartu SIM baru yang saat kini hanya ada nomor Stella saja yang tertera di sana.
"Lavender, bagaimana keadaanmu di sana?"
Lavender memutar bola matanya dengan senyuman. "Kita hampir setiap hari telponan dan kau menanyakan hal yang sama. Aku bosan mendengarnya."
KAMU SEDANG MEMBACA
SAVE YOU [END]
عاطفيّة⚠️Warning : Harsh word, Toxicity, Blood, Rude behavior and Gore⚠️ Tidak direkomendasikan untuk anak di bawah umur❗ Bijaklah dalam memilih bacaan! Jika tidak suka, skip saja❗ Menikah di usia muda setelah lulus SHS tidak pernah terbayang dalam pikiran...
![SAVE YOU [END]](https://img.wattpad.com/cover/367000441-64-k61331.jpg)