Bambam membuka matanya dan terlonjak kaget karena menemukan dirinya berada di tempat yang asing dan dalam keadaan yang sangat menyiksa. Tubuh nya seakan remuk,mungkin karena posisinyan sekarang ini. Ia tak mengingat sedikit pun kejadian apa saja yang baru saja menimpanya.
"Kau sudah sadar bocah manis? Hahaha." Tanya seorang pria yang diselingi oleh tawaan. Bambam menatap takut pria tersebut. Ia berpikir,apa salahnya selama ini hingga ia harus merasakan hal seperti ini? Pria bertubuh besar itu semakin mendekati Bambam dengan membawa sebuah pisau kecil yang dimainkan olehnya. Bambam menatap ngeri pada pisau itu. Firasatnya benar. Ia dalam bahaya yang besar. Tolong aku.. Hiks.. Rintih Bambam dalam batin nya yang tentu saja tak akan terdengar oleh pria bertubuh besar itu. Semakin lama pria itu semakin dekat dengan Bambam. Terlihat sudut bibirnya yang terangkat sebelah dan berdecih pelan tanda ia sedang meremehkan keadaan Bambam yang sekarang terlihat ini.
"Andai saja aku tidak dilarang untuk membunuhmu,sekarang tubuhmu ini sudah terbagi menjadi beberapa bagian manis~" Ucap pria itu sambil menggoreskan pisaunya diatas pipi gembul milik Bambam. Darah berwarna merah pekat itu mengalir melewati dagu Bambam,bahkan membentuk aliran menuju lehernya. Pria tersebut tersenyum kecut tatkala melihat mata Bambam yang ber air.
"SEBENARNYA SIAPA KAU?!!" Jerit Bambam saat penutup mulutnya dibuka. Tak ada jawaban dari orang yang ditanyainya,melainkan sebuah tamparan yang sangat kencang pada pipinya yang tergores tadi.
Tes
Tes
Tes
Air mata Bambam mengalir dengan deras begitu saja. Apa salahnya? Mengapa banyak orang yang begitu membencinya? Batin dan fisik Bambam benar-benar hancur. Sementara pria itu semakin banyak membuat goresan ditubuh Bambam.
"Kau tak perlu berteriak seperti itu sayang.. Kau tau seberapa tajam pisau ini,hm? Bisa saja langsung menancap di dada mu jika kau mau. Hahaha." Bambam hanya memejamkan matanya saat merasakan perih dipipinya karena air matanya yang mengenai luka di pipinya.
Tolong aku.. Aku mohon..
-Other side-
Mark terbangun dari tidurnya saat mendengar dering ponselnya. Matanya yang masih terpejam dipaksakan untuk untuk terbuka agar dapat melihat jam dan melihat layar ponselnya yang bercahaya itu. Baru pukul 9.45 dan untuk apa Jaebum meneleponku?
"Yeobseyeo. Ada apa menelepon?" Tanya Mark dengan suaranya yang parau akibat banyak berteriak semalam.
"Huft~ Kau ini benar-benar ya! Takdirmu dalam bahaya,bocah sialan! Kau malah bertanya ada apa?! Kau tak ingin menyelamatkannya?! Seberapa kuat tubuhmu itu sih hingga kau kuat menahan sakit itu,hah?! Cepat bangun dan bersihkan dirimu! Kita akan menyusuri kota untuk mencari Bambam. Bye!" Sambungan pun terputus begitu saja. Bahkan Mark hanya mengucapkan 4 kata sementara Jaebum memarahinya panjang lebar. Mark beranjak dari tempat tidur nya menuju kamar mandi untuk mencuci muka. Namun ketika ia akan mengambil handuk kecil,tubuhnya ambruk dan tersungkur lemah tak berdaya. Dari hidungnya keluar darah dengan sangat banyak. Kepalanya sangat pening. Ia mencoba untuk bangun,tapi tak bisa. Jangankan untuk bangun,bahkan mengeluarkan suara pun rasanya sangat sulit. Pada akhirnya Mark pingsan karena kepalanya yang terasa sangat berat.
.
.
.
.
"Ugh! Dimana aku?"
"Oh,kau sudah sadar rupanya!" Ucap seorang pria dengan pancaran cahaya yang sangat menyilaukan matanya. Mark tertegun melihatnya.
"Anda siapa? Dan saya berada dimana?" Tanya Mark to the point. Pria itu tertawa saat Mark bertanya seperti itu. Mark mengerutkan dahi nya. Ia bingung,apa ada yang lucu dengan diri nya hingga pria dihadapan nya ini tertawa begitu ia berbicara?
KAMU SEDANG MEMBACA
Love Ya | MARKBAM [✔]
Fanfiction"Gomawo hyung.. kau membuatku lebih kuat dari sebelumnya." Bambam "Aku akan menjagamu.. karena aku adalah malaikatmu." Mark "Kau tak akan pernah bahagia sebelum aku yang bahagia!" Secret "Aku akan menjadikanmu malaikat yang memiliki hati lembut.. ak...
![Love Ya | MARKBAM [✔]](https://img.wattpad.com/cover/56637959-64-k450926.jpg)