Part 11~ [END]

5.5K 117 18
                                        

Happy reading~

Yoona dibawa ke UGD karna Lukanya sangat parah.

"Mohon tunggu sebentar dan silakan mengurus administrasi" kata suster itu sambil menutup pintu itu. Siwon tampak dengan muka yang sangat kosong. Ia benar benar merasa seperti orang bodoh yang bolak balik seperti merasakan kekhawatiran yang sangat. Tiba2 Yuri, Kwon sang woo, appa siwon dan amma siwon datang menghampirinya.

Plakkk

Yuri menampar siwon di hadapan orang tuanya siwon dan dia.

"Kau siapa hah?? Kau suami yoona? Kok aku tidak mengenal mu?? Aku hanya melihat pengecut didepanku yang hanya diam saat yoona ditembak" Yuri sangat emosi melihat adiknya terpuruk begitu parah di ruang tersebut.

"Mianhae aku tidak bisa menjaga adikmu. Aku hanya pria yang bodoh membuat adikmu sengsara. Aku hanya pria yang selalu menganggu kehidupannya. Coba saja kalau tidak ada mantanku, tidak mungkin seperti ini jadinya" ucap siwon sambil mendesah.

"Sudahlah yuri, biarkan adikmu ini menjalani operasi ini dengan baik. Ini bukan kesalahan siwon sepenuhnya" kata appa yoona mengelus kepala yuri.

Tiba tiba dokter yang didalam keluar.

"Dok, apa yang terjadi??" Siwon langsung memegang tangan dokter tersebut.

"Apakah kalian keluarga terdekat??"

"Tentu saja, kita semua keluarganya. Ada apa dok?" Tanya siwon yang sangat khawatir.

"Ini sudah kami lakukan semaksimal mungkin.Namun..." ucap dokter yang terlihat sangat resah.

"Tolong jangan buat kami takut dok. Cepat katakan" Yuri sudah tidak bisa membendung air matanya lagi.

"Bayi yoona keguguran. Maafkan kami, peluru itu telah mengenai rahimnya dan itu sangat fatal bagi bayi yang didalamnya. Kami berusaha untuk mengeluarkan anak itu segera. Tetapi saat dikeluarkan. Ia sudah tidak bernyawa"

Deg.

"Keguguran?? Bagaimana dengan yoona sendiri dok??" Siwon tidak bisa menahan sedihnya yang mendengar anaknya telah mati ditangan orang yang dulu ia cintai sebelum yoona.

"Yoona sedang beristirahat. Ia belum pulih benar. Jadi masuknya 1 per 1. Mari saya pergi dulu" ucap si dokter sambil pergi meninggalkan mereka.

"Yoona keguguran. Mengapa bisa terjadi?" Siwon yakin sekali ia mengeluarkan air matanya untuk yeoja yang ia cintai untuk pertama kalinya.

"Tenanglah jangan sedih. Kami yakin kau bisa mempunyai anak lagi dengan yoona. dokternya tidak bilang kan kalau yoona tidak hamil lagi?" Ucap eomma siwon menenangkan siwon.

"Nde benar. Aku akan menjaga Yoona setiap hari. Aku tidak akan pulang sampai yoona benar benar pulih. Aku masuk duluan" kata siwon sambil masuk ke ruang inap yoona.

@ruang inap

Yoona sedang tertidur pulas. Ia tidak memberanikan diri untuk membangunkan yoona. Ia merasa tidak percaya akan insiden yang menimpanya dengan yoona.

"Yoona. Maafkan aku. Aku sangat tidak bisa menjagamu waktu itu. Aku sangat sedih mendengarmu keguguran mu. Tapi tidak papa kan kalau kita akan memiliki anak lagi?? Aku sangat mencintaimu yoona. Aku tidak bisa berdiri kalau kau tidak ada di sampingku sekarang. Aku yakin sekali kalau kau pasti akan tegar saat mengetahui anakmu itu sudah ada di surga kembali" ucap siwon yang air mata itu tidak sengaja keluar lagi.

"Eumm..." ucap yoona menggeliat seperti ingin bangun tidur

"Yoongie?"

"Ah oppa. Mengapa aku disini?" Ucap yoona serak.

"Kau yakin tidak akan sedih setelah aku menceritakan semua padamu?"

"Nde."

"Kau tertembak pistol kemarin oleh tiffany dan kau keguguran sekarang. Maafkan aku yoongie aku tidak bisa menjagamu dengan sangat baik."

"Ke...gu..gu...ran??" Ucap yoona tidak percaya. Siwon mengangguk.

Yoona menjerit setelah mendengar itu. Ia mengeluarkan semua air matanya di pelukan siwon.

"Wae?? Kenapa menjadi seperti ini?" Yoona mengelus perutnya yang sekarang mengecil seperti dulu lagi.

"Tenanglah Choi Yoona, mungkin ini menjadi penderitaan yang akan terjadi pertama dan terakhir dalam hidup rumah tangga kita. Aku yakin kita akan mempunyai anak lagi dan jangan lupa kalau aku sangat bangga pada yeoja didepanku sekarang. Terima kasih yoongie telah membuat hari hariku menjadi lebih bewarna."

"cih. Dasar gombal" ucap yoona mendesis.

"Saranghae Yoona"

"Me too" ucap yoona sambil memeluk erat siwon.

Tok tok.

Donghae dan tiffany masuk ke ruangan mereka. Terlihat muka tiffany sangat sembab.

"Untuk apa kau kesini lagi wanita lajang?" Tanya siwon sinis.

"Jangan emosi dulu siwon shi. Tiffany shi cepat beritahu apa alasanmu kesini" ucap donghae menenangkan siwon

Tiffany maju kedepan dan memegang tangan yoona dengan erat.

"Maafkan aku yoona shi~ aku sangat sangat bersalah padamu. Aku hanya buta akan cintaku pada siwon oppa. Aku berniat untuk meminta siwon oppa untuk kembali padaku bukan untuk mencelakai mu. Aku hanya menculikmu untuk menjadi umpan agar siwon kembali padaku setelah aku melepaskanmu. Tapi cintanya kepada mu sangat besar daripada cintanya padaku. Aku merasa bersalah mendengar kau keguguran. Maafkan aku yoona shi. Aku siap untuk dipenjara. Aku siap untuk hukum mati karna kejahatanku padamu."

Mulut tiffany bergetar. Ia benar benar merasa bersalah pada yoona. Ia yakin sekali yoona akan marah padanya.


"Aku sudah tau bahwa kau mungkin menculik ku karna itu. Aku sudah memaafkanmu dari awal fany. Jangan seperti itu. Kita memulai dari awal dan dari teman" ucap yoona sambil tertawa kecil.

"Makasih yoona shi. Kau memang wanita yang baik dan pantas untuk siwon oppa. Maafkan aku oppa"

"Nde. Aku memaafkanmu" ucap siwon dingin.

"Aish kau ini dia sudah meminta maaf kau malah seperti ini. Dasar kau cowok plin plan" kata yoona mendesis.

"Yoongieeee" ucap eunji berteriak masuk kedalam ruangan.

"Anyeong eunji ah. Bagaimana dengan chanyeol mu?"

"Tuh dia disana" kata eunji sambil menunjuk chanyeol yang membawa barang belanjaan yang cukup banyak.

"Cih eunji itu periang yang gila belanja" chanyeol mengerut kesal.

"Ya!!!" Eunji pergi berlari mengejar chanyeol (?)

"Aku pulang dulu ya. Ayo oppa" ucap tiffany sambil menarik donghae keluar. Tiffany tidak ingin menganggu acara mereka.

"Yoongie ya~"

"Nde??"

"Kau ingat saat kita bertemu dulu? Kita bertemu saat aku menabrakmu dan kau terjatuh. Sekarang?? Aku juga tidak bisa menjagamu dan kau terjatuh juga" ucap siwon terkekeh pelan.

"Yak aku ingat, kita dijodohnya dan kita sangat saling membenci waktu itu. Namun aku yakin itu adalah awal dari cinta kita" yoona tersenyum manis

"Dari semua kejadian ini. Can I love you?? Aku mau memulai ini dari awal setelah kejadian ini. Aku takut kau tidak akan mencintaiku karna ini"

"Sure You Can Love Me More And More. I'm always Love You"

****

The End

Gimana ceritanya?? Maap berantakan. Gantung gak sih?? XD. MAKASIH BUAT YANG UDAH BACA CERITA INI DARI AWAL SAMPE ABIS. THANK YOU SO MUCHHH. DITUNGGU CERITA BERIKUTNYA

Can I Love You [YOONWON FANFICTION]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang