lembaran baru tanpa mama

126 9 3
                                        

Sudah seminggu berlalu sejak insiden itu terjadi, hal yang paling menyakitkan dalam hidupku adalah ketika orang yang sangat kusayangi sudah tak dapat kupeluk lagi, dia pergi untuk selamanya. Maksud dari perkataan ku tadi adalah mamaku yang sangat ku sayangi meninggal karna stres memikirkan papaku slalu memaksa mamaku menandatangani surat pernyataan perceraian.

Kini hidupku dirundung pilu. Tidak ada lagi tempatku untuk mengadu, gak ada yang bisa kupeluk lagi, tak ada lagi yang akan akan tertawa dengan ku saat aku sedang menonton stand up comedy. Lengkaplah sudah penderitaan ku kini.

Tentang papa, aku tidak tinggal dengannya lagi karna hati aku sangat sakit, karna perilakunya yg membuat mamaku pergi. Sekarang aku memutuskan untuk tinggal di rumah lama mamaku waktu dia masih muda dulu, papaku juga setuju kalau aku tinggal disini. Rumah ini tak terlalu besar dan sempit. Dan juga sangat nyaman bagiku. Lagi pula rumah yang kutempati sangat dekat dengan sekolahku. Cukup berjalan 5 menit saja aku sudah sampai disekolah, sangat dekat bukan? Karna perumahan ini letaknya di komplek perumahan disamping sekolahku.

Ini sudah larut malam, fikiran ku masih terngiang oleh mamaku, ku teringat saat dia bantu aku mengerjakan soal, saat kami shoping, dan saat aku mama dan papa dinner disertai canda tawa. Dan saat itu juga air mata aku mengalir membasahi pipiku. Pasti saja mataku sudah bengkak karna selama seminggu ini aku slalu menangis. Tapi aku tidak boleh menangis lagi, aku harus kuat ngadepin ujian hidupku. Dan aku harus bisa membuka lembaran baru tanpa mama.

Drrt.. ddrtt..

Handphoneku bergetar pertanda ada sms yg masuk. Aku baru sadar kalau sudah seminggu ini aku tidak ada mengecek handphoneku. Saat aku melihat kontak masuk dari pesan, path, dan mesengger ternyata kawan kawanku pada berbela sungkawa. Kegalauan ku mulai luntur karna rasa simpati dari mereka.

"Yang tegar ya , turut berduka cita."

"Gue turut berduka yaa ra, semoga aja lo tabah ngejalani kedepannya."

"Jangan sedih ya fahra, keep strong"

"Semoga mama lo diterima disisi tuhan amin"

"Jangan nangis lagi fahra, nntar muka lo jadi jelek kek nenek nenek"

Bibirku seketika juga tertarik ke atas saat membaca pesan pesan dari mereka. Aku pun juga membalas satu persatu pesan dari mereka, Aku senang sekali mempunyaai kawan yang care sama aku.

Jelas, 1 sekolah mungkin sudah tau tentang kepergian mamaku. Aku juga tidak tau dari mana orang orang tahu. mungkin saja dari guru, bbm, line, instagram, path dll.

Aku berbaring sambil menghayal menghadap langit langit kamarku. Dan tiba tiba handphoneku bergetar bertanda ada notifikasi pesan masuk, mungkin itu pesan balasan dari teman temanku tadi, jadi aku memutuskan tidak melihat pesannya sekarang. Aku pun memfokuskan diriku untuk mendengarkan lagu mellow yang sesuai dengan perasaanku saat ini.

Sudah setengah jam aku masih dengan keadaan seperti ini, Aku menguap beberapa kali, dan mataku sudah terasa sangat berat. Saat aku mematikan lagu yang sedang kusetel aku melihat kembali kontak masuk yang ada di handphone ku.

Saat aku melihat mesengger ku, tiba tiba saja mataku melotot melihat layar handphoneku dan tak pernah menduga ini akan terjadi, tubuhku terasa membeku saat melihat mesengger dari...

From : Pandu Wijaya

"Yang tabah ya atas kepergian nyokap lo, semoga nyokap lo diterima sama yang maha kuasa"

Apaa??!!

Secret AdmirerCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang