Kisah Cinta Segitiga

71 3 0
                                        

Namaku Taka, aku adalah seorang mahasiswa di Universitas A, aku memiliki keluarga yang Broken Home, orang tuaku berpisah sejak aku masih kecil. Aku tinggal bersama Ibuku, sedangkan Adikku tinggal bersama Ayahku.

Aku sekarang sedang jatuh cinta dengan wanita yang bernama Hardy. Aneh ya? Namanya seperti laki laki, tetapi dia seorang perempuan kok, Hardy umurnya ternyata lebih muda dariku, dia masih kelas 3 SMA, tapi itu bukan masalah bagiku. Aku berharap hubunganku tidak seperti kedua orang tuaku nanti. Tapi, yaa.. aku belum memiliki hubungan spesial dengan Hardy. Tapi suatu saat aku pasti bisa memilikinya.

Suatu hari aku mendengar bahwa Hardy sedang dekat dengan seorang lelaki yang satu kelas dengannya, Banyak yang bilang Lelaki itu sangatlah tampan dan berkehidupan mewah. Banyak wanita yang tergila-gila dengan lelaki itu. tetapi kenapa harus Hardy yang lelaki itu inginkan?

Aku merasa terpukul oleh berita itu, dan aku merasa lebih terpukul lagi ketika aku melihat fotonya di Instagram. Dia sedang berfoto dengan seorang lelaki, tetapi sayangnya aku tidak bisa mengenali dengan jelas lelaki itu karena lelaki itu mengenakan masker. Lelaki itu berambut ikal rapih, pipinya tirus. Hatiku terasa seperti ditusuk saat melihat ini.

Suatu malam, aku pergi ke sebuah toko buku. Saat aku sedang asik memilah milih buku, aku melihat seorang wanita yang tampak tidak asing bagiku. Ya, itu Hardy. Tetapi siapa lelaki yang disampingnya itu? Apa jangan-jangan lelaki itu adalah lelaki yang ada di Foto Instagramnya Hardy? Rambutnya ikal, wajahnya juga tirus, pokoknya ciri ciri lelaki yang difoto itu dan lelaki yang sekarang bersama Hardy benar-benar sama, tetapi aku tidak terlalu bisa melihatnya secara jelas karena aku tidak memakai kacamata.

Aku memantau terus gerak-gerik mereka berdua. Sampai sampai aku tidak sadar bahwa aku sudah berada didepan gerbang rumah Hardy. Lelaki itu baru saja mengantarkan Hardy pulang. Setelah lelaki itu keluar dari gerbang rumah, aku mengumpat dan lalu mengikuti lelaki itu sampai kesebuah lorong kecil nan sepi.

Tak sadar, aku melihat sebuah pecahan kaca yang berserakan di tanah, lalu aku memungut satu yang paling besar dan lancip dari sekian banyak pecahan kaca yang kecil-kecil. Lalu aku lari dan menancapkan pecahan kaca itu tepat di lehernya.

Darah mengalir seperti air yang keluar dari keran. Beberapa menit kemudian lelaki itupun tumbang dihadapanku. aku merasa lega, tetapi aku juga khawatir, dan aku berfikir kenapa aku harus melakukan ini. Tanpa berpikir panjang lagi, aku langsung lari dari lokasi, dan membuang pecahan kaca itu ke tong sampah.

***

Dua hari kemudian. Ayahku menelepon Ibuku. Ibuku menangis, menangis sejadi-jadinya. Aku tak tau apa yang terjadi. Setelah telepon ditutup oleh Ibuku. Akupun bertanya, Saat aku bertanya apa yang terjadi ibuku tidak memberitahu apa yang terjadi. Tetapi ibuku langsung menyuruhku berpakaian rapih dan serba hitam, ibuku bilang kita harus cepat-cepat pergi.

Setelah aku sudah rapih, akhirnya ibuku membawaku ke sebuah makam, sepertinya makam itu masih baru, dan banyak orang-orang yang sudah bubar, aku lihat ada seorang wanita menangis didekat makam itu, lalu akhirnya dibawa pergi oleh temannya. Aku tak sempat melihat wajah wanita itu, tapi, sudahlah.

Saat aku sampai dimakam, aku melihat di batu nisan itu yang bertuliskan nama adikku Hiro, seketika aku menangis, menangis tak terkendali karena adikku sudah tiada sedangkan Aku belum sempat melihat wajah adikku dihari akhirnya. sekarang aku benar-benar menangis sejadi-jadinya seperti ibuku dan yang lainnya.

Lalu, beberapa saat aku menangis, ada seorang wanita lari ke arah makam, pakaiannya sama seperti wanita yang menangis tadi. Saat kulihat wajahnya ternyata dia adalah Hardy.

Aku lihat matanya menjadi bengkak dan berlinang air mata. Dan berteriak memanggil nama adikku. Sesaat tangisanku terhenti saat mendengar kata-kata yang terlontarkan oleh Hardy.

"Hiro, Kumohon, kembalilah. Aku sangat mencintaimu. Kamu sudah berjanji akan selalu bersama denganku, Hiro!" Teriak Hardy.

"Ayo, sudahlah Hardy. Kamu jangan seperti ini. Pacarmu tidak akan tenang bila melihatmu seperti ini terus" Bujuk temannya agar mau pulang dan mengikhlaskan Kekasihnya Hardy.

Aku menunduk dan meneteskan air mata lagi saat mendengar teriakan Hardy yang sangat sedih. Sedih karena ditinggal pergi untuk selama lamanya oleh kekasihnya.

Maksudku, Ditinggal oleh adikku.

((Tamat))

(Hmm, buat yang tau nama yang aku pakai disini, ini cuman cerita fiksii... okk.. jangan dibawa serius.. ok 😊)

[HORROR] SHORT STORYCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang