After You
Ooc, Genderswitch, Typo (s)
Ranted : T
Chapter : 3
Main Cast : Kyungsoo and Jongin
Another cast :, Luhan, Yixing, Minseok, andChanyeol. (other cast will appear on next
chapter)
.
A little note from me : Cerita ini memiliki alurmaju mundur dengan beberapa sudut pandang. Seperti cerita yang pernah saya buat sebelumnya. Setiap paragraf yang di cetak miring menandakan alur mundur atau flasback.
.
Kyungsoo menghabiskan seminggu berdiam diri di rumah. Chanyeol menyuruh dia untuk berdiam diri dan berhenti membantu di kantor. Kakaknya memaksa untuk memikirkan kembali keputusannya menikahi pria yang sama sekali tidak dikenalnya itu.
Sesungguhnya Kyungsoo tak mempunyai pilihan lain, tentu saja membiarkan perusahaan ayahnya jatuh bukanlah sebuah pilihan dan menikahi pria yang tak dikenalnya sama saja. Masalahnya di sini adalah relakah dia berkorban untuk keluarganya atau memilih untuk bersikap egois dan melarikan diri ke Beijing, toh Chanyeol juga tidak mengijinkan dia untuk menikahi pria itu.
Suara dering telphone membangunkannya dari lamunan panjang. Dia mendesah dan berdiri dari kasur empuknya untuk meraih ponsel yang ditinggalkannya di meja rias. Dia menghela nafas panjang saat melihat nama yang muncul di layar ponselnya.
Dia berjalan menuju teras sebelum menerima telphone, bersandar pada tiang pembatas dan membiaran angin menerpa wajahnya yang lengket.
"Hallo"
"Hi Lu." Jawabnya saat suara familar itu terdengar.
"Bagaimana kabarmu di New York sana?"
"Di sini panas. Aku bahkan bisa merasakan matahari membakarku hidup-hidup." Ada jeda sesaat saat dia mengucapkannya.
"Sesuatu terjadi padamu?"
Lihatlah betapa mudahnya Luhan menebak dirinya. Dia tidak tau bagaimana anak ini bisa membacanya secapat itu, dulu dia berpikir mereka memang kembaran.
"Menurutmu begitu?" dia menghela nafas panjang bersamaan dengan Luhan diseberang sana.
"Suaramu tak pernah terdengar seperti itu Soo, hanya saat kau berada dalam masalah. Sesuatu yang tidak beres terjadi di sana?"
Kyungsoo mengangguk dan menutup mata, tak begitu memperdulikan bagaimana sinar matahari membakar kulit putihnya. Kepalanya berdenyut pelan saat ucapan ayahnya dan Chanyeol terlintas.
"Ya. Tapi aku tidak bisa hanya menceritakannya lewat ponsel Lu, mungkin aku akan pergi ke Beijing untuk beberapa waktu dan..."
"Tidak," sela Luhan sebelum dia bisa menyelesaikan kata-katanya. "Aku yang akan terbang ke New York besok. Jemput aku di bandara okay?"
Dia tersenyum dan kembali mengangguk. Betapa bersyukurnya dia memiliki sahabat seperti Luhan yang selalu ada untuknya. Dia bertanya pada dirinya sendiri, apakah dia selalu ada untuk Luhan jika wanita itu berada dalam masalah?
KAMU SEDANG MEMBACA
After You
Fiksi PenggemarKetika aku datang dengan hati hampa dan kau seakan menawarkan banyak cinta untukku. Tapi masa lalu terus mengusik dan mengganggu perasaan ini, membuatku semakin ragu. Apa yang harus aku lakukan saat waktuku untuk memilih datang? /KaiSoo/KaiDo/HunHan...
