Chapter 5 Arrive

45 5 0
                                    

Bus berhenti di alun alun. Mereka semua turun dari bus. Dari sini mereka harus menempuh kurang lebih 2 Km untuk sampai di perkemahan, karena bus yang mereka tumpangi tidak mungkin bisa memasuki jalan yang berbatu terlebih lagi disampingnya jurang dengan bobot bus yang berat itu kalau dipaksakan masuk ke perkemahan mungkin saja akan jatuh kejurang *amit amit jan sampe*.

Mereka jalan agak cukup jauh jalannya berbatu dan menurun. Kalau tidak hati hati atau lengah sedikit saja pasti akan terjatuh, ditambah lagi lumut lumut pada batu yang membuat jalan semakin licin.

"pelan pelan di" kata Ezra memegang tangan Audrey kalau jatoh kan sayang pacar gue.

"iya iya ini juga" kata Audrey.

Terdengar suara manja dari Jane *iwh* salah sendiri kemah mah pake sepatu oy bukan sendal ! Jadi licin kan jatoh jatoh dah lu.

"AAAHH!!" pekik jane, eh mampus beneran jatoh dia haha.

But Alfian menolongnya dari belakang.

"lo ga apa apa ?" tanya Alfian.

"engga.." kata Jane.

Aura yang melihat itu tambah kesal cemburu segala macemlah pokoknya.

"nih ! Lo pake sepatu gue dulu" kata Aura serasa dia tak tahan lagi kalau harus melihat Alfian berdua dengan Jane.

"apah ? Lo pikir gue mau tukeran sama sepatu lo yang muraha--"

"lo sayang harta atau nyawa ? Tiba tiba lo jatoh ke jurang kan makin repot urusannya" kata Aura segera melepas sepatunya.

Jane terlihat sangat jijik memakai sepatu Aura padahal mah bersih bagus pula toh ga kotor bau atau gimana malah wangi parfum Aura itu loh pucelle yang pink me yang tutupnya warna kuning yang pretty fairy.

'anak pintar' batin Alfian, yang menatap Aura dengan rasa bangga.

"dah sekarang lo ga perlu takut lagi tapi lo tetep harus hati hati jalannya" kata Aura.

"ra tunggu !" kata Alfian.

Aura jalan terlebih dahulu dan Alfian menyusulnya.

"keren lo ! Ngorbanin diri sendiri untuk keselamatan orang lain" kata Alfian.

"gue sayang semua temen temen gue ga peduli seburuk apa mereka gue tetep sayang" kata Aura aw aw keknya ada kode kode Ikhfa, samar samar.

"gue juga sayang"

"hah ? Apa lo bilang ? Ga jelas tau ngomong yang bener !" kata Aura.

"oh engga" kata Alfian. 'Aura kok keknya nyolot gitu wahh.. Ada yang salah ini mah' batin Alfian. "ra.. Lo kok--"

"Aura !" Hazel memanggil Aura dan yang lainnya pun ikut mendekati Aura.

Mereka kini jalan terlebih dulu menginggalkan Alfian.

" ih kamu mah ngapain ngasih pinjem sepatu ke si cungur Jane ?" kata Hazel.

"padahal mah biarin aja tuh cewe jatoh mati mati dah" kata Rissa.

"hus ga boleh sompral elo mah sa" kata Cleo.

"iya eh" kata Vio.

"gue ga tahan liatnya" kata Aura.

"lagian anak pm--"

"gue ga bisa liat 'mereka' kaya gitu, gue ga mau Alfian deket deket sama Jane, gue bakal lakuin apa pun biar mereka ga deket dan gue rasa ini cara terbaik supaya mereka ga deket" kata Aura dengan penuh penekanan pada kata 'mereka'.

Samar samar Alfian dapat mendengar kalau Aura bilang dia ga bisa liat mereka kaya gitu tapi Alfian tidak tau maksud kata mereka ini menjurus ke siapa.

Barisan UjungTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang