FLAME

2.1K 184 2
                                    

Rin dan Kai tiba di suatu tempat. Mereka tersembunyi di bawah bayang-bayang gedung. Rin melepas genggaman tangannya dari tangan Kai. Hari berubah gelap. Bulan terlihat bersinar di langit.

"Sekarang kita kemana?" tanya Rin.

"Seharusnya mereka lewat sini," jawab Kai. "Sebaiknya kita mulai bergerak,".

Rin dan Kai keluar dari bayang-bayang gedung. Mereka berjalan menyusuri trotoar diterangi lampu-lampu jalan yang berjejer rapi. Hal yang bisa mereka lakukan adalah menunggu Chan Yeol dan Baek Hyun melewati jalan yang mereka lalui. Chan Yeol dan Baek Hyun adalah legend Phoenix yang bersahabat karib meski memiliki latar belakang yang berbeda.

"Aku tidak heran mereka tidak mau ikut denganmu. Kau itu menakutkan. Seperti seorang stalker saja," Rin membuka pembicaraan.

"Aku tidak butuh pendapatmu," Kai menanggapi Rin dengan sikap acuh tak acuh.

Rin cemberut. "Menyebalkan!" gerutunya.

"Kita harus menemukan mereka secepatnya,".

"Aku tahu waktunya semakin menipis,".

"Itu memang benar. Selain itu, aku harus segera memulangkanmu. Kami tidak ingin membahayakan nyawamu,".

"Aku mengerti,".

Rin tahu, Kai memang menakutkan tapi ia tidak jahat.

"Kai ssi," Rin menarik lengan baju Kai. "Mianhae, aku telah memaksamu untuk membawaku ke dunia paralel. Aku tidak tahu bahwa hal itu akan merepotkan kalian. Tidak seharusnya aku bersikap egois,".

Kai tersenyum, bukan senyum sinis yang selalu ia tunjukkan pada Rin.

"Gwaenchana. Aku tahu kau sangat ingin bertemu dengan Lay hyong. Ia adalah orang yang sangat berharga bagimu kan?" ucapnya.

Rin mengangguk lalu mereka terdiam menatap satu sama lain.

"Minggir....!!!" Sebuah suara mengejutkan mereka. Seorang pria berlari ke arah mereka dengan terburu-buru. Beberapa orang pria lainnya mengejarnya dari belakang. Kai menarik tubuh Rin dengan spontan ke dalam pelukannya agar terhindar dari rombongan itu. Rin hanya diam karena kaget.

"Itu Baek Hyun! Kita harus mengejarnya. Sepertinya dia dalam bahaya," ucap Kai.

Rin dan Kai mengejar rombongan yang baru saja lewat di hadapan mereka.

Baek Hyun terus berlari dan berlari. "Sial!" umpatnya. Semua kekacauan ini terjadi karena unsur ketidaksengajaan. Ia baru saja pulang dari pekerjaan paruh waktunya. Ia tidak sengaja menyenggol bahu salah satu pria dari rombongan yang kini mengejarnya saat melewati jembatan. Pria itu marah dan hendak menghajarnya. Baek Hyun memukul wajah pria itu terlebih dahulu untuk menyelamatkan diri. Tak disangka teman-teman pria itu berdatangan dan kini mereka mengejarnya. Ia harus segera menyelamatkan diri dari mereka atau ia akan dihajar beramai-ramai.

Baek Hyun berbelok di tikungan. Aish! Jalan buntu! Ia berbalik tapi sial baginya. Ia terjebak. Rombongan pria itu telah tiba di tempatnya dan bersiap menghajarnya.

Rin dan Kai tiba di tikungan tersebut dengan terengah-engah. Situasinya benar-benar kacau. Pria yang dipukul oleh Baek Hyun melangkah mendekatinya. Baek Hyun melangkah mundur hingga akhirnya ia tak bisa mundur lagi. Tembok di belakangnya menghalanginya. Tidak ada jalan untuk melarikan diri.

"Mau pergi kemana kau? Haha," kata pria itu.

"Kai ssi, kita harus segera menolongnya," ucap Rin.

"Bagaimana caranya?" ucap Kai.

"Gunakan kemampuanmu untuk membawanya kabur dari sana,".

Aish! Kenapa cara itu tidak terpikirkan olehnya? Babo*!

MAMA, Mother Of EarthTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang